Home » Portfolio » Harga Perdana Saham Acset Indonusa Rp 2.200 – 2.750 Per Lembar

Harga Perdana Saham Acset Indonusa Rp 2.200 – 2.750 Per Lembar

Share :

    Perusahaan jasa konstruksi, PT Acset Indonusa, melepas 30% atau 150 juta saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2013. Per lembar saham dilepas di kisaran Rp 2.200 – Rp 2.750.

    Dengan melepas 150 juta saham, maka dana yang bakal diraup perseroan dari IPO ini sekitar Rp 330 miliar – Rp 412,5 miliar. Dalam aksi korporasinya, perseroan menunjuk PT Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksaa emisi (underwriter).

    Harga Rp 2200 – Rp 2750 per lembar saham merupakan kombinasi perbanding PER (price to earning) dengan perusahaan-perusahaan sejenis lain di industrinya. “Harga itu merupakan harga wajar, yang sudah disesuaikan dengan kondisi keuangannya dan cash flow perseroan. Juga telah memperbandingkan dengan perusahaan sejenis lain yang tercatat di Bursa,” kata Direktur Utama PT KIM ENG Securities Harry Soepoyo, di Jakarta, Selasa (21/5).

    Dari 30% saham yang ditawarkan sebanyak 20% atau 100 juta saham merupakan saham baru. Sisanya 10% atau setara 50 juta saham merupakan divestasi saham dari PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia.

    “Dana hasil IPO 50% nya akan digunakan untuk modal kerja, 37,50% untuk pembayaran sebagian utang ke BII dan 12,5% untuk belanja modal/capex,” ujar Presiden Diretur PT Acset Indonusa, Ronnie Tan.

    Manajemen Acset menjadwalkan masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilakukan pada 21 Mei-3 Juni 2013, dan diharapkan pernyataan efektif didapat pada 12 Juni 2013. Adapun masa penawaran umum dilaksanakan pada 14,17, dan 18 Juni 2013. Masa penjatahan diharapkan terlaksana pada 20 Juni 2013 dan distribusi saham secara elektronik pada 21 Juni 2013.

    Saat ini, Cross Plus Indonesia menguasai 220 juta saham perseroan atau sekitar 55%. Adapun Loka Cipta Kreasi memiliki 176 juta saham atau 44%. Sisanya dimiliki oleh Hilarius Arwadhi sebesar 1% atau 4 juta saham.

    Setelah IPO, maka 30% atau 150 juta saham beredar di publik. Sisanya sekitar 39% atau 195 juta saham dimiliki oleh Cross Plus Indonesia, 30,2% atau 151 juta saham dimiliki Loka Cipta Kreasi, dan 0,8% atau sekitar 4 juta saham dimiliki Hilarius Arwadhi. (EVA)

     

    Share :

      SHARE SOCIAL MEDIA

      LEAVE A REPLY


      six × 3 =