Alfonso Indra Wijaya sangat bersyukur, sewaktu kecil dibiasakan berbahasa Mandarin oleh ibunya di tanah kelahirannya, Palembang. Dan, itulah yang menjadi cikal bakal bisnisnya di bidang kursus bahasa Mandarin dengan nama Everyday Mandarin (EM). Lulusan Universitas Parahyangan Bandung ini pun mengasah kemampuan bahasa Mandarinnya lebih jauh di Taiwan dan bekerja di sana.
Pulang ke Indonesia pada 2006, ia langsung mendirikan EM. Alasannya, Cina adalah negara dengan perekonomian terkuat nomor dua di dunia. “Banyak investor Cina tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Yang bisa bahasa Inggris pun lebih suka, bahkan lebih akrab, jika berbicara dalam bahasa Mandarin. Mau tak mau, kami terpaksa mengikuti aturan main mereka karena mereka sudah terbukti maju pesat,” Alfonso menguraikan.
EM menawarkan jasa konsultan pendidikan ke Cina, pelatihan bahasa Mandarin, job hunting karyawan berbahasa Mandarin, penerjemah Mandarin tersumpah, dan sebagainya. Untuk memopulerkan bisnisnya, ia ikut pameran pendidikan di sekolah-sekolah SMU potensial dan di lokasi lainnya. Tak ketinggalan ia membuat situs web www.everydaymandarin.com dan milis bahasa Mandarin di http://groups.yahoo.com/group/everydaymandarin.
Kini, jumlah peserta kursusnya mencapai 2.000 orang dan terdapat 12-15 pekerjaan job hunter setiap bulannya. Komunitas milisnya mencapai 6.000 anggota, sehingga memudahkannya mencari pekerja yang bisa berbahasa Mandarin. Dibantu 17 pengajar dan 8 karyawan, Alfonso akan merambah kursus pendidikan bahasa Mandarin online dan membuka cabang hingga 2-3 unit lagi. “Itu obsesi saya selanjutnya,” ujar pria lajang kelahiran 1977 ini.
saya mengenal alfonso-indra sejak kecil kita bermain bersama.. saya cuma bisa mengatakan bahwa dia mempunyai keinginan & tekad yang sangat besar, semacam ada sesuatu yang mau dia tunjukkan kepada keluarganya & keinginannya yang mulia adalah dia ingin orang2 indonesia bisa berbahasa mandarin sehingga mereka bisa fight / berjuang di era zaman globalisasi ini dgn kata lain memperbaiki kehidupan mereka.. pengorbanan & pengabdiannya patut diacungi jempol.
nin hao, saya dani (38 th) mengajar bahasa mandarin selama 5 tahun lebih di SMA 5 Purwokerto. Namun saya bukan berpendidikan bahasa sastra mandarin. saya ingin mencari program pendidikan bahasa mandarin 1 tahun di Cina,guna meningkatkan kemampuan berbahasa mandarin, mohon informasinya. xie xie nin
Hallo Alfonso,
Nin hao, saya Sammy Li (Lee) kelahiran Bandung, pernah mengajar bahasa Inggris di Indonesia, Malaysia, Makau, RRC dan Australia. Belajar Mandarin secara autodidak tapi tidak lancar. Bisa bicara sedikit-sedikit. Hui shuo yi dian dian. Dari nama anda saya tebak, anda seorang dengan da ming Huang (Oei) dan kemungkinan Hokkian lang, dan beragama Kristen.
Saya tertarik belajar banyak bahasa, seluruhnya 16 bahasa, dan yang paling akhir dan menarik saya adalah Mandarin dan terutama sekali Jia Gu Wen, yang sangat luar biasa karena merupakan satu-satunya tulisan hieroglyphs yang masih dipakai sampai sekarang sudah lebih dari 4000 tahun.
Saya kagum dengan usaha anda dan ingin belajar dari anda dan kalau ada yang saya dapat bantu akan senang juga membagikan pengalaman saya.
Saya punya ngkong juga Hokkian lang dan kasih nama saya Li Wei Long, jadi ngkonya Li Xiao Long, hehehe. Kebetulan sama-sama lahir di tahun Naga Mas, Jin long nian.