Begitu didapuk sebagai Head of Origination Multinational Companies and State-Owned Enterprises, Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Maret lalu, Antonius Probosanjoyo langsung mematok target tinggi. “Menjadi top five di segmen ini,†ujar Tony, sapaan akrab lajang kelahiran Jakarta 23 Maret 1973 ini. Ia mematok target dua-tiga tahun untuk menggolkan cita-citanya. Ia mengakui, target tersebut gampang-gampang susah untuk mencapainya. “Sebagai bank asing, DBS tergolong baru di Indonesia, perusahaan multinasional lebih sering memilih bank yang sudah hadir lebih lama,†katanya berkilah.
MBA dan Master of Science Financial Services dari Erivan K. Haub School of Business, Saint Joseph’s University, Philadelphia ini punya banyak strategi. “Kami akan sasar pasar ceruk (niche market) yang lain,†kata Tony. Perusahaan asing yang tergolong baru berekspansi menjadi sasaran tembaknya. Apalagi, ia punya bekal pengalaman saat bekerja di Standard Chartered Bank, Bank Mizuho Indonesia, dan PFPC Worldwide Inc. Menurutnya, perusahaan multinasional tidak membutuhkan financial support loan. “Mereka butuh dukungan perbankan sebagai financial provider ke jaringan mereka,†tambahnya.
Penggemar travelling dan pelahap buku ini mengaku mempunyai 30 lebih klien dalam portofolionya. Kebanyakan kliennya perusahaan telekomunikasi, batu bara dan CPO. Pria yang memang punya passion di perbankan ini optimistis, ke depan, kliennya akan bertambah. “Karena DBS sangat paham Asia, dan nantinya bakal banyak investasi dari Asia, maka saya optimistis bisa mencapai target,†ucapnya serius.
