Ardian Trisura

Ardian Trisura

Untuk belajar lebih banyak tentang batu bara, selama 8 bulan ia tinggal di Kalimantan. Kebetulan, ayahnya seorang geolog sehingga banyak membantunya memahami seluk-beluk batu bara. Menurut bapak tiga anak ini, bisnis batu bara tergolong besar dan padat modal. Beruntung, ia didukung orang tua, saudara dan teman-temannya. “Akhirnya, saya bisa membesarkan bisnis dan ternyata pasarnya menggiurkan,” ungkapnya. Ia mengaku pernah mencapai omset hingga 1,2 juta ton/tahun — 70% di antaranya dikirim ke India untuk industri power plant, dari pabrik baja hingga pabrik mobil.

Jiwa kewirausahaannya makin terasah sehingga ia mendirikan PT Green Borneo untuk bisnis rotan di Cirebon (2007). “Potensi kerajinan tangan, khususnya rotan, sangat menjanjikan untuk pasar AS,” katanya. Ia mampu membukukan omset Rp 1 miliar/bulan. Menjadi pengusaha, menurut kelahiran Bandung pada 14 Mei 1971 ini, harus bisa menjangkau pasar luar. “Jika hanya main di lokal, tentu perusahaan tidak akan berkembang,” kata Ardian yang juga bergabung dalam ajang balap mobil Ford Focus Touring Car Championship.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag