Home » Headline » Bobby Arthawan: Yang Paling Penting, Kita Tidak Diam di Tempat

Bobby Arthawan: Yang Paling Penting, Kita Tidak Diam di Tempat

Harta bukanlah dihitung dengan uang. Mimpi bukanlah hanya digantung di awang-awang. Harta itu adalah kebahagiaan dan mimpi haruslah diwujudkan. Itulah yang diterapkan oleh Bobby Arthawan, Presiden Direktur GOMOBILE, dalam menjalankan hidupnya.

Berbicara tentang kebahagiaan dan mimpi, Bobby kecil pernah merasa bahwa orang yang paling berbahagia adalah seorang penggarap sawah. Penggarap sawah selalu bahagia karena ia selalu sehat, selalu dekat dengan keluarga, dan selalu makan siang dengan pemandangan yang bagus di tengah sawah. “Bukan uang yang membuat orang bahagia. Kebebasan, waktu dan keluarga yang dapat membuat kita bahagia,” tuturnya.

Ketut Budhi Arthawan atau dikenal dengan Bobby Arthawan adalah ciri khas pengusaha muda Indonesia dengan pemikiran luar negeri. Di saat orang-orang lain takut untuk bermimpi, ia justru melakukannya. Di saat orang-orang lain sibuk beramai-ramai bekerja di perusahaan asing, ia justru kembali ke tanah kelahirannya untuk melakukan sesuatu. Pernah bekerja di Morgan Stanley, Cyber Design Asia, BBDO, Ogilvy, dan Grey Group Indonesia, akhirnya Bobby membuat sebuah perusahaan nasional bernama GOMOBILE.

Kelahiran 29 September 35 tahun silam ini besar dalam lingkungan keluarga yang berprestasi. Meskipun kedua orang tuanya tidak mendorongnya untuk mencapai sesuatu yang tinggi ketika ia bersekolah, tapi kakak-kakaknya yang pintar di sekolah membuatnya terpacu untuk ikut berprestasi. “Ketiga kakak saya selalu menjadi juara kelas di sekolahnya. Sebagai anak paling kecil, saya mau tidak mau ingin mencari perhatian dari orang tua dengan cara ikut berprestasi,” ujarnya. Menghabiskan masa sekolah dasarnya di Australia, Bobby pun kembali ke Indonesia ketika ia duduk di sekolah menengah pertama. Selama bersekolah memang ia tidak selalu menjadi juara kelas, tapi selalu mendapatkan ranking yang bagus di sekolahnya.

Semua pemikirannya berubah ketika ia lulus SMA. Saat itu Bobby beranggapan bahwa tradisi pemikiran di Indonesia sangatlah sempit. “Kalau kita punya cita-cita pasti dibilangnya tidak boleh terlalu muluk, kalau kita mau achieve something kayaknya norak. Mind set-nya seperti itu,” tutur anak bungsu dari empat bersaudara ini. Karena itulah, Bobby ingin sekali mencoba sekolah di luar negeri untuk mencoba menjadi pribadi yang independen.

Mimpi Bobby yang pertama terwujud. Ia lulus tes dan mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di UCLA US. Bobby mengatakan bahwa ia lulus bukan karena ia pintar, tapi karena attitude-nya yang dinilai bagus oleh pihak pemberi beasiswa. Ketika bersekolah di negeri Paman Sam tersebut ada dosen pembimbingnya yang membuat Bobby mengubah seluruh jalan pemikirannya tentang hidup dan karier. “Kita harus memiliki tujuan dalam hidup. Seandainya jalan pertama belum bisa membawa kita ke tujuan, maka kita harus mencari jalan yang lain. Yang paling penting kita tidak diam di tempat,” paparnya. Dari situ lagi-lagi Bobby bermimpi. Suatu saat nanti, ia ingin memiliki meja kantor di sebuah gedung tinggi dengan view yang bagus. Empat belas tahun kemudian ternyata mimpinya yang kedua pun terwujud. Kantor GOMOBILE yang terletak di kawasan Mega Kuningan sudah sesuai dengan harapannya.

Diferensiasi GOMOBILE

“I like to do thing differently,” tegas Bobby. Hal tersebut yang mendasarinya untuk membuat media komunikasi baru yang dikenal dengan Mobile Advantage (MAD). MAD merupakan sebuah layanan dari GOMOBILE yang bertujuan membangun komunikasi terarah dengan konsumennya. “GOMOBILE mengaplikasikan teknologi terkini di dunia agar pemasar bisa mendapatkan nilai tambah lebih dari investasinya,” ujar Bobby lagi.

Berawal dari perjalanan bisnisnya ke Spanyol di 2005, Bobby memiliki ide untuk membuat sebuah layanan iklan dalam ponsel. “Saat di pesawat pramugari menyuruh saya untuk menutup telepon, saya melihat bahwa ternyata masih banyak kapasitas yang terdapat dalam layar ponsel,” terangnya. Ia pun berpikir untuk memasukkan iklan ke dalam ponsel dan iklan tersebut muncul ketika panggilan masuk dan ditutup. “Itu tidak mengganggu user karena saat mereka mengobrol, iklan tersebut tidak akan muncul. Efek yang diharapkan adalah user akan tertarik dengan iklan yang muncul tersebut.” tambahnya. Sepanjang perjalanan ke Spanyol, Bobby membahas ide tersebut bersama sahabatnya.

Bobby pun berusaha mengembangkan idenya serta melakukan sejumlah riset untuk mendukung terwujudnya layanan iklan tersebut. Dalam perjalanan mewujudkan idenya itu, tak jarang teman-teman Bobby yang tidak mendukungnya. “Mereka meragukan bahwa ide saya itu sulit diwujudkan,” kata Bobby. Setelah melewati beberapa tahapan, akhirnya awal 2010 ini MAD diluncurkan secara resmi.

Laki-laki yang menghabiskan masa kecilnya di Bali ini menjelaskan, layanan MAD akan memberikan warna baru bagi industri media nasional di dalam perkembangan iklan dan berita pada dekade mendatang. Satu kelebihan yang dimiliki oleh layanan ini dan tidak digunakan oleh layanan lain sejenis adalah digunakannya teknologi biometrik.

Biometrik adalah teknologi tinggi yang digunakan untuk verifikasi pengguna, di mana data base dari pengguna GOMOBILE bisa dibilang unik karena tidak ada replikasi. Saat ini di dunia, teknologi biometrik untuk pemasaran hanya digunakan oleh GOMOBILE. Dengan teknologi biometrik broadcast berubah menjadi one cast.

Keunggulan yang diberikan GOMOBILE membuat Bobby optimis bahwa pasar akan menerima layanan baru tersebut. Ia menargetkan di akhir tahun ini jumlah pelanggan MAD dapat mencapai satu juta user. Kini, mimpi Bobby selanjutnya adalah membangun industri yang digelutinya, dan melebarkan ekspansinya ke luar negeri dalam jangka waktu tiga tahun mendatang. “Selain itu, saya juga ingin dapat lebih meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga,” tandasnya. Sama seperti sebelumnya, kali ini pun Bobby juga tidak hanya sekedar bermimpi, namun berusaha mewujudkannya.

Be Sociable, Share!

RELATED POSTS

Sorry, no related post.
Tags: ,
Category: Headline, Profile  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


1 + = eight