Dina Saptanti
Mengusung positioning membangun karakter entrepreneur Muslim, diharapkan An Nahl yang terdiri dari kelas kelompok bermain, taman kanak-kanak dan sekolah dasar dapat mengembangkan daya cipta dan kreativitas para siswa. “Siswa tak dijadikan objek didik, tetapi peran aktif dan keterlibatan emosional siswa dihargai dalam setiap proses pembelajaran,†ucap kelahiran 29 April 1974 ini. Ia pun menggandeng Achmad Zamroni, konsultan keuangan sekaligus suaminya, dan seorang teman sekolahnya. Sebelum mewujudkan An Nahl, selama 6 bulan ia meyurvei beberapa sekolah internasional.
Diakui ibu dari Diza Alifia (7 tahun) dan Salsabila Asyifa (5 tahun) ini, tak mudah membangun bisnis pendidikan. Maklum, ia tak mengantongi pengalaman di bidang pendidikan. Toh, kerja kerasnya berbuah hasil. Investasi hingga Rp 700 juta tak sia-sia. Dalam dua tahun ((2006-08) lembaga pendidikan ini terus berkembang. Dari satu ruko yang ia gunakan di Kompleks Perumahan Kota Wisata, Cileungsi, kini menjadi empat ruko, bahkan sampai memiliki tiga cabang. Sejumlah lembaga pun digandengnya untuk pengimplementasian program penunjang kurikulum.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.