Hans Hermawan
Hasrat berwirausaha nampaknya lebih menguasai diri Hans Hermawan ketimbang bekerja di perusahaan kakap berkelas global. Buktinya, setelah empat tahun bekerja sebagai software engineer di GE Health Care, Amerika Serikat, pada 2004 Hans memutuskan pulang kampung ke Indonesia. Berbekal pengalamannya, lulusan Ilmu Komputer dari University of Wisconsin-Madison, AS, ini pun pada 2005 mengembangkan produk software enterprise resource planning (ERP) dengan bendera M-One.
Awalnya, kelahiran Jakarta 28 Oktober 1979 ini membuat sistem ERP yang dikustomisasi sesuai dengan pesanan klien. Namun, pada 2007, ia memutuskan tidak lagi mengerjakan order berbasis proyek, tetapi membuat produk. “Kalau by project, waktu pengerjaannya lebih lama, makan biaya, dan sulit dijual lagi,” katanya. Hans lantas mengembangkan produk software sistem ERP yang ditujukan untuk kebutuhan perusahaan distributor fast moving consumer goods (FMCG), distributor bangunan, dan perusahaan ekspedisi.
Hans bercerita, di Indonesia ada dua macam produk ERP yang dijual. Pertama, produk yang berasal dari asing dan beredar hanya lewat distributornya, sehingga jika ingin dikustomisasi harus membayar mahal karena pusatnya di luar negeri. Kedua, produk jadi buatan lokal yang umumnya tidak menerima kustomisasi demi mengejar volume penjualan dengan strategi harga murah. “Saya mengambil posisi di tengahnya, bisa dikembangkan namun berharga lebih terjangkau,” ungkap pemilik sekaligus Direktur M-One ini. Strategi ini rupanya disambut baik pasar sasarannya. Perusahaan yang sudah menggunakan produk software M-One antara lain Sidomuncul dan Gadget City, serta sejumlah distributor umum bahan bangunan.
Melihat respons pasar dengan 80% permintaan berasal dari luar Jakarta, Hans berencana membentuk tim penjualan di beberapa kota besar. Selain itu, ia juga akan masuk ke pasar ekspedisi. “Kami akan buat kantor di daerah Pelabuhan Tanjung Priok,” kata suami Marlina Moeljadi dan ayah Joana Hermawan (3,5 tahun) yang suka berolah raga tenis dan voli, serta membaca buku motivasi ini memaparkan rencananya.
Wini Angraeni/Eddy Dwinanto Iskandar
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.