Home » Headline » Hermawan Sutanto, Bertekad Melambungkan AMD ke Posisi Puncak

Hermawan Sutanto, Bertekad Melambungkan AMD ke Posisi Puncak

Tanggal 1 Mei 2012 bisa dibilang menjadi hari bersejarah bagi Hermawan Sutanto. Pasalnya, hari itu ia didapuk menjadi Country Head AMD Indonesia. Dengan posisi barunya itu, Hermawan bertanggung jawab memperluas ekuitas merek AMD dan menumbuhkan bisnisnya. Penunjukan dirinya juga merupakan salah satu bagian strategi AMD untuk memperkuat kepemimpinan dalam inovasi serta kemitraan strategis dengan mitranya di Indonesia di masa mendatang.

Sebelum menempati posisi puncak di perusahaan yang jadi kompetitor terkuat Intel ini, Hermawan meniti karier di Microsoft Indonesia. Pria asli Surabaya ini berkarier di perusahaaan Bill Gates itu sejak 2004. Ia menempati posisi awal di departemen pemasaran produk untuk database center. Hermawan lalu dipercaya menggawangi pemasaran Windows setelah 1,5 tahun masuk Microsoft. Satu setengah tahun kemudian, ia dipercaya bertanggung jawab atas pemasaran Office. Karena prestasinya, ia pun dipercaya berkarier di kantor pusat Microsoft di Amerika Serikat . Selama berkarier di Microsoft, ia berganti peran sampai lima kali.

Hermawan Sutanto

Hermawan Sutanto, Country Head AMD Indonesia

“Karier itu buat saya seperti mendaki gunung. Setiap naik di ketinggian tertentu dan berhenti di base camp, kita siapkan perbekalan untuk naik ke ketinggian berikutnya,” ujar ayah sepasang putri (kembar) ini melukiskan. Nah, setiap ada di base camp, bekal yang dikumpulkan beda. Jangan sekadar membuat base camp, lalu tinggal di sana terus. Namun, harus mengambil bekal yang sesuai dengan kondisi atau karier di atasnya.

Hal itu pula yang dilakukan Hermawan ketika meniti karier di Microsoft. Ketika dipercaya memegang kendali bisnis Windows untuk korporasi di kantor pusat Microsoft dan bertempat tinggal di AS, saat itu ia memegang emerging market di seluruh dunia. Seperti Asia Pasifik, Eropa Timur, Cina, India, Timur Tengah dan Afrika. Ia pun tergolong sukses mengemban amanah tersebut. “Pulang ke Indonesia saya dipercaya menjadi CMO, selama 11 bulan,” ujar mantan Direktur Pemasaran Microsoft ini.

Saya pindah ke perusahaan software yang menjadi penantang kuat pemimpin yang sudah ada sekarang (Intel) ini adalah untuk memperkaya portofolio saya,” ungkap Hermawan. Ia pun menyampaikan kembali teori mendaki gunung tadi, yang harus mengumpulkan bekal yang tepat untuk sampai ke puncak. “Saya harus agresif menawarkan ke partner, memberikan produk yang fiturnya lebih daripada harganya,” katanya.

Hermawan pun menggambarkan bahwa pasar komputer itu mulai dari bawah entry level, everyday PC, mainstream hingga premium. “Langkah pertama saya bekerja sama dengan Samsung yang meluncurkan Ultratin, produknya,” ujarnya. Ia membawa produk Ultratin, yang harganya di everyday PC, tetapi viturnya ada di mainstream. “Produk ini menjadi produk yang dicintai, karena harganya ramah tetapi nilainya lebih,” ungkapnya berpromosi.

Saat ini, ada tujuh merek yang sudah diajak bekerja sama, yaitu Acer, Asus, Lenovo, HP, Sony, Samsung dan Toshiba. “Pada Januari tahun ini, market share kami di laptop sebesar 16,1%. Akhir Mei sudah sampai 21,1%,” katanya menjelaskan pencapaiannya. Tren yang baik ini akan terus ia tingkatkan agar AMD bisa berada di posisi puncak.

Leo Marathon, VAIO & Sony Tablet Product Sales Section Head PT Sony Indonesia, mengatakan, sejak Februari 2011 pihaknya bekerja sama dengan AMD untuk prosesor produk notebook Sony. “Seri YB yang pertama bekerja sama dengan AMD,” ujarnya. Seri ini menguasai pasar 30% untuk segmen notebook layar 10-11 inci. Menurut Leo, dengan dukungan AMD, harga produk notebook bisa tidak jauh dari netbook. Namun, kualitasnya tidak turun. “Pasar kami pun tumbuh 50% year on year dibanding tahun lalu,” imbuhnya. Ia berharap AMD sebagai perusahaan penantang Intel bisa memberikan perlawanan sengit di persaingan software ini. “Ini baru mulai. Jadi, belum dirasakan pesaing,” katanya menganalisis.(*)

Dede Suryadi dan Herning Banirestu

Riset: Adinda Khalil

SHARE SOCIAL MEDIA

One Comment

  1. Anto says:

    Mungkin maksudnya perusahaan hardware ya, bukan software…

LEAVE A REPLY


+ seven = 16