Indrawan Nugroho
Pilihan Indrawan Nugroho untuk mengubah haluan bisnis perusahaan, mengantarkan Kubik Training & Consultancy – di bawah naungan PT Kubik Kreasi Sisilain – kini tumbuh menjadi salah satu perusahaan konsultan dan pelatihan SDM terkemuka di Indonesia. Perubahan yang dilakukan pada 2005 itu bukannya tanpa risiko. Apalagi, waktu itu pendapatan terbesar berasal dari bisnis konsultan komunikasi, ladang bisnis yang justru ditutupnya. Indrawan, yang kini menjabat sebagai Direktur Kubik Training & Consultancy, mendirikan perusahaan ini bersama dua rekannya, Jamil Azzaini dan Farid Poniman, pada 1999.
Setelah terseok-seok, Indrawan akhirnya berhasil membawa Kubik menjadi perusahaan konsultan dan pelatihan SDM termahal di Indonesia, pilihan utama korporat. Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Danamon, CIMB Niaga, BTN, Indosat, Elnusa, Astra, Trakindo, SMART, Samudera Indonesia, Dexa Medica, Kompas Gramedia, Indonesia Power, Sucofindo, United Tractors dan Good Year adalah beberapa nama dalam daftar klien Kubik. “Kami bahkan terpaksa menolak klien, karena kami membatasi satu hari paling banyak hanya menangani 3-4 pelatihan,” ungkap kelahiran Surakarta 8 November 1976 ini.
“Target kami go international,” kata ayah tiga anak yang meraih gelar Bachelor of Commerce dari The University of Melbourne, Australia, dan Magister Psikologi Terapan dari Universitas Indonesia. Tahun ini, Indrawan menargetkan Kubik membuka cabang di Kuala Lumpur. “Dalam pelatihan, hanya ada tiga: konten, delivery, dan impaknya. Kami mencoba unggul di ketiganya,” ayah tiga anak yang hobi mendesain, bermain musik, dan fotografi ini menandaskan.
Wini Angraeni
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.