Â
Genap dua puluh pada September tahun ini Nelly Husnayati berkiprah di dunia asuransi. Ketertarikannya bermula sejak awal ia masuk Manulife pada 1990. Saat itu ia bergabung di kantor Medan dan Manulife sendiri hanya memiliki 200 agen serta 12 cabang. “Saat saya awal bekerja, dunia asuransi tidak dilirik,†ujar kelahiran 15 September. Keinginannya untuk menaikkan citra asuransi jiwa di mata masyarakat membuatnya total berkecimpung di Manulife Indonesia.
Â
Sebelum menjadi Executive Vice President & Chief Operating Officer Manulife Indonesia, Nelly pernah menjabat sebagai CAO (Chief Agency  Officer), serta board of director. “Saya memulai karier di Manulife dari bawah,†ungkapnya. Dengan begitu, Nelly sudah menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa di dunia asuransi seseorang dapat berkarier dengan baik. Dengan posisinya saat ini, Nelly bertanggung jawab untuk memastikan operation berjalan sesuai dengan standar yang ada. “Operation sama dengan pelayanan. Intinya adalah bagaimana meningkatkan pelayanan tersebut untuk user,†tuturnya.
Â
Dalam menjalani kariernya di dunia asuransi, tentunya banyak sekali suka dan duka yang dirasakan oleh Nelly. “Dukanya saat ditolak oleh nasabah. Tapi duka itu diubah menjadi tantangan dan peluang,†ia memaparkan. “Sukanya adalah sebaliknya. Saat nasabah merespon apa yang kami tawarkan,†Nelly menambahkan..
Â
Bagi Nelly, dukungan keluarga sangat penting bagi karier. Tanpa mengesampingkan peran keluarga, ibu dari Taufik (22) dan Syukri (20) ini juga mengatakan pendapatnya bahwa integrasi dan disiplin sangatlah penting untuk karir. “Dalam diri sendiri kita juga harus membuat komitmen untuk bekerja,†kata lulusan Universitas Sumatera Utara ini. Pendidikan formal di bangku kuliah dijadikannya bekal untuk menjadi profesional. Namun, Nelly menambahkan, pendidikan formal tersebut dapat dijadikan alat untuk menguji kemampuan. Selebihnya, ia sendiri belajar di lapangan sambil berkarir.
Â
Prestasi terbesar yang pernah diraihnya adalah saat ia mendapatkan penghargaan Star of Excellent pada 2002 di Kanada. “Penyerahan penghargaannya dilakukan oleh CEO Manulife global,†tuturnya. Selain itu, Nelly pun berhasil meningkatkan jumlah agen yang pada awal 2002 jumlahnya masih sekitar 2.000an dan di akhir tahun lalu jumlahnya sudah lebih dari 4.700 agen.
Â
Satu hal yang sangat ia pelajari dalam karirnya di Manulife Indonesia adalah mengenai leadership. “Saya berusaha menjadi leader yang dapat mempengaruhi agen serta karyawan saya agar mereka memiliki sense of belonging terhadap perusahaan,†paparnya. Menurutnya, dengan jabatan sekecil apapun, mereka akan dapat mengembangkan kariernya dengan baik dan mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. “Yang terpenting adalah bagaimana orang mau bekerja, bukan bagaimana orang harus bekerja,†tandasnya. Target istri dari Nugroho Hinuri ke depan adalah bisa mengembangkan kinerja agar lebih baik lagi dari yang sudah berjalan.
