Rini Hapsari, sarjana antropologi dari Universitas Indonesia, rupanya lebih senang menggeluti bidang perbankan dan teknologi informasi. Sepanjang kariernya, ia lebih banyak bersentuhan dengan dua bidang itu. Sebelum bergabung dengan Jatis Solutions, ia mengawali karier di Bank Bali (1999-2001). Setelah itu, kelahiran Jakarta 7 November 1977 ini ke Bank Lippo. Selama tiga bulan di Divisi Pengembangan Produk, Rini bertugas membuat produk, layanan, kolateral pemasaran & merek, sehingga cabang-cabang Bank Lippo VIP Banking ini bisa memasarkan produk investasi alternatif yang dibuat Rini di kantor pusat.
Pada 2004, pemilik moto always eager to learn a lot of new things itu berlabuh di Bakrie Telecom. Ia bertanggung jawab membuat payment gateway bagi pelanggan Esia. Contohnya, ia menciptakan pembayaran tagihan bulanan dan voucer lewat ATM Mandiri dan Permata Bank. Rini juga menciptakan paket bundling dengan beberapa divisi kartu seperti BNI dan Permata. Hal seperti ini boleh dibilang pencapaian hebat mengingat kariernya yang hanya 6 bulan di Bakrie. Toh, Rini tak pernah menganggap hal itu sebagai prestasinya. “Ini hanya bagian dari perjalanan karier yang bisa saya bagi dengan orang lain,†tutur Rini yang hobi berenang.
Haus akan tantangan yang lebih berat, ibu Dinda Putri ini akhirnya meniti karier di Jatis Solutions. “Saya harus pandai dalam banyak hal seperti business wealth management dan TI. Saya harus mampu menciptakan banyak produk investasi baru lagi untuk target 2010,†ungkap Rini yang sejak tahun lalu dipercaya Jatis memegang posisi Kepala Divisi Produk Avantrade. Tanggung jawabnya tak hanya mengontrol bisnis, tetapi juga pengembangan produk, penjualan & prapenjualan, sampai proses delivery dan maintenance pelanggan.
