Rocky Sugih
Lulusan Seni dan Desain Grafis California State University, Northrider, AS, ini mengawali karier di Intikeramik pada 2003. Kala itu, ia memegang bagian logistik dan pemasaran di kantor perwakilan AS. Dirasa sudah cukup berpengalaman, tahun 2005 ia ditarik ke Jakarta sebagai Manajer Produksi untuk menangani riset dan pengembangan. Tantangannya saat itu, terus mengembangkan pasar Essenza yang notabene sudah menjadi pemimpin pasar di Indonesia. “Sulit melihat Essenza mau dikembangkan ke mana lagi. Untuk itu, dituntut kreativitas, berpikir lebih cepat untuk adaptasi dan menyesuaikan (produk) dengan permintaan pasar,†katanya. Ia pun lantas melirik pasar ekspor.
Rocky mengakui, awalnya tak mudah mengenalkan Essenza ke pasar mancanegara. Pasalnya, ketika berbicara tentang keramik, perhatian dunia pasti tertuju pada produk Eropa, terutama Italia. Intikeramik pun menggeber berbagai kegiatan promosi, termasuk event pameran kelas dunia untuk mengenalkan produk asli Indonesia ini. Hasilnya cukup memuaskan, 40 negara pernah dimasuki Intikeramik. “Sudah tidak terlalu sulit lagi memperkenalkan Essenza ke mancanegara karena sudah dikenal,†ujar pehobi golf kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1978 ini. Ke depan, Intikeramik akan lebih banyak memperkuat pasar di kawasan Asia Pasifik.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.