Seng Hoo Ong
Tahun 2003, Seng mudik ke Indonesia, menerima tawaran temannya bergabung di Grup Charoen Phokphand. “Saya masuk grup strategic planning, menangani keuangan korporat dan pengembangan bisnis,” kata pehobi bermain sepak bola dan golf serta memetik gitar ini. Meski sebagai profesional, Seng masih menyempatkan diri berinvestasi di bidang restoran, sebagai investor pasif di beberapa resto milik Grup Ismaya seperti Blowfish, Dragonfly dan Sushi Groove. Seng juga membiakkan dananya di sejumlah bisnis properti, tapi sayang, ia enggan menjelaskannya lebih rinci. “Saya berkonsentrasi sebagai profesional dan hanya menjadi investor pasif di kedua bidang itu karena meyakini bahwa fokus dan ketetapan hati sangat diperlukan untuk sukses,†ujarnya.
Terkait identitas kewarganegaraannya, Seng hanya menyebut dirinya sebagai bagian dari Indonesian-Chinese family. Pasalnya, kedua orang tuanya lahir di Indonesia. Ayahnya beserta keluarga pergi ke Singapura ketika masih kecil. Namun, sang ayah (ketika dewasa) kembali ke Indonesia untuk berbisnis. “Ibu sama seperti saya, lahir dan besar di Indonesia,†ungkapnya.
Eddy Dwinanto Iskandar
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.