Warman sempat tak percaya saat banyak investor yang mau memercayakan dananya untuk dipinjamkan ke proyek berbasis industri kreatif. “Saya sampai harus menolak investor karena belum ada proyek baru yang datang,†katanya. Keinginan Warman untuk menjadikan industri kreatif di Indonesia semakin maju dan bisa mandiri juga didorong keprihatinan karena banyak proyek di bidang iklan, konser musik, film dan industri kreatif lainnya yang terkendala modal kerja di awal proyek. “Sulit mengandalkan lembaga keuangan konvensional karena mereka (industri kreatif – Red.) membutuhkan kecepatan waktu,†ujar lulusan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Memulai karier sebagai penyiar radio di Prambors Jakarta, kelahiran 2 Februari 1980 ini banyak bergelut dan berkenalan dengan orang yang beraktivitas di industri kreatif. “Daripada investasi di tanah tapi tidak likuid, atau di saham tapi risiko tinggi, lebih baik di proyek industri kreatif yang nyaris bebas risiko,†ia berujar. Dalam dua tahun ke depan, Warman ingin menjadikan perusahaannya sebagai penghubung antarindustri kreatif agar bisa saling membantu.