Dunia gadget dan gaming merupakan salah satu minatnya. Pria lulusan University of Technology Sydney ini mengisi perjalanan kariernya dengan menempati posisi sebagai manajer marketing di sejumlah perusahaan elektronik atau gadget terkemuka. Sebut saja Toshiba, Lenovo, dan kini di Dell Indonesia. Willy yang kini menjabat sebagai marketing manajer Dell consumer Indonesia ini mengaku senang bekerja di salah satu vendor komputer terbesar asal Amerika Serikat “Saya bisa mengamati improvement yang dilakukan oleh berbagai perusahaan TI, misalnya Intel atau Linux,†katanya.
Selepas kuliah, kelahiran 18 April 1975 ini memang pernah bekerja di IDC (International Data Center) Indonesia sejak 2001 hingga 2002. Ketika itulah ia mengenal beberapa perusahaan TI dan menjalin networking dengan orang-orang dari perusahaan TI tersebut. “IDC itu kan research company jadi lebih banyak angka-angka. Saya tidak terlibat dengan real action-nya. Jadi saya memutuskan untuk pindah ke Toshiba,†ujarnya.
Ketika masuk di Toshiba, posisinya langsung menjadi manajer pemasaran. Saat bekerja di perusahaan tersebut, ia kurang merasakan banyak tantangan karena memang brand image Toshiba yang sudah besar. Dengan kondisi seperti itu, Willy tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti ketika memasarkan produknya. Berbeda dengan di Lenovo, tempat ia bekerja setelah Toshiba, yang saat itu merupakan brand baru. Salah satu prestasi yang membuat Ayah dari Justin (4,5) dan Clarissa (2,5)Â ini merasa bangga adalah saat Lenovo secara perlahan menjadi brand yang mulai diperhitungkan.
Dukungan orang tua Willy sangat berpengaruh hingga saat ini “sampai sekarang orang tua lah yang banyak membantu saya terutama untuk mencapai pendidikan dan apa yang telah saya raih saat iniâ€Suami dari Magdalena Tanudjadja ini sempat berpikir untuk berpindah haluan pekerjaan ke bidang consumer goods. “Tapi saya lihat saya belum cukup pengalaman di bidang yang saya tekuni sekarang dan masih banyak yang bisa saya gali. Selain itu salah satu cita-cita saya untuk membangun brand besar belum tercapai, dan saya ingin mewujudkannya di Dell,†ungkap Willy menutup perbincangan.
