Home » Headline » Yeni Fatmawati: Menentukan Prioritas itu Penting

Yeni Fatmawati: Menentukan Prioritas itu Penting

 

Mengurus empat function dalam satu divisi bukanlah perkara mudah. Apalagi dalam function tersebut terdapat beberapa bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Namun semua itu berhasil dilakoni dengan baik oleh Yeni Fatmawati, Corporate Affairs and Legal Director PT Sari Husada, yang telah lima tahun menangani beberapa function dalam divisinya. ”Di bawah saya itu ada empat function yakni legal & compliance, corporate communication, CSR,dan yang baru masuk tahun ini adalah regulatory affair,” tuturnya.

 

Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung pada 1994, Yeni sebenarnya ingin menjadi seorang diplomat. Namun niat itu ia urungkan dan akhirnya sesuai dengan jurusan yang telah dipilihnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang pengacara. Karier pertamanya dimulai di Tumbuan Pane Law Firm di bilangan Gandaria. ”Di sana cuma tiga bulan, lalu dilanjutkan di Hadiputranto Hadinoto and Partners selama kurang lebih 7,5 tahun,” tutur perempuan berambut pendek ini.

 

Dengan jabatan terakhir sebagai Senior Associate Lawyer, kelahiran 5 Januari 1971 ini memutuskan untuk keluar dengan pertimbangan kedua anaknya yang masih kecil. ”Di HPP itu sering pulang pagi,” katanya. Sebenarnya ada beberapa pilihan yang hendak diambilnya ketika itu, pertama adalah membuka konsultan hukum sendiri atau mencari pekerjaan di tempat lain. Yeni pun akhirnya pindah ke Coca Cola Indonesia dan menghabiskan waktu di perusahaan tersebut selama dua setengah tahun. Sebelum akhirnya berpindah ke Sari Husada, Yeni juga sempat bekerja di GE Finance selama setahun kurang. ”Saya berpindah-pindah terus,” ucapnya sambil tertawa.

 

Pertama kali masuk Sari Husada, perusahaan tersebut masih berbentuk public company. ”Waktu pertama masuk jadi Corporate Affairs. Di Sari Husada masih banyak masalah, misalnya beberapa masalah manajemen,” papar ibu dari Rayhan (11) dan Naura (9). Karena kondisinya yang demikian, Yeni menjadi tertantang dan ikut ambil bagian dari kemajuan perusahaan. ”Ini semacam prestasi juga ya, misalnya create new department, menerapkan tata kelola sistem perusahaan yang baik, bersama manajemen mengubah culture perusahaan, sukses go private, pegang CSR tadinya tidak ada yang pegang,” Yeni menjelaskan.

 

Salah satu bagian terpenting yang ditangani Yeni yakni CSR. Sewaktu bekerja di Coca Cola Indonesia, ia juga bergabung dengan Coca Cola Foundation yang menangani masalah serta proyek sosial. ”Saya senang ngerjain proyek sosial. Berusaha untuk maping dan focusing. Tadinya cuma pegang legal, bikin standar prosedur, sama policy contract, sekarang juga merencanakan kegiatan CSR yang berkesinambungan bukan hanya sebagai eksekutor,” tuturnya. Kegiatan CSR Sari Husada terbukti cukup berhasil, ditandai dengan sejumlah penghargaan yang dietrimanya sejak 2006 hingga saat ini. Di antaranya adalah mendapatkan MDGs Award untuk kategori 5 dari MetroTV dan UNDP pada 2007, Danone Innovation Award dari kategori social and environment pada 2008, dan yang terbaru adalah Platinum Award dari Menkokesra untuk MDGs kategori 5, bagi program Srikandi Sari Husada.

 

Yeni sangat mengandalkan kekompakan dan komunikasi dalam timnya. Bagi perempuan yang sempat menghabiskan masa kecilnya di Aceh ini, teamwork itu penting. ”Saya punya tim. Kekuatan dan perbedaan cara berpikir sangat penting untuk dikomunikasikan. Verbal is powerful,” imbuhnya. Dengan komunikasi itu pula Yeni berusaha menghargai dan mengapresiasi anggota timnya. ”

saya merasa tim saya lumayan solid. ”Penghargaan dan pengakuan itu penting sehingga orang termotivasi. Not only because of money,” kata Yeni lagi.

 

Diakui Yeni, selain teamwork, yang juga penting bagi kesuksesan kariernya adalah passion. ”Orang harus punya passion untuk enjoy bekerja dan tahu apa yang dikerjainnya itu adalah sesuatu yang mempunyai arti,” tukasnya. Menurutnya, dimanapun seseorang bekerja harus mampu menjadi ambassador dari perusahaan tersebut. Yeni sendiri adalah seseorang yang sangat menyukai bekerja. Menurutnya, tantangan terberat dalam pekerjaannya adalah masalah waktu. Salah satu cara yang dilakukan Yeni untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan membuat prioritas. Selain itu, tantangan lain datang dari pekerjaan yang dibebankan kepadanya. ”Saya ngerasa setiap dikasih kerjaan akan saya coba,dan itu tantangan buat saya,” ungkapnya.

 

Di balik kesuksesan Yeni, terdapat dukungan keluarganya. Suami dan kedua anaknya memberikan dukungan penuh untuk kariernya. ”Pastinya ngga bisa sampai seperti gini kalau tidak ada dukungan dari keluarga. Inilah yg memacu saya untuk bekerja lebih baik. Anak, suami, dan keluarga dekat adalah motivasi dan inspirasi buat saya bekerja,” Yeni menerangkan. Ia pun selalu meminta doa kepada sang ibu setiap kali hendak bepergian atau melakukan pekerjaan penting. Menjadi wanita karier dan ibu rumah tangga secara bersamaan bukanlah hal yang mudah. Untuk itulah lagi-lagi Yeni menerapkan penyusunan prioritas untuk mengatasinya. ”Saya berusaha banget.benar-benar bisa menentukan mana yang kira-kira penting atau engga untuk hidup kita,” kata penyuka puisi dan travelling ini.

 

Perempuan yang juga hobi bercocok tanam ini selalu berusaha untuk menambah wawasan dan mengetahui sesuatu yang baru dengan membaca buku. ”Saya tidak suka membaca novel, tetapi lebih kepada buku-buku motivasi dan pengetahuan,” ujarnya. Dengan bekal yang dimiliki tersebut, ke depannya Yeni akan terus mengembangkan kariernya. ”I love to learn and grow,” tegas Yeni. Meskipun apa yang didapatkan sekarang bukanlah hal yang direncanakannya, namun Yeni berusaha untuk menekuni apa yang telah diraihnya. ”Apapun yang kita jalani adalah pilihan kita dan kita bukan berkata, ”aku harus begini” tetapi, ”ini yang kita pilih, harus kita tekuni”,” tandasnya.

SHARE SOCIAL MEDIA

Tags: ,
Category: Headline, Profile  |  Comment (RSS)  |  Trackback

3 Comments

  1. RAHMAT says:

    selamat dan sukses ya.. mba

  2. purwanto says:

    Selamat Yeni semoga tambah sukses

LEAVE A REPLY


two × = 6