APLN Pasarkan Vimala View, Apartemen Premium di Pegunungan

Perusahaan pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kini merambah penjualan apartemen di pegunungan, yakni Kondominium Vimala View. Untuk pertama kalinya, APLN membangun hunian jangkung di kawasan pegunungan, setelah sebelumnya banyak meraih sukses memasarkan unit-unit apartemennya di perkotaan, di mana hunian vertikal di Indonesia biasanya dibangun di kota-kota sebagai solusi atas semakin sempitnya lahan rumah tapak.

Vimala Maket

APLN telah lebih dari 47 tahun berkontribusi membangun negeri melalui properti, namun baru di Vimala View ini, untuk pertama kali APLN membangun hunian jangkung di kawasan pegunungan di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut,” kata Agung Wirajaya, AVP Strategic Marketing Residential APLN.

Vimala View terletak kawasan Gadog, Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kondominium ini berada di dalam kawasan terpadu Vimala Hills & Resort. Kawasan seluas 100 hektar yang di dalamnya selain kondominium, juga dibangun 11 klaster hunian tapak Vimala Hills Villa & Resort yang berisi 600 villa dan resort, dan hotel bintang 5 Pullman. Sebuah destinasi wisata pegunungan sekaligus tempat tinggal berkelas resort bintang lima. Kawasan terpadu ini bisa ditempuh sekitar 10 menit dari pintu Tol Ciawi, atau sekitar 30 menit ditempuh dari Jakarta.

Konsepnya ini adalah apartemen resort atau kondominium. Hidup di kondominium tidak sekadar untuk bertempat tinggal, tetapi lebih untuk menikmati kenyamanan gaya hidup, relaksasi, dan refreshment. Makanya dibangun di ketinggian, agar penghuni bisa mendapatkan udara segar alami dan view alam pegunungan yang menyejukkan. Sehingga, AC jarang sekali dinyalakan kondominium ini, karena udara di ketinggian 700 meter sudah dingin,” Zaldy Wihardja, General Manager Vimala View, menambahkan.

Kondominium Vimala View menempati area seluas 2 hektar, terdiri dari 2 tower apartemen dengan bangunan jangkung tipe rendah (low rise), setinggi 10 lantai dan 2 lantai basement, dan jembatan penghubung kedua tower. Kedua tower berisi 500 unit kondominium yang bersebelahan dengan bangunan Hotel Pullman. Fasilitas dan layanan di dalam kondominium dijanjikan dikelola dengan kualitas dan standard manajemen hotel bintang lima Pullman. Menawarkan unit kondominium tipe studio seluas 44 meter persegi yang dijual mulai dari sekitar Rp 1,2 miliar yang merupakan tipe termurah. Juga tersedia tipe dua kamar tidur seluas 55 meter persegi, dan tipe 3 kamar tidur seluas 75 meter persegi.

Sebagai hunian di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, 360 derajat mata memandang, akan dijumpai pemandangan hijau alami, dengan latar pegunungan Gede Pangrango, Gunung Salak, dan Gunung Geulis. Kabut tipis akan menghampiri setiap pagi dan sore, menciptakan suasana romantis yang sulit ditemukan di lokasi lain di Puncak. Sangat cocok untuk destinasi liburan paling eksklusif.

Beragam fasilitas mutakhir melengkapi kondominium Vimala View, seperti inner court, taman resort dengan kolam koi, area terbuka dipuncak tower untuk melihat pemandangan luas, barbeque area, kolam renang eksklusif, pusat kebugaran, taman bermain anak, dan lintasan jogging. Kondominium ini terletak di dalam kawasan terpadu Vimala Hills yang didalamnya terdapat taman bunga, taman rusa, taman kelinci, hutan tropis, kolam pemancingan, outbound park, camping ground, dan pusat kuliner berkelas.

Menurut Zaldy Wihardja, jika segmen pasar Vimala Hills Villa & Resort ditujukan bagi para pasangan mapan yang telah berusia 55 tahun keatas, kondominium Vimala View lebih ditujukan bagi pasangan muda usia 35 – 55 tahun.

Kalau untuk tujuan investasi, sangat menguntungkan. Karena selain nilai jual unit kondominium terus naik, harga sewanya terus meningkat. Rata – rata kenaikan nilai jual unit kondominium Vimala View 10 – 15 persen per tahun. Sedangkan jika disewakan sekitar Rp 3,5 juta – 5 juta per malam. Di hari kerja (weekdays) rata-rata penyewanya para corporate dari Jakarta yang sedang mengadakan pelatihan atau internal meeting di Puncak,” ujarnya. Zaldy juga memperkirakan penjualan 500 unit kondominium di pegunungan ini akan segera ludes tidak sampai setahun sejak dibuka akhir tahun lalu. “Kini 60 persen sudah terjual,” tambah Zaldy.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)