Strategy

Dua Strategi Kementerian Investasi Tarik Investor ke Indonesia

Kepala BKPM atau Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat konferensi pers capaian investasi tahun 2022. (Dok Youtube BKPM)

Pemerintah berhasil mencapai target investasi tahun 2022 senilai Rp 1.200 triliun. Di tahun 2023, pemerintah menargetkan jumlah investasi masuk ke Indonesia sebanyak Rp 1.400 triliun. Untuk menarik investor masuk, Kementerian Investasi melakukan sejumlah formulasi strategi.

Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan cara pertama adalah jangan menjadi bossy (suka memerintah atau menjadi bos). Artinya, kalau selama ini investor yang mencari kita, sekarang kita yang mencari investor.

“Kami Kementerian ini tidak boleh jadi bossy. Kita urus mereka (investor), kita kawal mereka dengan promosi yang baik. Setelah promosi yang baik, kita yakinkan kepada mereka tentang perizinan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang ditayangkan Youtube BKPM, dikutip Sabtu (28/01/2023).

Menurut Bahlil, siklus investasi itu adalah promosi, meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang tepat dan surga bagi investasi. Setelah itu mengawal perizinannya, lalu mengawal financial closing, mengawal investor secara end to end dalam realisasi investasi, bahkan hingga proses produksi.

“Kita yakinkan mereka tentang feasibilty study dari bisnis itu, kemudian kita kawal mereka sampai dengan perizinan, sampai dengan financial closing. Kalau dibutuhkan (menerbitkan) surat dari pemerintah untuk memberikan jaminan, berikutnya bagaimana kita kelola mereka konstruksi. Jadi setiap tahapan itu negara harus hadi,” kata Bahlil.

Cara kedua untuk menarik investor berinvestasi di Indonesia adalah tidak mempersulit dan jangan membuat gerakan tambahan. Kemudahan investasi adalah kunci target investasi itu terwujud. Untuk memudahkan, dibutuhkan inovasi dan aturan yang memudahkan investasi.

“Dulu saya selalu mengatakan begini ‘urus izin (investasi) di RI itu hanya Tuhan, dan yang tukang ketik surat, dan yang tukang tanda tangan surat yang tahu. Sekarang kita sudah pakai OSS (Sehingga lebih mudah mengurusnya),” ujar Bahlil meyakinkan.

Bahlil melanjutkan, target investasi sebesar Rp 1.200 triliun tercapai itu karena efek dari UU Cipta Kerja. “Kita tidak bisa bohongi itulah. Biar sebagian orang mengatakan apa dampaknya? Ini dampaknya bos, memang dulu kalian bisa begini? Dampak dari UU Cipta Kerja itu betul-betul mempunyai efek domino yang luar biasa, baik investor asing maupun investor dalam negeri,” ucap Bahlil menegaskan.

Bahlil menjelaskan, strategi itu tidap perlu digemborkan dan dibuka secara blak-blakan. Karena bisa ditiru negara lain. “Kue investasi itu kecil. Uang beredar di dunia itu kecil dan semua negara rebutan,” ucap Bahlil.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved