Management Trends

Menelusuri Pola Kerja Sektor Logistik di Asia Tenggara

Ilustrasi logistik. (dok EV)

Masalah biaya logistik yang tinggi telah melanda dunia sejak pandemi Covid-19. Kawasan Asia Tenggara tidak luput dari dampaknya. Pengeluaran yang tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pasokan dan permintaan, ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, yang diperparah oleh lonjakan inflasi, dan beberapa faktor lainnya.

Meski demikian, sektor logistik di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan luar biasa, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pondasi makroekonomi positif seperti pertumbuhan populasi dan kelas menengah yang semakin meningkat. Reportlinker mengungkapkan, market value sektor logistik diproyeksikan US$55,7 miliar pada tahun 2025, mencerminkan laju pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 5,5% selama periode proyeksi 2018-2025.

Jordy Tenka, Investment Professional East Ventures mengungkapkan, untuk memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang, sektor logistik berubah dengan memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah rantai pasokan. Perubahan ini menguntungkan semua bagian dari rantai pasokan yang dibagi menjadi tiga lapisan: first mile, middle mile, dan last mile.

Pengiriman first mile bertujuan untuk mengirimkan produk dari suatu lokasi awal (pabrik atau pemasok) ke lokasi lain, biasanya gudang pusat. Di mana produk tersebut dipersiapkan untuk pengiriman selanjutnya.

“Sebagai ilustrasi, Anda telah memesan satu botol sabun mandi online. Setelah botol-botol sabun diproduksi dan siap dikirim, rantai logistik dimulai ketika pelaku first mile seperti Waresix (perusahaan logistik) hadir untuk menangani pengiriman dan pergudangan secara efisien. Pada fase ini, botol-botol sabun mandi diangkut dalam skala besar menggunakan truk-truk Waresix ke gudangnya,” katanya.

Setelah botol-botol sabun mandi tiba di pusat distribusi, dia menambahkan, Waresix mengirimkan produk ke distributor, gudang lokal dan lebih kecil, serta toko ritel di mana Anda dapat membelinya. Perusahaan di middle mile mengoptimalkan pergerakan barang antara titik distribusi, dengan fokus pada efisiensi biaya, waktu transit yang lebih cepat, dan efektivitas keseluruhan rantai pasok. Untuk memastikan produk seperti sabun mandi sampai ke tempat-tempat berbeda.

Terdapat berbagai jenis fungsi logistik di middle mile seperti angkutan (freight) dan kargo, logistik berbasis teknologi, penyedia gudang dan fulfillment, logistik e-commerce. Semua ini ada pada kelompok middle mile meski operasinya berbeda-beda.

Angkutan (freight) dan kargo penting dalam segmen pengiriman middle mile karena melibatkan pengiriman barang dalam volume besar antara pusat distribusi, pusat regional, atau pergudangan. Penyedia logistik angkutan dan kargo menghubungkan pengirim dengan perusahaan truk dan layanan pengangkutan barang atau menyediakan layanan tersebut sendiri.

Perusahaan logistik berbasis teknologi menyediakan visibilitas data real-time untuk memantau pergerakan barang, mulai dari pengirim hingga titik akhir, baik itu gudang, toko, atau pelanggan akhir. Selain mengatasi keterlambatan di berbagai titik, fungsi ini juga mendukung proses procurement yang lebih baik, meningkatkan efisiensi dan perencanaan rantai pasok secara keseluruhan, serta mengatasi masalah di lapangan dan risiko penipuan.

Penyedia pergudangan dan fulfillment mendapatkan momentum lebih besar seiring dengan peningkatan volume pesanan di Indonesia dan Asia Tenggara. menyediakan layanan pergudangan dan fulfillment di middle mile seperti Beberapa perusahaan yang Waresix, Sirclo dan Praktis.

Banyak penjual e-commerce menghadapi kesenjangan teknologi yang besar antara penyedia pengiriman dan penyedia gudang, sehingga mempersulit bisnis mereka. Perusahaan logistik seperti Biteship menyederhanakan pengiriman menggunakan pendekatan 4PL, menghubungkan 3PL dengan penjual e-commerce.

“Biteship menangani pengambilan barang, manajemen lokasi dan stok, dan menyediakan mini-fulfillment untuk bisnis online. Biteship berintegrasi dengan penyedia layanan pengiriman terkemuka di Indonesia melalui Application Programming Interface (API),’ ucapnya.

Setelah Waresix mengirim sabun mandi ke titik transit terakhir, baik itu ke gudang penjual atau fulfillment center, Paxel mengambil alih untuk tahap terakhir, mengantarkan sabun mandi ke alamat Anda. Last mile adalah tahap paling kompleks, karena terdapat berbagai tujuan mulai dari pelanggan individu hingga toko ritel. Dengan jumlah kargo yang lebih kecil, banyak layanan khusus di last mile untuk memastikan pesanan Anda sampai ke pelanggan akhir.

“Layanan kurir express memiliki peran penting dalam pengiriman paket yang tepat waktu dan aman di last mile. Contoh Paxel adalah perusahaan logistik berbasis aplikasi yang menyediakan pengiriman dalam satu hari ke berbagai kota Indonesia, menggunakan algoritma dalam pemilihan rute. Perusahaan menyediakan model relay dan sistem loker pintar untuk meningkatkan efisiensi, mencakup rute antar dan dalam kota untuk layanan instan dan dalam satu hari,” ungkapnya.

Selain pembagian tersebut ada juga layanan logistik rantai dingin (cold chain). Layanan ini merupakan proses rantai pasok khusus untuk produk yang membutuhkan lingkungan suhu yang terkontrol dan konsisten sepanjang perjalanan, seperti es krim, produk mudah rusak, produk susu, bahan kimia dan farmasi.

Perusahaan logistik rantai dingin di first mile umumnya adalah perusahaan besar. Mereka mengangkut barang yang sensitif terhadap suhu dari produsen ke fasilitas penyimpanan dingin, dengan truk yang dipantau ketat untuk kontrol suhu. Fasilitas penyimpanan dingin biasanya berupa gudang besar dilengkapi dengan infrastruktur rantai dingin yang canggih dan terletak di pinggiran kota.Pada middle mile, barang yang sensitif terhadap suhu tersebut dipindahkan dari satu fasilitas penyimpanan dingin ke fasilitas fulfillment center lainnya, atau pengecer.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved