Financial Report

Laba Bersih Xiaomi Melonjak Jadi Rp591,3 Triliun

Laba Bersih Xiaomi Melonjak Jadi Rp591,3 Triliun

Xiaomi Corporation membukukan pendapatan mencapai 271,0 miliar RMB sepanjang 2023. Sementara laba bersih melonjak 126,3% menjadi 19,3 miliar RMB atau setara dengan Rp591,3 triliun (kurs 2.182,13). Lonjakan signifikan laba bersih ini menandai tingkat profitabilitas tertinggi kedua sejak Xiaomi menjadi perusahaan terdaftar.

Presiden Xiaomi Lu Weibing mengatakan, sepanjang tahun 2023, pihaknya terus menerapkan strategi operasional utamanya yang menekankan skala dan profitabilitas secara bersamaan. Tahun tersebut juga menjadi awal dari implementasi peningkatan strategi perusahaan, yang dikenal sebagai 'Human × Car × Home'.

Pada 2023, Xiaomi telah mengirimkan sekitar 145,6 juta unit smartphone secara global, dengan pendapatan tahunan dari penjualan smartphone mencapai 157,5 miliar RMB atau setara dengan Rp343,6 triliun dan margin laba kotor sebesar 14,6%.

Menurut Canalys, Xiaomi berhasil mempertahankan posisi No. 3 dalam pengiriman smartphone global selama tiga tahun berturut-turut. Pada kuartal keempat tahun 2023, pengiriman global smartphone Xiaomi meningkat menjadi 40,5 juta unit, naik sebesar 23,9% YoY.

Pengiriman smartphone Xiaomi berada di peringkat tiga besar di 51 negara dan wilayah secara global, serta berada di antara lima besar di 65 negara dan wilayah di seluruh dunia. Secara khusus, Xiaomi menduduki peringkat No. 2 di Timur Tengah, dan peringkat No. 3 di Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara, dengan pertumbuhan pangsa pasar yang signifikan di semua wilayah ini.

Menghadapi persaingan pasar yang ketat, Xiaomi juga terus memperkuat inovasi teknologinya dan memasuki pasar smartphone premium. Di pasar China, lebih dari 20% dari total pengiriman smartphone Xiaomi untuk tahun ini adalah smartphone premium (model dengan harga eceran pada atau di atas 3.000 RMB atau setara dengan Rp6,5 juta.

Sementara itu, pendapatan dari produk IoT dan gaya hidup Xiaomi mencapai 80,1 miliar RMB, dengan margin laba kotor mencapai 16,3%. Jumlah perangkat IoT yang terhubung (tidak termasuk smartphone, tablet, dan laptop) pada platform AIoT Xiaomi mencapai 739,7 juta ataumeningkat 25,5% YoY. Monthly Active Users (MAU) dari Mi Home App Xiaomi juga tumbuh menjadi 85,8 juta pada Desember 2023.

Perusahaan ini juga terus memperluas skenario smart living. Menurut All View Cloud, pada 2023, pengiriman TV Xiaomi masuk dalam lima besar secara global. Peralatan rumah tangga pintar juga menunjukkan momentum pertumbuhan penjualan yang tinggi, dengan pendapatan meningkat hampir 40% YoY.

Adapun pengiriman tablet global Xiaomi melebihi 5 juta unit, meningkat lebih dari 50% YoY, dengan pengiriman tablet di pasar luar negeri meningkat dua kali lipat YoY. Di sektor produk wearables, Xiaomi mempertahankan posisi terdepan. Menurut Canalys, pada 2023, pengiriman smart band Xiaomi berada di peringkat kedua baik di pasar China maupun di pasar global, sedangkan pengiriman buds berada di peringkat kedua di pasar China.

Pada tahun 2023, layanan internet Xiaomi mencapai rekor tertinggi dalam pendapatan dan margin laba kotor, dengan pendapatan layanan internet mencapai 30,1 miliar RMB atau Rp65,6 triliun dan margin laba kotor layanan internetnya mencapai 74,2%. Dengan memanfaatkan jejak globalnya, Monthly Active Users (MAU) Xiaomi secara global dan di pasar China (termasuk smartphone dan tablet) masing-masing mencapai 641,2 juta dan 155,6 juta.

Dalam kemitraan globalnya, Xiaomi menerapkan pendekatan terbuka yang memungkinkan potensi monetisasi bisnis. Pada 2023, pendapatan dari layanan internet di luar negeri meningkat 24,1% YoY menjadi 8,4 miliar RMB. Ini mencapai rekor tertinggi dan menyumbang 28,0% dari total pendapatan layanan internet Xiaomi.

Dengan upaya terus menerus dalam mengoptimalkan efisiensi di seluruh platformnya, pendapatan iklan Xiaomi mencapai 20,5 miliar RMB atau meningkat 11,2% YoY. Jumlah pengguna aktif dan pengguna berbayar dari game dalam bisnis Xiaomi terus bertambah, mendorong pendapatan dari game mencapai 4,4 miliar RMB atau meningkat 7,0% YoY.

Xiaomi pun memperkenalkan tujuan barunya untuk 2020‒2030 dengan komitmen yang kuat untuk investasi berkelanjutan dalam teknologi inti dasar. "Biaya penelitian dan pengembangan kami mencapai 19,1 miliar RMB (Rp41,6 triliun) atau meningkat 19,2% YoY. Kami memiliki 17.800 personel R&D, yang setara dengan 53% dari total karyawan perusahaan," ungkap Lu.

Pada 28 Desember 2023, Xiaomi merilis produk EV pertamanya, yaitu seri Xiaomi SU7, dalam acara Xiaomi EV Technology Launch. Acara tersebut menampilkan lima teknologi inti Xiaomi EV, yang menjadi tonggak keberhasilan dalam langkah baru perusahaan. Bisnis EV serta inisiatif baru lainnya mengalami peningkatan hingga mencapai 6,7 miliar RMB atau setara dengan Rp14,6 triliun.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved