Rayakan Ulang Tahun, Mal Ini Donasikan 1.000 Buku

Menandai ulang tahunnya yang ke-7,  mal Grand Indonesia akan merayakan dengan kegiatan sosial menyumbang buku melalui Mini Library Project. Menurut Dinia Widodo, Assistant Manager Public Relation Grand Indonesia, pihaknya menargetkan akan menyumbang 1.000 buku . Donasi berasal dari para konsumen yang memberikan 10 buku dan ditukar dengan Teddy dari Teddy House yang dipakikan kalung keberuntungan.

Dinia Widodo, Assistant Manager Public Relation mal Grand Indonesia (tengah) Dinia Widodo, Assistant Manager Public Relation mal Grand Indonesia (tengah)

Selain menyumbangkan buku konsumen juga bisa menyumbang dalam bentuk uang sebesar Rp 100.000. Apabila buku yang dikumpulkan tidak mencapai target, maka pihak mal akan menambahkan dari dari uang donasi yang ada. Untuk itu, mal seluas 250,000 meter persegi ini bekerjasama dengan yayasan Aulia. Yayasan ini sudah memiliki berbagai daerah dampingan yang membutuhkan sumbangan buku. Kawasan tersebut berada di sekitaran wilayah Jakarta dengan 7 daerah dampingan.

Pada tahun sebelumnya, pihak mal juga melakukan kerja sama dengan Yayasan Aulia untuk menyumbangkan 1.000 buku di daerah yang berbeda.  Selain dengan kegiatan sosial ulang tahun juga dirayakan dengan pegelaran musik di tanggal 27, 28, dan 29 Mei 2016. Selain itu, akan dilakukan peragaan busana yang bekerja sama dengan berbagai tenant, seperti Uniqlo, Forever21, Cotton On, Central, dan Seibu. Acara spring fashion show ini sendiri akan dilaksanakan di tanggal yang sama. Keseluruhan rangkaian acara selalu berkaitan dengan musik, fesyen, dan dan belanja, karena elemen ini mereupakan bagian yang penting dalam setiap momen yang diadakan mal dengan lebih 350 tenant ini.

Selain itu, agar lebih mudah diingat konsumen, bagian logo pun sedikit banyak dilakukan perubahan. Salah satunya dengan mengubah font huruf tulisan Grand Indonesia diubah untuk menghasilkan kesan segar dan fresh. Penyebutan Gran Indonesia  Shopping Town diubah menjadi Grand Indonesia saja, diakuinya hal ini agar memudahkan konsumen dalam penyebutan nama mal. Konsep ini sendiri sudah dimulai sejak 2 tahun yang lalu, namun perubahannya dilakukan secara pelan-pelan.

Hal ini karena banyak perubahan yang harus dilakukan, building identity misalnya. Juga, proses rebranding membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dengan 2.2 juta pengunjung setiap bulannya, Dini berharap agar angka tersebut bisa bertambah dengan berbagai pertunjukan tersebut. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)