8COMMERCE Siap Fasilitasi Brand Masuk ke E-Commerce dengan Mudah dan Hemat Biaya

Dilihat dari pertumbuhannya, pasar e-commerce di Indonesia sangat pesat. Data dari statista.com, diprediksi pada tahun 2017 jumlah pembeli online di Indonesia mencapai 40.4 juta. Sementara data dari CLSA, tahun lalu saja dari 22,5 juta pengguna internet, 48% nya adalah pembeli di online (digital buyer) dan 17% nya bertransaksi lewat mobile.

Sementara survey 8Commerce (baca juga : laporan gaya belanja online orang Indonesia lintas generasi) terhadap 300 responden masyarakat urban di Jabodetabek baru-baru ini menyimpulkan anak muda urban di Jabodetabek sangat senang jika brand kesayangan mereka muncul di platform online. Alasan mereka memutuskan untuk membeli brand kesayangan di online karena biasanya selisih harga brand di online cenderung lebih murah dari pada jual di ritel.

Sebagai pendaya e-commerce (e-commerce enabler) untuk brand, 8Commerce hadir menjawab segala kebutuhan proses tranformasi brand dari offline ke online. 8Commerce fokus pada layanan e-commerce terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir, yang disiapkan dengan matang untuk menjawab berbagai kebutuhan pelanggan di revolusi digital saat ini.

8Commerce sendiri lahir dari Linc Group, salah satu perusahaan lokal rantai pasokan terintegrasi di Indonesia sejak 2001. Sebagai bagian dari PT Lautan Luas Tbk, Linc Group berpengalaman dan menguasai sektor logistik, transportasi, perkapalan, jasa ekspor-impor dan liquid terminal. Melihat perkembangan e-commerce di Indonesia, Linc Group melebarkan sayap bisnisnya lewat bendera 8Commerce.

“Melihat peluang besar di e-commerce, permintaan yang tinggi akan jasa profesionalisme di logistik e-commerce, maka sebagai pemain profesional di supply chain, kami pikir kesempatan tersebut tidak bisa kami lewatkan. Apalagi pemain di ranah ini masih sangat sedikit, dan dapat dipastikan kami adalah satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di logistik e-commerce,” jelas CEO 8Commerce Ronny Ritongadi. Tambah Ronny, ada banyak brand sudah establish atau yang sudah eksis dan ekpansif memiliki toko offline di berbagai wilayah di Indonesia bahkan dunia. Tetapi, meski produk dari brand tersebut banyak disukai konsumen, terkenal dan jelas eksistensinya, banyak dari mereka yang hanya fokus pada di channel konvensional.

Ronny Ritongadi, CEO 8Commerce Ronny Ritongadi, CEO 8Commerce

“Nah, untuk masuk ke ranah e-commerce, tidak hanya IT system dan design online store yang perlu disiapkan, tetapi juga operasional toko, fulfillment, dan aktifitas digital marketing-nya. Kebanyakan dari brand owner tidak memiliki resources untuk menangani order satuan dan pengirimannya,” tambah Ronny. End to End Logistik E-Commerce Seperangkat layanan end to end logistik e-commerce terintegrasi disiapkan oleh 8Commerce. Mulai dari e-commerce developer, pergudangan e-commerce (e-fulfillment), logistik sampai pengiriman. Ada juga layanan pemasaran digital yang mencakup online paid marketing dan organic marketing. 8Commerce juga menyediakan layanan operasional toko online dan platform multi-channel management.

“Multi-channel management yang kami sediakan memudahkan brand yang mau masuk ke e-commerce lewat e-retailers yang sudah besar di Indonesia, seperti Lazada, Blibli, Elevenia, Mataharimall, tokopedia dan lain-lain. Apa yang dimudahkan? Hampir semuanya. Dari sisi inventori persediaan yang terintegrasi, setting harga, proses order sampai status order yang real time. Di multi-channel management, semua channel online brand akan bekerja terintegrasi, mulai dari e-retailers, toko online si brand sendiri, atau channel jualan online lainnya,” kata Ronny. Untuk layanan multichannel management, sampai tahun ini 8Commerce hanya mematok harga 1.5juta untuk 3 e-retailers per bulan.

Sementara e-fulfillment mulai Rp 2.095 per piece. Kelebihan lainnya untuk logistik e-commerce, 8Commerce juga fleksibel menyesuaikan kebutuhan brand yang ingin terjun ke e-commerce. Sementara untuk pergudangan e-commerce, Ronny menjelaskan lokasi e-commerce fulfillment centers yang disediakan 8Commerce terdapat di lokasi strategis di 7 kota di Indonesia dengan Ronny Ritongadi, CEO of 8Commerce. total keseluruhan lahan seluas 85 ribu m2. E-fulfillment center 8Commerce ada di area Jabodetabek, Semarang, Bandung, Surabaya, Palembang, Medan, dan Pontianak.

8Commerce 8Commerce

Tidak berhenti di infrastruktur semata, 8Commerce juga serius dalam menjaga standarisasi global kinerja perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya ISO 9001 untuk standardization of process, ISO 14001 untuk environment protection dan OHSAS 18001 untuk occupational health and safety. Saat ini, 8Commerce memfasilitasi beberapa brand ternama di bisnis yang berbeda dengan menangani ratusan order per hari dari berbagai macam produk seperti elektronik, mainan, buku, suplemen, fashion dan FMCG. Ke depan, Ronny menargetkan 8Commerce menjadi pemain terbesar di Indonesia untuk logistik e-commerce dalam 3 tahun dan terbesar di Asia Tenggara dalam 5 tahun.

Hadirnya 8Commerce bisa menjadi jawaban bagi para pemilik brand untuk melancarkan proses transformasi bisnis offline ke online. Saat ini 8Commerce sudah bermitra resmi dengan perusahaan besar seperti IBM, Microsoft, GCI dan Etobee. Untuk info lebih lanjut, bisa.langsung buka www.8commerce.com.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)