Inilah Para Jawara Indonesia Best eMark Award 2016

Untuk kedua kalinya, perhelatan “Indonesia Best eMark Award 2016” kembali digelar oleh Telkom University berkerja sama dengan Majalah SWA-Business Digest. Program tahunan tersebut adalah ajang untuk menjaring perusahaan-perusahaan terpilih yang sukses meningkatkan kinerja bisnis mereka berkat pengelolaan sekaligus pemanfaatan Information & Communication Technology (ICT) secara tepat, cerdas, dan efesien di bidang marketing dan penjualan.

Ada empat tujuan utama dari program “Indonesia Best eMark Award 2016”. Pertama, mengetahui dan memperoleh feedback terkait penerapan dan pemanfaatan sistem ICT di bidang marketing dan penjualan.

E-mark

Kedua, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja bisnis berkat pengelolaan dan pemanfaatan ICT secara tepat, cerdas, dan efisien di bidang marketing dan penjualan.

Ketiga, memberikan inspirasi dan role model bagi perusahaan-perusahaan lain untuk penerapan dan pemanfaatan sistem ICT di bidang marketing dan penjualan yang baik. Keempat, mendorong penerapan sistem ICT di bidang marketing dan penjualan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Pada perhelatan kali ini, ada 28 perusahaan yang menjadi peserta. Kepersertaan mereka dilakukan dengan dua pendekatan, yakni partisipatif (perusahaan aktif melakukan pendafataran) dan non partisipatif (direkomendasikan oleh sejumlah pakar/praktisi ICT). Para peserta tentu saja harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim juri guna menjadi finalis.

Dari 28 peserta di tahun ini, penyelenggara telah mengelompokkannya menjadi lima kategori. Yaitu, kategori Transportasi & Logistik, eCommerce, Lembaga Keuangan Non-Bank, Lembaga Keuangan Bank, serta Jasa & Produksi.

“Indonesia Best eMark Award 2016” adalah salah satu rangkaian dari kegiatan akbar Ulang Tahun Telkom University yang ke-3 di tahun ini. Rektor Telkom University Prof. Ir, Mochamad Ashari, M.Eng., ph.D mengatakan bahwa sejak diresmikan pada 3l Agustus 2013 lalu, Tel-U memiliki visi menjadi perguruan tinggiberkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis Teknologi Informasi.

"Kami sadar sepenuhnya bahwa tujuh fakultas yang ada memiliki potensi yang sangat kuat untuk menjadi modal dalam mewujudkan visi dan misi tersebut. Keberagaman latar belakang budaya serta modal ilmu pengetahuan yang dimiliki Telkom University, sejatinya dapat meningkatkan daya saing nasional,” lanjut Rektor.

Perhelatan Ulang Tahun Telkom University ke-3 ini dikemas lewat kegaitan “Bandung ICT Expo dan ANJA 2016”. Ya. usai sukses menggelar Bandung ICT Expo 2015, tahun ini Telkom University (Tel-U) kembali menggelar perhelatan serupa. Tahun ini, acara yang digelar di Bandung itu mendapatkan respon lebih tinggi, lantaran acara Bandung ICT Expo 2016 digabungkan denganacara Apresiasi Jaringan Akses (ANJA)--yang juga acara tahunan yang digelar oleh PT Telkom Indonesia.

Dikatakan Ketua Pelaksana Ulang Tahun ke-3 Tel-U Dr. Dida Diah Damayanti, acara Bandung ICT Expo dan ANJA 2016 merupakan puncak acara dari Ulang Tahun ke-3 Tel-U, yang bertema “Digital Industries for Cultural and Natural Wisdom to Enhance Nation Competitiviness”.

Acara yang berlangsung selama tiga hari pada pertengahan Oktober di Bandung itu dibuka langsung oleh Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, ph.D. “Tujuan acara ini adalah untuk menjadi sarana dalam memberikan pemahaman, wawasan, dan membuka kesempatan untuk berkolaborasi di bidang ICT,” terang Dr. Dida.

Sementara itu, setelah melalui penilaian tim juri, maka dari 28 peserta “Indonesia Best eMark Award 2016” telah terpilih para jawara sebagai berikut:

FIF Group

Di tengah tren penjualan motor yang cenderung menurun, FIF Group harus jeli melihat setiap peluang yang ada. Termasuk, menciptakan inovasi dan improvement atas sesuatu yang belum ada atau memaksimalkan proses bisnis melalui ICT. “Demi mencapai visi ‘Menjadi Pemimpin Industri yang Dikagumi secara Nasional’, kami harus melakukan diferensiasi product dan service FIF Group,” ujar Ricky Gunawan, IT Division Head FIF Group.

Ada tiga aplikasi yang diterapkan FIF, yakni E-Commerce Mentimun, FIF Group Mobile Customer, dan FIF Group Mobile Dealer. “Secara garis besar, aplikasi yang diterapkan tersebut membantu FIF Group menjangkau pangsa pasar baru di remote area, memberikan excellence service, dan added value kepada existing customer maupun new customer. Termasuk, kepada dealer selaku partner utama FIF Group,” tegasnya.

Hasilnya? Mentimun E-Commerce dan FM Customer mengalami peningkatan order sebesar 90% sejak awal dirilis hingga tiga bulan kemudian. Sedangkan FM Dealer, sudah digunakan oleh sebanyak 93% dari total keseluruhan dealer FIF Group. Bahkan, tahun ini, FIF Group sanggup terpilih sebagai pemenang Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Lembaga Keuangan Non Bank.

Citilink

Industri penerbangan merupakan industri yang high risk, high investment, dan high skill. Ketatnya persaingan, menurut VP Information Technology Citilink Achmad Royhan, membuat perusahaan harus benar-benar memahami bagaimana mengelola perusahaan dengan baik. ICT pun bisa menjadi salah satu jawabannya.

“Sistem ICT yang diterapkan pada Citilink adalah menitikberatkan pada CRS (Customer Relationship Management), di mana customer experience menjadi target yang harus kami capai. Misalnya, memberikan suatu layanan informasi berupa data dan campaign tools, yang bekerja sama dengan tim bisnis kami. Dengan demikian, tim bisnis Citilink dapat menentukan langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja bisnis,” lanjutnya.

Diakui Achmad, sebelumnya cara komunikasi Citilink dengan semua pelanggan dilakukan secara acak dan tidak beraturan. Namun, sejak diterapkannya aplikasi CRM, maka komunikasi dilakukan secara terstruktur dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan customer. Alhasil, tahun ini Citilink terpilih sebagai pemenang Indonesia Best eMark Award 2016 kategori transportasi dan logistik.

e_mark1

BNI

Perkembangan bisnis perbankan saat ini, diakui General Manager Marketing Communication BNI Grace Pong Samma, sedang menuju digital banking. Itu artinya, nasabah dimungkinkan untuk menikmati layanan perbankan di mana saja, dan kapan saja, utamanya melalui gadget.

Adalah#ASK BNI, salah satu jenis ICT yang diterapkan BNI. Dikatakannya, #ASK BNI membantu BNI untuk memberikan informasi produk/layanan kepada nasabah secara cepat dan relevan melalui mekanisme Direct Message (DM) di Twitter. Dengan demikian, nasabah tidak perlu repot-repot datang ke kantor cabang atau menelepon petugas call center.

Hasilnya, jumlah pengguna #ASK BNI sejak Januari 2016 hingga September 2016 telah mencapai 900 orang. Itu menunjukkan bahwa masyarakat menanggapi terobosan itu dengan positif. Selain itu, tahun ini BNI terpilih sebagai pemenang Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Lembaga Keuangan – Bank.

Prodia

ICT sejatinya memiliki peranan yang penting dalam industri kesehatan, termasuk bagi Prodia. Dijelaskan Reskia Dwi Lestari Marketing Communication Manager Prodia, sistem ICT dapat membantu proses di dalam laboratorium, mulai dari registrasi pelanggan sampai dengan analisis pemeriksan, serta hasil yang akurat dan cepat.

Salah satu sistem yang diterapkan Prodia adalah CRM (Customer Relationship Management) dengan proyek Victoria. “Semua modul yang ada, kami gunakan. Antara lain, sales, marketing, dan service. Ada juga third application yang di-interface-kan dengan CRM, baik melalui portal ataupun social media. Dengan demikian, memudahkan kami untuk mengetahui kebutuhan customer,” lanjutnya.

Hasilnya, sistem CRM Victoria membuahkan hasil. Dijelaskan Reskia, jika dulu pencatatan dilakukan manual, kemudian dimasukkan dalam komputer, untuk selanjutnya digabung dan diolah guna mendapatkan analisa; maka dengan sistem baru, aktivitas marketing dapat diketahui secara real time dan keterkaitan terhadap customer lebih pasti. Berkat penerapan sistem CRM Victoria, tahun 2016 ini, Prodia pun terpilih sebagai pemenang Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Jasa & Produksi.

e-mark e-mark3

OLX

Dipaparkan Marketing Project Manager OLX, Chrismartin Hanandito Satrio, untuk menghadapi ketatnya persaingan di industri eCommerce, maka OLX harus sangat memahami apa yang dikehendaki oleh user dan kebiasaan rakyat Indonesia. “Intinya, kami harus dapat hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Bagi manajemen OLX, ICT merupakan dasar dari bisnis iklan baris OLX Indonesia. Selain itu, system aplikasi OLX adalah system yang terkait komunikasi dan customer service, yang dapat membantu menjawab keluhan dan pertanyaan konsumen dalam durasi waktu yang telah ditetapkan. Antara lain melalui call, message, ataupun bertemu langsung untuk menyelesaikan problem jual beli.

Lantas apa dampak sistem ICT bagi OLX? Dijawab Satrio, “Share of Voice OLX dibanding brand lain meningkat. Bahkan, relasi kami dengan para user sangat baik. Selain itu, tahun ini OLX terpilih sebagai pemenang Indonesia Best eMark Award 2016 kategori eCommerce.”

BTN

Dunia perbankan saat ini sedang berproses menuju digitalisasi keuangan. Melalui digitalisasi keuangan, maka inovasi produk dan fitur yang dihadirkan oleh perbankan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah.

Dijelaskan Dopo Lastiyomo, Digital Banking Division Head BTN, BTN sebagai bank yang saat ini menguasai pangsa pasar KPR, perlu melakukan inovasi dalam proses yang terkait dengan pra dan pasca realiasasi KPR. Oleh karena itu, BTN memanfaatkan sistem ICT berupa kombinasi manfaat Virtual Account dan Cash Management System (CMS) bagi debitur KPR dan developer. Sistem ICT tersebut untuk membantu pengelolaan keuangan dan memberikan

Efeknya, penggunaan CMS yang didominasi oleh developer tercatat tinggi. Selain itu, tercipta juga perputaran uang yang cukup tinggi dari penggunaan fitur Virtual Account dan aplikasi CMS. “Dampak lain dari penggunaan kombinasi antara Cash Management System (CMS) dan Virtual Account adalah jumlah account Giro meningkat sebesar 8% dan saldo Giro meningkat sebesar 21%,” tandasnya.

Bahkan, sistem ICT tersebut membuat BTN terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Lembaga Keuangan – Bank di tahun ini.

Astra Aviva

Bisnis asuransi jiwa merupakan bisnis yang memiliki potensi besar dan mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu, menurut Head of IT Astra Aviva Ronny Tan, didasari fakta bahwa baru sedikit rakyat Indonesia yang terlindungi oleh asuransi. Demi menjawab tantangan itu, maka Astra Aviva memutuskan untuk memanfaatkan ICT.

Adalah Aplikasi ICT iProsper dan AOL (Astra Aviva Online) yang diterapkan Astra Aviva. Aplikasi tersebut, lanjutnya, untuk mendukung aktivitas penjualan, antara lain pengelolaan prospek dan aktivitas pascapenjualan seperti pemantauan polis setelah diterbitkan dan pengelolaan data nasabah. “Dalam skala yang lebih besar, aplikasi ini juga memberikan kontribusi dari sisi data dan analisis. Sebagai contoh data trend penjualan, analisa trend atas produk yang banyak diminati oleh Nasabah, yang dapat digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan strategis bagi bisnis,” ucapnya.

Diakui Ronny, hasilnya proses penjualan asuransi berhasil dipersingkat dengan media teknologi yang lebih interaktif, kesalahan penginputan data dapat diminimalisir, tenaga penjual dapat mengirim kelengkapan dokumen, penyampaian informasi dan komunikasi antara tim back office dan tenaga penjual berlangsung lebih optimal, tenaga penjual dapat memantau kinerja dan performa dirinya beserta timnya, tim manajemen dapat menerima laporan dengan mudah secara real time. Berkat sistem ICT itupun, tahun ini, Astra Aviva mampu terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Lembaga Keuangan Non Bank.

e-mark

BPJS Ketenagakerjaan

Seiring dengan bertransformasinya PT Jamsostek (Persero) menjadi BPJS Ketenagakerjaan—yang sebelumnya merupakan PT Persero (BUMN)--maka program yang dikelola pun berubah. Salah satu cara untuk meningkatkan layanan adalah dengan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas organisasi, terutama dari sisi ICT. Diyakini Reomie, Penerapan sistem TIK memang sangat mendukung sekaligus menopang strategi perusahaan agar mampu meraih keunggulan operasional.

Guna mendukung aktivitas bisnis, pemasaran, dan penjualan BPJS Ketenagakerjaan, ada dua pendekatan yang dimanfaatkan terkait ICT. Pertama, Pendekatan Personal Services. Yakni, pelayanan berbasis ICT ketika calon peserta atau peserta berinteraksi langsung dengan kanal BPJS secara fisik. Kedua adalah Pendekatan Self-Services. Yaitu, pelayanan berbasis ICT yang dilakukan secara mandiri, dimana peserta atau calon peserta dapat melakukan sendiri seluruh seluruh aktivitas mereka yang berhubungan dengan pendaftaran, pembayaran iuran, klaim, dan informasi BPJST Ketenagakerjaan—seperti Smart Kiosk, BPJSTK Mobile, dan BPJSTKU Portal.

Hasilnya, terjadi simplifikasi dan digitalisasi bisnis proses, kemudahan dan peluasan kerja sama dengan mitra, serta kualitas pengelolaan data behaviour peserta dan informasi yang valid, reliable, comply, dan integrity. Berkat sistem ICT itu, tahun ini BPJS Ketenagakerjaan terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 untuk kategori Lembaga Keuangan Non Bank.

Petrokimia Gresik (PKG)

Kustomer adalah elemen utama dari sukses-tidaknya sebuah perusahaan. Oleh karena itu, memahami kebutuhan customer merupakan salah satu kunci perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya. Tanpa terkecuali Petrokimia Gresik (PKG).

Demi menjawab kebutuhan customer-nya, PKG menerapkan sistem webcommerce yang terintegrasi dengan alamat sip3.petrokimia-gresik.com. Sistem tersebut memfasilitasi distributor dan konsumen untuk melakukan proses transaksi. Sistem webcommerce tersebut dapat digunakan secara online dan real-time oleh para customer, sehingga sangat berguna dalam memudahkan proses transaksi penjualan kepada customer PKG.

“Dengan sistem ICT, kami dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada customer. Dengan demikian, kami dapat meningkatkan kepercayaan customer maupun customer loyalty. Dampak lainnya, nilai piutang jatuh tempo mampu turun, kemampuan menebus distributor lebih besar dengan suntikan modal yang lebih besar,” yakinnya. Selain itu, tahun ini, Petrokimia Gresik pun terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Jasa & Produksi.

OCBC NISP

Sekarang ini, tantangan bisnis dunia perbankan adalah teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan mencakup hampir semua aspek aktivitas nasabah, diyakini Executive Vice President OCBC NISP David Formula, dunia perbankan dituntut untuk melahirkan suatu produk yang “berbau” teknologi.

Ada dua jenis ICT yang dilakukan OCBC NISP. Pertama, ICP (Integrated Customer Portfolio) atau beberapa bank menyebutnya dengan CRM (Customer Relationship Management). Sistem tersebut memampukan bank untuk melihat portfolio nasabah dari sisi lending dan funding serta mengidentifikasi product apa saja yang telah dimiliki oleh customer serta product apa saja yang belum dimiliki oleh customer. Kedua, New Velocity (Internet banking Corporate) yang dikembangkan oleh tim internal. Melalui aplikasi tersebut, semua product dan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di Indonesia tersedia secara langsung.

Hasilnya? Dijawab David, dengan sistem ICP, terjadi kenaikan volume yang dibooked sebesar Rp 1,29 rriliun (per Mei 2016), kenaikan referral 154% dari Desember 2015 – Mei 2016, dan proses untuk referral mengalami kenaikan 73% dari staff network dan 27% dari non network staff. Berkat penerapan sistem ICT itu, tahun ini OCBC NISP terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Lembaga Keuangan Bank.

AirAsia

Tahun ini AirAsia terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori transportasi dan logistik. Bagi AirAsia, ICT merupakan salah satu tulang punggung dalam mengembangkan bisnis.

Pada proses penjurian, AirAsia memperkenalkan inovasi layanan e-boarding pass, self-bag tag, dan auto bag drop sebagai upaya meningkatkan pengalaman terbang pelanggan dengan harga yang terjangkau.Seluruh inovasi yang kami lakukan membawa dampak positif secara tidak langsung terhadap sales serta menguatkan posisi kami sebagai airline of choice di mata publik. Kami melihat peningkatan load factor yang signifikan sejak diluncurkannya inovasi ini. Load factor kami pada Q2 tahun 2016 meningkat sebanyak 10% dibandingkan dengan Q2 tahun 2015,” terang Head of Marketing AirAsia Yohanes.

Bahkan, secara operasional, melalui inovasi itu AirAsia juga dapat menghemat hingga Rp 700 juta per tahunnya dari biaya cetak kertas. AirAsia juga berhasil meraih penghargaan dari gelaran World Travel Awards 2015. AirAsia juga mampu meraih penghargaan sebagai “Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia” selama delapan tahun berturut-turut pada ajang Skytrax World Airline Awards 2016 pada Juli lalu.

Urbanindo

Era digital rupanya turut mempengaruhi industri properti di Indonesia. Terbukti, saat ini tak sedikit properti online (termasuk situs properti online) hadir meramaikan industri properti di Tanah Air. Dikatakan Tondi Nugraha Siregar, Traffic Specialist Urbanindo, tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan pasar properti online adalah agar bisnis properti tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali saja, tapi juga bisa mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

Untuk itu, sistem ICT yang dikembangkan Urbanindo adalah sebuah situs yang beralamat di www.urbanindo.com. Pada situs tersebut, imbuh Tondi, penjual properti bisa memasang iklan secara gratis. Para pembeli pun bisa mencari properti berdasarkan kriteria yang diinginkan dengan bantuan fitur pencarian properti mutakhir.

Apa dampak yang diperoleh dari sistem ICT tersebut? Dijawab Tondi, metode pemasaran konvensional yang sebelumnya digunakan, seringkali membuat proses jual beli properti berlangsung cukup lama. “Dengan adanya sistem ICT yang kami kembangkan, proses ini bisa disederhanakan, sehingga tidak memakan waktu yang terlalu lama,” yakinnya.

Berkat sistem ICT yang diterapkannya itu, tahun ini Urbanindo terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori eCommerce.

NCS

Pesatnya pertumbuhan bisnis eCommerce merupakan salah satu pemicu meningkatnya jasa kurir atau pengiriman di Indonesia. Demi menjawab perkembangan bisnis tersebut, dikatakan IT & Network Director NCS Nanang Rohyat, dibutuhkan ICT dari segi Infrastruktur maupun non infrastruktur.“Hal itu untuk memenuhi tuntutan customer akan kecepatan pergerakan barang dan kecepatan informasi mengenai pengiriman, yang notabene akan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan,” ucapnya.

Pada program “Indonesia Best eMark Award 2016” kali ini, NCS menampilkan aplikasi “Manifest Reconcile Control” (MRC). Aplikasi MRC tersebut memiliki fungsi untuk mencatat atau merekam secara elektronik pergerakan kiriman.

Dengan kehadiran aplikasi MRC, menurut Nanang, ada sejumlah dampak siginifkan yang diperoleh perusahaan. Pertama, aplikasi MRC dapat meminimalisir komplain yang masuk, dari 0,1% ke 0,07%. Kedua, komplain mengenai informasi pergerakan barang menurun hingga 50%. Ketiga,terciptanya percepatan respon atau tanggapan dari 1-2 hari menjadi 1-5 jam, terutama untuk wilayah yang relatif jauh. Keempat, biaya komunikasi melalui pesawat telepon maupun telepon genggam menurun hingga 40%. Tahun ini, NCS juga terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori transportasi dan logistik.

Pan Brothers

Tahun ini Pan Brothers terpilih sebagai salah satu pemenang Top 3 Indonesia Best eMark Award 2016 kategori Jasa & Produksi. Sukses tersebut tak lepas dari upaya Pan Brothers dalam menerapkan sistem ICT. Diungkapkan GM Information & Technology Pan Brothers Edo K. Hartono, data yang tersedia dari ICT memudahkan bagian perencanaan dan kontrol produksi untuk merencanakan alokasi produksi, ketersediaan bahan dan sumber daya, serta memonitor rencana sekaligus mengambil keputusan strategis jika terjadi perubahan.

Untuk itu, Pan Brothers menerapkan ICT dalam sistem Supply Chain-nya. Langkah itu, dikatakan Edo, dapat membantu menyelesaikan ketersediaan bahan baku produksi, rencana produksi yang dinamis, meningkatkan produktivitas, efesiensi biaya, hingga membantu rencana pengiriman produk ke pelanggan mancanegara.

Hasilnya, kini manajemen Pan Brothers lebih mudah memonitor bisnis proses lewat aplikasi supply chain, termasuk memudahkan pengambilan keputusan berdasarkan data daripada intuisi bisnis belaka. “Semua lini bisnis mempunyai data yang sama yang diambil dari sistem supply chain. Dibandingkan sebelumnya, setiap bagian menyimpan data mereka tersendiri,” akunya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)