Beli Satelit, PSN Gelontorkan Dana US$ 200 Juta

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melakukan pembelian satelit dari pihak Boeing Satellite Systems International dengan nilai investasi sekitar US$ 200 juta. Satelit yang diberi nama PSN VI itu rencananya akan mulai beroperasi awal tahun 2017.
pasifik satelit nusantara
“Jadi, kami ingin mengatakan bahwa satelit ini merupakan satu tambahan kekuatan untuk Indonesia yang akan dilaksanakan oleh PSN,” terang Adi Rahman Adiwoso, Presiden Direktur PSN, seusai acara penandatanganan kontrak pembelian satelit antara PSN dengan Boeing, di Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Kebutuhan Indonesia akan kapasitas satelit untuk jaringan komunikasi suara, data, internet broadband, dan distribusi video sangat besar. Maklum, negara republik ini bentuknya kepulauan sehingga sulit untuk dijangkau oleh jaringan infrastruktur terestrial, seperti dengan fiber optic. Kebutuhan yang besar tidak diimbangi dengan ketersediaan yang cukup. “Total general pasar satelit mungkin hampir US$ 250 juta satu tahun,” kata dia.

Alhasil, kata Adi, para pengguna satelit banyak yang sudah menyewa dari luar negeri. “Sekarang ini, Indonesia itu memakai sekitar 220-230 transponder, sedangkan penyediaan di Indonesia itu paling banyak sekitar 130-140 transponder. Jadi, kita menyewa dari luar itu 80 transponder. Dan tiap tahun, Indonesia itu memerlukan tambahan kapasitas,” terang dia.

“Sehingga kalau kami mengisi dengan kapasitas ini langsung dua hal, yaitu kami dapat tambahan kapasitas, bisa mengambil alih yang disewa ke luar negeri atau untuk perkembangan. Karena kami sendiri, dari internal PSN saja, kami sekarang sudah pakai 22 kanal. Dan, tiap tahun, kami menambah kira-kira 3-4 kanal,” ujar Adi, melanjutkan. Karena itu, PSN berpandangan, pembelian PSN VI ini sebagai jawaban terhadap kebutuhan Indonesia.

Dia pun mengatakan, “Total investasi (pembelian satelit) sekitar di bawah US$ 200 juta.” Terkait pembiayaan untuk investasi itu, Adi menuturkan, “Pada dasarnya, PSN sudah mendapatkan komitmen equity sekitar 30 persen. Sisanya 70 persen akan dibayai oleh The Export Import Bank of The United States.”

Dia mengatakan, satelit ini akan meluncur pada pertengahan tahun 2016, dan beroperasi mulai awal tahun 2017. Satelit anyar ini mempunyai kapasitas transponder C dan Ku Band. Di mana C Band bakal digunakan untuk melayani kebutuhan distribusi video, cellular trunking, dan komunikasi data, sedangkan transponder Ku Band untuk melayani kebutuhan kapasitas satelit pada industri televisi berbayar. “PSN VI merupakan satelit keenam yang pernah dimiliki secara sendiri maupun bersama-sama dengan pihak lain,” ujarnya.

“Penggunaan seluruh teknologi terdepan ini merupakan cara memperkuat kemampuan PSN untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan motto “Expanding the Limit” yang menjadi panduan kerja perusahaan dalam mengembangkan produknya,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Targetkan Dana IPO Rp 37 Miliar, Asuransi Mitra Kembangkan Jaringan Pemasaran

PT Asuransi Mitra Maparya menawarkan sahamnya ke publik atau Initial Public Offering (IPO) guna memperkuat jaringan pemasarannya di Indonesia. Aksi...

Close