Finnet Memperkuat Bisnis Pembayaran Elektronik

Tren pembayaran elektronik (electronic payment/e-payment) berkembang pesat yang diantaranya disebabkan oleh penetrasi internet yang semakin melejit, penambahan jumlah pengguna telepon seluler, dan tingginya daya beli masyarakat. Hal ini membentuk ekosistem pembayaran non tunai yang mempengaruhi gaya bertransaksi masyarakat. Sebut saja, maraknya masyarakat berbelanja di toko dalam jaringan internet (e-commerce). Pemerintah memproyeksikan nilai transaksi toko online di tahun 2020 akan mencapai US$ 130 miliar serta akan mengerek sektor bisnis lainnya, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 57,89 juta.

BoD of PT Finnet Indonesia. Ki-Ka : Niam Dzikri (President Director), Syaiful Rahim (Director of Business & Services), Abdul Hadi (Director of Finance & Business Support), dan Erman Suherman (Director of Operations & Infrastructure)

BoD of PT Finnet Indonesia. Ki-Ka : Niam Dzikri (President Director), Syaiful Rahim (Director of Business & Services), Abdul Hadi (Director of Finance & Business Support), dan Erman Suherman (Director of Operations & Infrastructure)

Demi menangkap peluang bisnis itu, sejumlah perusahaan e-payment beroperasi di Indonesia, baik itu perusahaan global dan nasional. Salah satunya adalah PT Finnet Indonesia (Finnet), perusahaan nasional yang bergerak sebagai penyedia jasa pembayaran elektronik (electronic payment provider), yang berdiri pada 2005. Finnet adalah perusahaan patungan antara PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk/Telkom, sebagai pemegang saham pengendali (60%), dan Yayasan Kesejahteraan
Karyawan Bank Indonesia (40%).

Niam Dzikri, President Director of PT Finnet Indonesia

Niam Dzikri, President Director of PT Finnet Indonesia

Niam Dzikri, President Director of PT Finnet Indonesia, mengatakan pihaknya memiliki 3 portofolio bisnis, yaitu menyediakan agregrator pembayaran tagihan (bill payment aggregator), platform pembayaran elektronik (electronic payment platform), dan solusi pembayaran online (online payment solution). “Karena itu, jasa dan produk Finnet didukung oleh SDM yang kompeten dan profesional di bidangnya, memiliki infrasturktur link, network, switching, aplikasi dan data centre Grup Telkom serta dilengkapi dengan lisensi untuk compliance di industri payment,” ungkap Niam.
Kapabilitas Finnet di industri e-payment tak perlu diragukan lagi sebagai penyedia infrastruktur teknologi informasi, aplikasi dan konten sistem informasi serta transaksi keuangan bagi industri perbankan atau jasa keuangan lainnya. Tengok saja kemampuan Finnet per Agustus 2016 yang berhasil mengelola volume transaksi sebanyak 500 juta transaksi dan dana yang ditransaksikan senilai Rp 65 triliun. “Saat ini, Finnet telah terkoneksi ke 122 biller, 150 merchant, 84 channel bank dan ribuan channel non-bank,” sebutnya. Skema kemitraan antara Finnet dengan klien adalah bussines to bussines (B2B), bussines to bussines to consumer (B2B2C), dan bussines to consumer (B2C).

Mesin e-kiosk hasil kerja sama PT Finnet Indonesia dengan PT KAI.

Mesin e-kiosk hasil kerja sama PT Finnet Indonesia dengan PT KAI.

Finnet memberikan layanan berkualitas nomor wahid, aman dan dapat diandalkan. Keunggulan Finnet di bill payment aggregator, misalnya, menyediakan solusi pembayaran yang menghubungkan biller/merchant dengan pelanggan melalui berbagai saluran pembayaran. “Keunggulan kami di segmen ini terbukti dari pangsa pasar Finnet yang mencapai 60% di segmen bill payment aggregator,” Niam menerangkan. Sedangkan pangsa pasar Finnet di solusi pembayaran online sebesar 20%. Di segmen ini, Finnet mengintegrasikan sistem pembayaran untuk e-commerce ke berbagai source of fund seperti kartu debit, tunai, credit, dan e-money melalui internet payment gateway dan solusi e-commerce yang aman dan handal untuk pengembangan pasar khususnya segmen UKM. Adapun, pangsa pasar Finnet di segmen platform pembayaran elektronik masih embrionik.

Finnet memanjakan konsumen lantaran memegang lisensi electronic money (server base dan card base), menyediakan layanan settlement secara realtime pada Interbank Switching HIMBARA (Himpunan Bank-Bank Milik Negara), platform remittance, dan solusi e-government (e-tax). Untuk mempertahankan dominasinya di bisnis e-payment, Finnet mengembangkan produk atau model bisnis, diantaranya meluncurkan Finpay Link dan Finpay Inovice untuk menggarap e-commerce untuk segmen UKM, menyediakan 56 e-Kiosk bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) di 41 stasiun di Pulau Jawa, mewujudkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), menjadi saluran pembayaran mandiri (self service), cashless dan terkoneksi selama 24 jam, solusi e-tax di Papua dan Kalimantan Selatan guna memudahkan pemantauan dan penyetoran pajak hotel serta restoran secara online dan realtime. Klien Finnet lainnya adalah Grab, Pemerintah Kota Bekasi (smart city), MyTelkomsel, MyTelkom, blanja.com, Daarut Tauhid (Laznaz), ESQ 165 Ary Ginanjar, Bhinneka, Sriwijaya Air, atau Scoop.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Piaggio Indonesia Jual Motor di Dalam Mal

PT Piaggio Indonesia (PI), Agen Pemegang Merek (APM) dari empat merek legendaris asal Italia, Piaggio, Vespa, Moto Guzzi dan Aprilia,...

Close