Yeane Lim: Agresif Melebarkan Jaringan Denpoo di 2017 | SWA.co.id

Yeane Lim: Agresif Melebarkan Jaringan Denpoo di 2017

Saat kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, PT Denpoo Mandiri Indonesia malah makin agresif melebarkan jejaring. Memasuki 2017, Denpoo akan mengembangkan kantor cabangnya sehingga bisa mencapai 20. Pada 2016, Denpoo sudah memiliki lebih dari 10 kancab.

Memang, semenjak Yeane Lim didapuk menjadi CEO Denpoo dua tahun lalu, banyak kemajuan dan perubahan signifikan di perusahaan elektronik lokal ini. Ia menggantikan posisi ayahnya, Lim Tjen Hong, yang merupakan pendiri Denpoo.

Di bawah kepemimpinan Yeane, Denpoo semakin mengukuhkan dirinya sebagai produk elektronik nasional yang mampu bersaing dengan pemain elektronik global seperti dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Denpoo pun mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 20% pada 2016.

Bagaimana Denpoo bisa menjadi pemain lokal yang makin diperhitungkan? Berikut ini petikan wawancara Yeane dengan SWA.

Bagaimana langkah Denpoo sehingga bisa tetap tumbuh dan diminati di tengah industri elektronik yang saat ini penuh tantangan?

Di era globalisasi ini pastinya banyak pesaing, termasuk di dunia elektronik. Itu sebabnya, pengembangan produk ke daerah-daerah yang belum terjangkau sangatlah penting agar produk Denpoo lebih dikenal.

Menghadirkan produk yang berkualitas dengan memenuhi standar SNI dan standar-standar lain yang diterapkan pemerintah sangatlah penting. Hal tersebut agar para pembeli lebih merasa aman. Contohnya, AC Denpoo telah mendapatkan bintang 4. Semakin banyak bintang, semakin hemat energi menggunakannya.

Yeane Keet Lim

Yeane Keet Lim, CEO Denpoo

Sebagai CEO Denpoo, apa saja terobosan yang Anda dilakukan?

Terobosan yang dilakukan bisa ke level atas dan bawah dengan mengadakan mikro dan makro manajemen. Saya juga terjun langsung ke lapangan dan berkomunikasi dengan para promotor- sales Denpoo. Melalui grup WA, saya berkomunikasi dengan mereka sampai tengah malam untuk memberi motivasi dan pengarahan.

Saya rasa belum ada CEO yang sangat memperhatikan mereka di sela-sela kesibukannya. Saya menjuluki dan memanggil para promotor-sales sebagai “Tentara Denpoo”. Kalau tidak ada mereka, tidak ada Denpoo.

Bicara produk, inovasi produk apa saja yang sudah dipasarkan sehingga menarik minat konsumen? Produk elektronik apa saja yang jadi andalan saat ini?

Kami memasarkan DW 9893 Platinum, yaitu mesin cuci dua tabung yang dilengkapi dengan stainless stell diamond drum. Kini telah hadir dengan lima warna: merah, merah jambu, hijau, kuning dan emas. Mesin cuci ini dilengkapi penutup bagian atas yang terbuat dari tempered glass yang sangat kuat. Hal ini membuat tampilan mesin cuci ini menjadi mewah dan elegan.

Kemudian, ada DW 828 SG, mesin cuci yang di atasnya ada papan penggilasan sehingga sangat unik. Hanya Denpoo yang membuatnya.

Lalu, AC Denpoo telah hadir dengan model terbaiknya yang lebih ramah lingkungan dan sudah diakui Sucopindo sebagai AC dengan predikat hemat energi berbintang 4.

Dari segi promosi, apa saja yang dilakukan Denpoo?

Kami melakukan promo di koran-koran, antara lain Kompas. Lalu, juga aktif di media sosial. Kami memiliki Facebook Community dan akan mengembangkannya juga lewat Instagram. Promosi ini saya lakukan pula melalui kegiatan di asosiasi dengan membawa brand Denpoo agar brand ini didukung pemerintah, khususnya di Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

Bagaimana dengan sistem distribusinya? Ada berapa banyak jaringannya?

Tahun 2016 telah bertambah dua cabang kami, yaitu di Pekanbaru dan Banjarmasin, dan tahun 2017 kami akan buka delapan cabang lagi. Itu strategi kami punya cabang langsung sehingga kami bisa memberi servis yang lebih bagus lagi. Di 2017, targetnya menjadi 20 cabang.

Lalu, bagaimana kinerja Denpoo selama ini?

Tahun 2014 dan 2015 merupakan periode yang sulit sehingga banyak industri elektronik yang gulung tikar. Tetapi, Denpoo masih bertahan dengan pertumbuhan satu digit dan untuk di 2016, kami bisa tumbuh dua digit.

Ke depan, apa saja yang akan dilakukan? Apa targetnya?

Targetnya melebihi pencapaian sekarang. Dan, kami masih tetap mengharapkan pemerintah mendukung pemberantasan importir ilegal dan melakukan sidak pasar untuk barang elektonik yang tidak memenuhi syarat.

Bagaimana peta dan tren pasar elektonik saat ini dan ke depan? Seketat apa persaingannya dan berapa market size industri ini?

Bermain di dunia elektronik ini sangat ketat sekali persaingannya. Untuk market size industri ini, saya tidak ada datanya. Namun, tren pasar elektronik masih positif karena Indonesia merupakan pasar ke-3 paling besar. Kami juga mengharapkan agar Permendag 70/2014 dijalankan, di mana merek lokal di gerai modern harus mencapai 80%.(*)

Dede Suryadi

Twitter & IG : @ddsuryadi

Editor : Bernadeta Pintarti

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
TelkomGroup Pantau Kualitas Jaringan Telekomunikasi dan Layanan Pelanggan Menyambut Perayaan Pergantian Tahun 2017
TelkomGroup Pantau Kualitas Jaringan Telekomunikasi dan Layanan Pelanggan Menyambut Perayaan Pergantian Tahun 2017

TelkomGroup terus memantau kualitas jaringan dan layanan pelanggan untuk menciptakan kenyamanan saat pelanggan berkomunikasi menggunakan layanan data maupun suara. Kesiapan tersebut...

Close