Apresiasi CSR Award 2017 CFCD untuk Perusahaan dan Individu

Apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi dunia usaha dan lembaga dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility/Community Development melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat masih menjadi fokus Corporate Forum for Community Development (CFCD). Setelah tercatat beberapa kali menganugerahkan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai terbaik dalam menjalankan nilai-nilai sosial bagi masyarakat, di tahun 2017 ini CFCD kembali menyelenggarakan award di bidang CSR dan sustainable development.

Bertempat di Kirana Grand Ballroom, Hotel Kartika Chandra, Jakarta, CFCD menyelenggarakan ’Grand Launching Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) dan Indonesian Corporate Social Responsibility Awards (ICA) 2017. Dalam kesempatan tersebut Tri Harjono, Ketua Umum CFCD menyampaikan, launching ISDA dan ICA 2017 diselenggarakan untuk memperkenalkan pengembangan penilaian penyelenggaraan award dari kegiatan sebelumnya dan sebagai sarana berbagi informasi CSR/CD dan memperkuat jaringan antar pemangku kepentingan.

(kanan) Thendri Supriatno, Ketua Komite Penilai ICA

ISDA 2017 merupakan kelanjutan dari Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Awards yang diselenggarakan tahun 2010 hingga 2014 diinisiasi oleh CFCD bersama kementerian terkait. Penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam pencapaian sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

GKPM berubah nama menjadi Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya (GPMB) Awards tahun 2015 seiring dengan berakhirnya MDGs di ujung 2015 dan telah disahkannya dokumen akhir “Transforming our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” yang meliputi 17 Sasaran Pembangunan yang Berkelanjutan (SDGs), oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September 2015 maka berubah menjadi Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) dengan sasaran SGDs sebagai kriteria dan kategorinya.

Terbuka untuk korporat dan individu

Pemberian anugerah ISDA tahun 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2017 mengacu pada SDGs 2030 dengan judul “Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2017”. Tema tersebut telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor pencatatan: 078550. ISDA 2017 dapat diikuti dalam bentuk tipe kegiatan perusahaan/lembaga dalam pencapaian 12  dari 17  tujuan SDGs dan tipe kegiatan perseorangan (manajemen, lapangan/ cdo/social workers dan pelaku lembaga mitra).

Sementara itu ICA merupakan event yang diselenggarakan tiga tahun sekali, rentang waktu yang dirasa tim penilai cukup bagi perusahaan untuk mulai tumbuh, berkembang dan mandiri menjadi sebuah best practice (praktik terbaik) dalam mencapai keberlanjutan (sustainability). Diluncurkan pada tahun 2005, ICA tahun 2005 (1st cycle) pada awalnya bernama Corporate Social Responsibility Award (CSR Award) dengan menggunakan basis penilaian triple bottom line (people, planet, profit). Awards ini berganti nama menjadi Indonesian CSR Award (ICA ) semenjak ICA tahun 2008 (2nd cycle).

Selanjutnya, basis penilaian ICA diperluas pada ICA tahun 2011 (3rd cycle) yaitu dengan mengadopsi ISO 26000:2010 Guidance on Social Responsibility dan tetap diadopsi pada ICA tahun 2014 (4th cycle). Berbeda dengan ICA sebelumnya, ICA 2017 (5th cycle) akan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2017 berbasis penilaian pada SNI ISO 26000:2013 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial. Ajang ini telah mendapat verifikasi dan pengakuan dari lembaga HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor pencatatan : 044125 tentang Panduan Indonesian CSR Awards (Penghargaan Tanggung Jawab Sosial). Tahapan penilaian ICA 2017 terdiri dari Desk Evaluation, Presentasi dan Site Visit.

ICA dapat diikuti oleh peserta perusahaan/lembaga/institusi maupun perseorangan. Beberapa persyaratan yang dipenuhi adalah beroperasi di wilayah Republik Indonesia, tidak masuk ke dalam kategori Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hitam dan Merah pada tahun 2016 dan atau perusahaan/lembaga/institusi yang tidak diberlakukan PROPER, tidak sedang dalam konflik sosial dengan masyarakat dan tidak sedang dalam perkara hukum dengan pengadilan.

“Tahun 2017 ini kami targetkan 50 perusahaan berpartisipasi dalam ICA. Sedangkan tahun 2014, ICA didikuti oleh 37 perusahaan,” Thendri Supriatno, Ketua Komite Penilai. Penilaian ISDA dan ICA 2017 akan dipimpin oleh Thendri yang merupakan salah seorang founder CFCD dan tercatat sebagai seorang yang aktif melakukan berbagai kegiatan di bidang CSR .

Wakil Ketua Umum CFCD , Iskandar Sembiring, menjelaskan , pada peluncuran ISDA dan ICA 2017 ini turut berpatisipasi beberapa perusahaan multinasional, swasta nasional dan BUMN. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Kideco Jaya Agung, PT Pertamina Lubricants, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Tanoto Foundation, PT BPD Jawa Timur, PT Meares Soputan Mining, PT Semen Padang, PT Aneka Tambang, Tbk. dan PT Semen Tonasa.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Transaksi Digital via Aplikasi mPOS Cashlez

Layanan keuangan berbasis teknologi atau yang dikenal dengan istilah fintech (financial technology) telah menghasilkan berbagai produk finansial dengan ragam dan...

Close