BPJS Ketenagakerjaan Mengedukasi Filantropi dan Volunteer

Filantropi Indonesia bekerja sama dengan dengan BPJS Ketenagakerjaan mendorong dan mempromosikan tersedianya jaminan perlindungan kecelakaan kerja bagi para pekerja filantropi/nirlaba dan tersedianya jaminan hari tua bagi para aktivis sosial. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal dan difabel untuk peduli terhadap jaminan keselamatan kerja mereka. Pihak BPJS melalui Royyan Huda, Kabid. Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan, menjelaskan, program ini terselenggara sebagai upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Foto: www.bpjsketenagakerjaan.go.id

BPJS mencatat dari 249 juta masyarakat Indonesia, ada 140 ribu pekerja yang bekerja pada sektor-sektor informal yang rentan mengalami kecelakan kerja.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga hasil transformasi PT. Jamsostek yang pendiriannya merupakan implementasi dari Undang-Undang SJSN tahun 2004 tentang kelembagaan jaminan sosial. Program yang ditawarkan mencakup jaminan perlindungan kecelakan, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Tidak hanya ditujukan untuk mereka yang bekerja di organisasi filantropi/nirlaba, program ini juga menyentuh para pekerja informal seperti petani dan nelayan.

BPJS Ketenagakerjaan dalam kelembagaanya merupakan sebuah lembaga yang terpisah dari BPJS kesehatan dan langsung berada di bawah komando presiden.

Tercatat pada bulan Desember 2016, 18 perusahaan telah mendonasikan anggarannya melalui GN Lingkaran (gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan) yang merupakan program lanjutan dari BPJS Ketenagakerjaan. Royyan menambahkan, “Dana donasi berasal dari dana CSR perusahaan swasta, BUMN, dan iuran para peserta.”.

BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan fee pengelolaan sebesar 10% dari total seluruh iuran yang telah dikembangkan. “hari ini BPJS tidak menyerahkan deviden. Keseluruhan pengamanan investasi sepenuhnya digunakan untuk para peserta, juga untuk kelebihan profit yang kami dapatkan,” ujarnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Pola PPP Masih Minim, Ini Sebabnya

Anggaran pemerintah di APBN sangat terbatas. Sehingga, pembangunan infrastruktur membutuhkan partisipasi aktif badan usaha. Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha...

Close