Gaya Anne Patricia Tularkan Hobi Lari Lewat CSR

Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk., Anne Patricia Sutanto, punya cara tersendiri dalam menularkan hobi larinya. Seperti diketahui ia merupakan sosok yang sangat aktif berolahraga lari.  Banyak event lari nasional dan internasional yang ia telah ikuti seperti  Jakarta Run, Bali Run,  Borobudur Run, Singapore Run dan Angkor Wat Run.

Meski bukan pelari profesional, wanita kelahiran tahun 28 Oktober 1972 ini, hampir setiap hari menyempatkan diri untuk berlari. Cuaca tidak menjadi halangan baginya menyalurkan hobinya. Ia selalu menyempatkan diri berlari sekalipun hanya treadmill di rumah saja. “Tidak ada hari tanpa olahraga, itu motto hidup saya yang sudah mendarah daging,” ungkapnya.

Saking semangatnya untuk berlari, tak jarang semangatnya untuk mengejar garis finish, ia tularkan ke banyak pihak. Pan Brothers, bahkan mengadopsi model CSR yang mengkonversi kilo meter lari menjadi uang yang diberikan dalam bentuk amal kepada sektor pendidikan. “Kami telah merampungkan Program LUAS III (Lari Untuk Amal Sosial III) dan kini dalam tahahap LUAS IV),” ungkapnya.

Di Progam LUAS III Pan Brother menyediakan beasiswa untuk 1000 siswa SMA dengan nilai Rp 6 miliar. Gerakan itu diselenggarakan sejak tanggal 28 Agustus 2014 dengan target minimal 600.000 KM atau 1.000.000 KM dalam jangka waktu maksimal 3 tahun. Adapun untuk program LUAS IV, PAN Brother mempunyai misi  Mengumpulkan 2 juta kilo meter  lari untuk ditukar 100 beasiswa sarjana  selama empat tahun dengan nilai Rp 6 miliar dengan jangka waktu maksimal 4 tahum.

Pabrikan garmen terbesar di Indonesia itu menggandeng komunitas pecinta lari, IndoRunners sebagai inisiator dan pelaksana acara. Dengan begitu, bisa dibilang, kedudukan Pan Brothers di program tersebut, sebatas penyandang dana. “Kami tertarik bekerja sama dengan IndoRunners dalam Program CSR adalah terukur jelas dan menyehatkan.” ujar a nne

Lalu bagaimana teknisnya ? SWA Online berkesempatan melakaukan sesi wawancara dengan Holip Soekawan Penggagas program LUAS

Bisa diceritakan awal kegiatan sosial IndoRunners melalui program LUAS ini ?

IndoRunners ingin mengkampanyekan bahwa berlari itu selain baik untuk diri sendiri dan juga dapat berguna bagi orang lain. LUAS menjadi kegiatan sosial IndoRunners yang telah dijalankan sejak 2013. Di tahap pertama LUAS berkolaborasi bersama Golden Truly, tahap kedua bersama BW Plantation, ketiga dan sekarang menggadeng Pan Brothers.

Core kegiatan ini seluruhnya tentang kegiatan sosial dan kontribusinya pada Indonesia. Sebelum terwujud nama LUAS, kegiatan ini berawal dari program “Lari Untuk Membaca” yang disertai dengan penyumbangan buku. Antusiasme yang cukup besar dari peserta membuat kegiatan “Lari Untuk Membaca” mewujudkan sebuah perpustakaan (ruang baca) di Sleman, tidak lagi hanya memberikan buku saja. Pada waktu itu kegiatan sosial “Lari Untuk Membaca” sebenarnya masih merupakan kegiatan yang kecil. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan setiap minggu di Car Free Day yaitu berlari untuk kaleng kornet di Idul Ad’ha. Dari situ kita melihat potensi yang besar dan dapat dijadikan sesuatu yang berskala besar.

Mengapa kali ini IndoRunners menggandeng Pan Brothers untuk melakukan kegiatan sosial LUAS ?

IndoRunners sengaja selalu mencari perusahaan yang memiliki visi sama. Pertama harus memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) yang benar yang juga ikut menyehatkan bangsa. Karena itulah LUAS dua tahun ini berkolaborasi bersama Pan Brothers yang dinilai memiliki program CSR yang suistanable serta sekaligus berkontribusi  besar untuk masa depan Indonesia.

Untuk program LUAS IV kali ini kami bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana baru di Indonesia mengingat data bahwa kurang dari 25% anak muda Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Melalui LUAS, IndoRunners terus mengajak masyarakat

Indonesia untuk sehat dengan berlari, sekaligus berkontribusi bagi pendidikan Indonesia. Pelari banyakyang mengartikan kehidupan sebagai sebuah marathon, begitu juga dengan pendidikan. Kami berterima kasih kepada Pan Brothers yang untuk kedua kali nya bekerjasama dengan kami, untuk membantu segelintir generasi muda Indonesia mencapai finish line ‘marathon’ mereka, dari beasiswa SMA di tahap sebelumnya menjadi beasiswa sarjana mulai tahun depan. Harapan kami adalah semakin banyak perusahaan yang terusik untuk berpartisipasi di program sejenis di masa yang akan datang

Bagaimana mekanisme program LUAS bersama Pan Brothers untuk beasiswa sarjana ?

Pada Program LUAS IV kesepakatannya adalah kami menukar dua juta kilometer dengan dana 6 miliar rupiah dari Pan Brothers untuk beasiswa sarjana. Secara praktis satu kilometernya dihargai dengan 3.000 rupiah. Beasiswa sarjana ini berkesinambungan hingga 4 tahun kedepan sesuai masa pendidikan strata satu. Sedangkan pada LUAS III Pan Brothers menyediakan beasiswa untuk 1000 siswa SMA dengan nilai Rp 6 miliar.


Bagaimana penghitung kilo meternya?
Dengan sistem konversi secara virtual tercatat dengan menggunakan aplikasi endomondo dan situs steelytoe.com, LUAS memungkinkan masyarakat Indonesia di dalam dan luar negeri, khususnya para penggemar lari untuk berpartisipasi dalam program LUAS. Aplikasi ini sudah ada hampir setiap platform ponsel cerdas. Mulai dari BlackBerry, hingga Android dan iPhone (iOS).

Apa harapannya untuk LUAS di masa mendatang ?
Harapan kami semakin banyak perusahaan, salah satunya seperti Pan Brothers, untuk ber-partner bersama program LUAS. Sehingga kami juga bisa mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut berlari dengan tujuan amal sosial. Kita mengajak masyarakat luas untuk mulai berlari dan terus berlari. Kami dari IndoRunners juga ingin suatu saat dapat secara konsisten turut berkontribusi menyehatkan bangsa. Setiap tahunnya, kami berkontribusi 500 ribu hingga 1 juta kilometer untuk berlari. IndoRunners juga berharap suatu saat dapat menyumbang minimum 10 juta kilometer lari setiap tahunnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Sindroma Wajah Batu: Ketika Cinta Menghilang dari Pekerjaan

  Oleh : Ningky Sasanti Munir - Koordinator Kelompok Keahlian Manajemen Strategi dan Entrepreneurship | PPM School of Management   Saya baru kembali...

Close