Sumbangsih Multi Bintang Untuk Gili Trawangan

Gili Trawangan sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di Indonesia. Cidomo adalah alat transportasi utama selain sepeda di wilayah Kabupaten Lombok Utara tersebut. Multi Bintang tak ingin ketinggalan turut mempromosikan keindahan Gili Trawangan sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan.

“Multi Bintang melihat kegiatan ini sebagai bentuk pemberdayaan untuk kemajuan masyarakat dan pariwisata di Gili Trawangan. Sebagai produsen dari produk yang dekat dengan pariwisata, hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama berkembang bersama masyarakat sebagai bagian dari program bisnis yang berkelanjutan Multi Bintang” kata Bambang Britono, Direktur Hubungan Korporasi Multi Bintang dalam rilisnya.

Sosialisasi I Support Healthy Cidomo untuk mengedukasi pemilik cidomo/dongol seputar perawatan dan kesehatan kuda (bekerjasama dengan Asosiasi Dokter Hewan Kuda Indonesia). Perseroan memberikan penghargaan kepada 3 kusir terbaik yang telah merawat kuda-kudanya dengan baik serta pengecatan dongol sebagai apresiasi Multi Bintang bagi masyarakat Gili Trawangan.

Perwakilan Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Kadus Gili Trawangan, Kades Gili Indah dan Multi Bintang dalam penyerahan donasi tempat sampah di Gili Trawangan

 

Ada juga kegiatan edukasi Bijak Mengelola Sampah (bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan/APGT dan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan/FMPL). Sosialisasi I Support Healthy Cidomo ini merupakan kelanjutan sosialisasi yang sama pada 2014 lalu. Gerakan Peduli Cidomo/Dongol Sehat yang difasilitasi oleh Multi Bintang sejatinya adalah inisiatif dari masyarakat lokal Gili Trawangan yang didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan Kelautan Kabupaten Lombok Utara.

Kali ini, Multi Bintang menitikberatkan sosialiasi ini sebagai dukungan kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk menjaga keunikan Gili Trawangan sebagai daerah wisata yang ramah lingkungan (eco-tourism). Hal ini seiring adanya pelarangan penggunaan kendaraan bermotor di daerah tersebut.

“Sosialiasi ini terus dilakukan secara berkala supaya para kusir-kusir ini semakin paham akan pentingnya kesehatan kuda bagi pariwisata Gili Trawangan. Kuda sebagai transportasi utama di Gili merupakan upaya masyarakat Gili untuk melestarikan lingkungan, supaya tidak ada polusi dari kendaraan bermotor,” ujar Haji Lukman, Kepala Dusun Gili Trawangan.

Perseroan juga mengadakan sosialiasi Bijak Mengelola Sampah untuk mengedukasi masyarakat cara memisahkan sampah serta mengurangi sampah plastik dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) dan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL). Mereka juga mendonasikan tempat sampah yang akan disebar di Gili Trawangan dan tas daur ulang untuk mengurangi penggunaan tas plastik.

Tempat sampah ini menjadi percontohan bagi masyarakat untuk memisahkan sampah kaleng dan botol, sampah organik dan sampah non-organik. Dengan pemisahan sampah ini, diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, mengurangi pencemaran dan memanfaatkan nilai ekonomis sampah yang dapat didaur ulang.

“Dengan ada sosialisasi dan wujud nyata tempat sampah yang terpisah, masyarakat bisa mulai bersama-sama menjaga kebersihan Gili Trawangan” kata Haji Akmal, Ketua FMPL. FMPL adalah sebuah komunitas yang sudah ada sejak tahun 1993 dengan tujuan untuk mengelola sampah di Gili Trawangan karena pada saat itu tidak ada petugas kebersihan di pulau tersebut.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)