Keyakinan Menyambut Sukses | SWA.co.id

Keyakinan Menyambut Sukses

Oleh: Arif Rachman – Corporate Marketing PPM Manajemen

 

Sukses, siapa yang tidak ingin. Sukses sejak zaman dahulu dikejar oleh hampir setiap orang. Bila boleh disebut, perang pun sejatinya mengejar si sukses ini. Bisa kita lihat dari semboyan 3G yang memotivasi bangsa barat dahulu melakukan penjelajahan ke timur. Gold, Glory, Gospel. Abaikan ‘G’ yang terakhir karena kita tak sedang membahas itu, cukup 2G pertama dan berlaku umum menunjukkan betapa memang sukses senantiasa dikejar sedari zaman nenek moyang.

Gold sendiri memiliki arti emas yang secara filsafat merupakan kekayaan. Mereka bertujuan mencari kekayaan dengan melakukan perjalanan dan penjelajahan. Glory memiliki arti kejayaan, ini juga salah satu motivasi bangsa barat melakukan penjelajahan samudra. Dengan tujuan mencari kejayaan, mereka berharap mampu menguasai dunia di luar dari negerinya.

Arif Rachman – Corporate Marketing PPM Manajemen

Arif Rachman – Corporate Marketing PPM Manajemen

Mereka yakin dengan kekayaan maka akan menguasai dunia dan dapat mengantarkan mereka dalam kejayaan, baik dari segi ekonomi, stsatus sosial, maupun yang lainnya. Dengan kata lain dapat disimpulkan, sukseslah yang mereka kejar terlepas dari definsi sukses itu apa, karena setiap orang pasti punya versi suksesnya masing-masing. Tetapi satu yang pasti, sukses itu adalah sebuah tujuan.

Selayaknya sebuah tujuan, lalu bagaimana kita seharusnya menggapai tujuan tersebut? Bagaimana caranya bila kita ingin menjadi orang yang sukses atau pebisnis yang sukses?

Masih jelas dalam ingatan, dahulu penulis pernah punya buku tulis yang di tiap lembar halamannya ada satu petuah begini “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Ternyata, petuah itu bukan isapan jempol belaka, terbukti Robert T. Kiyosaki penulis buku sekaligus motivator dunia menempatkan pengalaman di urutan pertama tatkala menyoal sukses, “pengalaman adalah  guru kita untuk menjadi cerdas” katanya.

Dengan berpengalaman, maksudnya bertindak, doing something maka bukan suatu keniscayaan bahwa kita bakal lebih cerdas dan kesuksesan pun bakal mengikuti. Semakin kita sering berinteraksi, berhadapan dengan pekerjaan, bertemu dengan orang-orang baru, berpapasan dengan masalah-masalah baru, semakin banyak pengalaman kita maka semakin cerdas kita dibuatnya.

Masih merujuk dari penulis buku Rich Dad Poor Dad, dan juga merujuk perkataan ibunda penulis “tidak ada orang jadi miskin karena sering beramal”. Iya, Semakin banyak kita memberi, semakin banyak yang bakal kita dapat. Ringan tangan menjadi salah satu faktor sukses seorang pekerja ataupun pebisnis, karena dengan ringan tangan jejaring akan tumbuh dan membuat hubungan semakin erat, efeknya adalah suatu saat kita butuh pasti ada saja yang datang membantu.

Adalah mengubah pandangan, reframing yang selanjutnya bisa membantu kita dalam meraih sukses. Ubah mindset negatif menjadi positif, karena mindset positif dapat membakar semangat dan memantik diri untuk lebih dan lebih lagi dalam berusaha.

Tak kalah penting adalah, jika mau sukses maka harus fokus. Tak jarang pebisnis loncat dari satu bisnis ke bisnis lainnya karena merasa bisnis yang digelutinya saat ini tidak lebih baik daripada masa depan bisnis yang baru. Yang harus ditekankan adalah inovasi dari bisnis tersebut, bukan malah loncat ke bisnis yang baru. Sebab inovasi-lah yang bakal membuat produk mempunyai value dan akan berujung pada sustainability terhadap sebuah produk.

Perlu diingat juga, dalam bisnis jatuh bangun adalah hal biasa maka jangan takut gagal. Sebab kegagalan yang hakiki adalah ketika kita menyerah lalu takut hingga tidak berbuat apa-apa karena dibayangi rasa takut salah. Dibalik setiap kesusahan pasti ada kemudahan, atau bahasa Robert T. Kiyosakinya “Setiap ada kesulitan pasti ada solusinya”. Cerdaslah dalam melihat situasi, maka kita akan membacanya dengan tepat, bagaimana kita bisa cerdas balik lagi ke poin pertama, yaitu pengalaman adalah guru yang paling baik.

Dari semua yang dikemukakan di atas, bisa dibilang keyakinan adalah kunci meraih sukses. Yakinlah bahwa kita bisa meraih sukses, tanamkan keyakinan itu dalam pikiran maka kita tidak akan punya keraguan dalam berusaha, dalam bertindak, dan juga dalam mengambil keputusan, serta dalam mengambil risiko.

Keyakinan akan mempengaruhi tindakan kita. Lalu tindakan seperti apa yang akan membuat kita sukses? Tindakan-tindakan tersebut sebagian sudah penulis ungkap di awal tulisan ini. Tapi ingat, keberhasilan dalam tindakan adalah karena keyakinan yang kuat. Maka yakinlah!

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Apple
Apple Investasikan Rp 100 M untuk Bangun Pusat Riset di Indonesia

Menteri Peindustrian Airlangga Hartarto mengatakan nilai investasi yang ditanamkan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple, untuk membangun tiga pusat riset...

Close