Inovasi Kyatmaja Memacu Lookman Djaja

Sebagai generasi milenial yang hidup di era kompetisi bisnis yang semakin keras, Kyatmaja Lookman merasa tertantang untuk melakukan perubahan di bisnis logistik yang didirikan ayahnya puluhan tahun silam. Pria kelahiran Surabaya 12 Januari 1981 itu pun menggebrak dengan berbagai inovasi. Hasilnya, selain bisnisnya berkembang, berbagai terobosan di bidang efisiensi dan digitalisasi perusahaan pun berhasil dibesutnya.

Lookman Djaja Kyatmaja Lookman, Generasi Penerud Lookman Djaja

Bisnis PT Lookman Djaja (LD) dimulai pada 1985 di Surabaya. Kala itu Kandradi Lookman dan adiknya berdagang buah lokal dan impor. Dari Surabaya dan sekitarnya, Kandradi mencari buah lokal untuk dikirim ke Jakarta. Sebaliknya, adiknya mengirim buah impor ke Surabaya. Jika muatan kurang, Kandradi akan mencari kargo tambahan untuk membantu mengurangi biaya pengiriman buah menggunakan truk. “Itulah awal mula bisnis trucking Lookman Djaja. Kantornya dulu di ruko merangkap rumah kami di Surabaya Darmo Park, Jalan Mayjen Sungkono 10, Surabaya,” kata Kyatmaja, anak tertua Kandradi yang akrab disapa Kyat.

Belakangan Kandradi justru fokus membesarkan bisnis truk ekspedisi miliknya. Kliennya pun banyak yang memakai jasanya untuk mengantarkan barang konsumer (FMCG), seperti rokok dan garmen, ke supermarket. Kyat menerangkan, pada dasarnya bisnis penyediaan truk ekspedisi LD terdiri dari dua jenis, yakni full truck load yang menyewakan satu unit truk seluruhnya kepada satu klien. Kedua, less truck load, alias eceran, atau menggabungkan paket dari berbagai klien ke dalam satu truk. “Unit truk kami dilengkapi boks tertutup. Karena itu, kami spesialisasi di pengantaran finished product. Jadi, fokus kami ke cargo security dan kualitas delivery,” kata Kyat menjelaskan.

Saat ini kantor perusahaan berpusat di Surabaya dan Jakarta. Di Surabaya berbasis di Graha Family, Jalan Raya Putat Gede Timur 3. Sementara di Jakarta kantor LD berpusat di Jalan Raya Karang Bolong 4, Ancol. Cakupan wilayah pengirimannya meliputi Sumatera, Jawa dan Bali

.

Meski berjalan lancar, selama bertahun-tahun bisnis truk ekspedisi LD dikelola secara tradisional. Seluruh manajemen dikendalikan oleh Kandradi. Pada 2005, atau 20 tahun setelah berdiri, LD mengoperasikan sekitar 50 unit truk berbagai jenis. Tepat saat itulah Kyat bergabung di bisnis keluarganya.

Melihat pola manajemen perusahaan yang berbelum tertata rapi, MBA Strategi Bisnis dari University of Technology, Sydney, Australia itu pun mencoba membenahinya.

Kyat menjelaskan, pembenahan diawali dengan membuat deskripsi pekerjaan (job desc) untuk setiap karyawan. Selanjutnya, membakukan prosedur operasional perusahaan (SOP) di berbagai bidang. Salah satu SOP yang dibentuk manajemen: sistem perekrutan sopir. Dulu keputusan perekrutan pengemudi perusahaan sepenuhnya berada di tangan Kandradi. Kini semua tunduk pada SOP tersebut. “Kini ada tes, survei ke tempat tinggal pengemudi, dan sebagainya. Ini juga untuk menghindari risiko karena barang yang dibawa bernilai tinggi,” ungkap Kyat seraya menambahkan, kini armada truk perusahaan telah mencapai 300 unit.

Berbagai pembenahan itu pun awalnya mendapat penolakan dari ayahnya. Namun, lambat laun Kyat dan kedua adiknya, Wiraatmaja Lookman dan Cienthia Lookman, yang juga bergabung di perusahaan berhasil meyakinkan orang tuanya untuk berubah. Apalagi, sejumlah inovasi yang dilahirkan generasi kedua berhasil membawa kemajuan. Karena itu, dua tahun silam Kyat diangkat sebagai CEO LD, sementara Wiraatmaja menangani operasional dan Cienthia mengurus keuangan perusahaan.

Strategi Kyat untuk memacu kinerja LD adalah membina SDM, meningkatkan kualitas layanan, serta mengusahakan ketepatan waktu pengiriman. Ketiga strategi tersebut dijalankan salah satunya dengan solusi teknologi informasi (TI). Untuk itu, sejak lima tahun silam ratusan unit truk LD dilengkapi dengan perangkat sistem pemosisian global (GPS) sehingga bisa dilacak dan diawasi keberadaannya setiap waktu.

Selain itu, dikatakan Kyat, perusahaannya tengah mengembangkan sistem TI berbasis sistem operasi Android untuk para pengemudinya. Dengan sistem tersebut, klien bisa memantau paketnya melalui website LD.

Di samping membekali dari sisi teknologi, LD juga meningkatkan kualitas para sopirnya dengan pelatihan. LD memiliki pusat pelatihan untuk melatih para sopir, baik yang baru maupun yang lama, agar selalu terlatih dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Berbagai inovasi untuk mempercepat waktu pengiriman barang pun digelar. Salah satu hasilnya adalah peluncuran truk yang dilengkapi boks inovatif dengan sistem pemuatan rack to rack. Kyat memaparkan, sistem tersebut memungkinkan palet langsung masuk seluruhnya ke dalam truk, tanpa perlu dibongkar satu per satu lagi. Dengan begitu, waktu pemuatan barang dari gudang klien ke truk LD bisa dipersingkat, dari tiga jam menjadi hanya 30 menit. Sementara waktu proses keseluruhannya bisa dihemat hingga 30%. “Dengan waktu yang sama kini bisa melakukan dua kali pengiriman, sementara dulu hanya sekali jalan,” ujar Kyat.

Inovasi lainnya: truk dengan boks yang bisa dilepas dan boks yang bisa ditumpuk dua, alias double decker. Strategi lain yang ditempuh demi memastikan kualitas layanan LD adalah menerapkan perawatan pencegahan untuk armadanya. Caranya, dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin terhadap truk agar selalu dalam kondisi prima. Tes hujan buatan pun rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran di atap boks truk.

Hal ini penting karena LD mengantar produk jadi yang pasti akan mudah rusak jika terkena air. LD yang pada 2016 berubah status menjadi PT pun kini telah melengkapi perusahaannya dengan sertifikat ISO 9001:2008 dan OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series).

Perencanaan untuk ekspansi bisnis di masa depan pun telah disiapkan. Di antaranya, pendirian anak usaha Lookman Djaja Land, perusahaan properti yang menaungi pengembangan kompleks logistik yang terintegrasi dengan kereta api di Cikarang.

Rencana bisnis yang telah dimulai dua tahun silam ini bertujuan mempersingkat waktu tempuh kiriman, sekaligus mendekatkan dengan lokasi klien. Saat ini LD dalam proses perizinan di pemerintah daerah setempat, setelah sebelumnya membebaskan 35 hektare lahan untuk proyek itu. Proses pembangunan kompleks logistik terintegrasi itu rencananya mulai dilakukan tahun depan.

Saat kelak selesai menggarap kompleks logistik di Cikarang, LD berencana mereplikasi konsep serupa di daerah lain, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan demikian, penggunaan jalan raya bisa dikurangi sehingga dapat mengurangi kemacetan sekaligus kerusakannya.

LD pun akan menambah armada truknya sebanyak 200 unit tahun depan. Pasalnya, saat itu direncanakan kompleks logistik LD telah siap beroperasi sehingga membutuhkan truk untuk memindahkan barang dari kereta ke luar.

Kyat optimistis memandang bisnisnya ke depan. Rekam jejak pertumbuhan perusahaannya selama 10 tahun terakhir cukup cemerlang. Dibandingkan dengan saat dia masuk, kini pendapatan perusahaan telah meningkat 20 kali lipat. “Target kami: selalu tumbuh di atas industri,” kata Kyat yakin.(*)

 

Kunci Sukses Kyatmaja Membenahi Lookman Djaja

1. Memulai dari bawah di bisnis keluarga.

2. Fokus pada bisnis inti perusahaan.

3. Membuat SOP berbagai proses kerja.

4. Membuat uraian kerja di berbagai fungsi.

5. Fokus pada perbaikan SDM, kualitas layanan dan kinerja ketepatan waktu.

6. Gigih berinovasi untuk meningkatkan efisiensi.

7. Menggunakan teknologi terkini untuk bersaing.

8. Melakukan perawatan pencegahan untuk menjaga kinerja armada.

9. Membangun bisnis masa depan dengan menggarap kompleks logistik terintegrasi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)