Martin Lim Sukses Berbisnis Interior Rumah Kelas Atas

Dilahirkan dari keluarga kaya tak membuat Martin Lim tinggal duduk manis menikmati kesuksesan orang tua. Sejak SMA, dia sudah tidak minta uang saku dan uang sekolah ke ayah-bundanya karena telah belajar punya usaha kecil-kecilan. Bahkan, tahun 1998 mulai merintis bisnis interior untuk rumah menengah-atas, baik dari sisi pasokan produk maupun konsultan desainnya. Sebuah bisnis yang serius yang kini sangat diandalkannya. Dengan bendera PT Joop Fine Living, dia mengimpor, memproduksi, menjual, dan memasangkan produk-produk interior seperti panel rumah, furnitur, lampu dan produk-produk interior lain.

Klien besar kami yang pertama, tahun 2000, mengerjakan rumah pemilik Giant Hypermarket di Malaysia,” cerita Martin yang kelahiran 1978. Sejak dapat kepercayaan besar itu, satu per satu klien terus berdatangan. Sekarang, tunjuk contoh, perusahaannya sedang mengerjakan proyek interior untuk sebuah rumah tinggal dengan luas tanah 22 hektare dan luas bangunan 32 ribu m2 di Serpong. Segmen yang digarap Joop memang khusus menengah-atas, minimal untuk rumah dengan luas tanah 1.000 m2. Klien-kliennya datang dari keluarga menengah-atas di Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan Papua.

Martin Lim

Martin Lim,Owner Serip Indonesia

Salah satu lini bisnis utama yang digarap dalam empat tahun terakhir adalah menjadi distributor produk interior dari Serip Organic Lighting, produk lampu hias kelas menengah-atas dari Portugal. Sebelumnya, Martin memang sudah menggunakan produk Serip pada proyek-proyek interiornya.

Hingga kini, dalam memberikan servis ke tiap pelanggan, Martin masih turun tangan langsung. “Sering ketika perusahaan sudah besar dan klien banyak, owner jarang turun ke lapangan. Kami tidak, tetap turun langsung ke lapangan agar hasilnya terbaik,” dia menjelaskan kiatnya.

Pada 2016, Joop melakukan terobosan dengan membuat butik untuk produk-produk interior, dimulai dengan membuka butik Serip Organic Lighting di Jakarta Design Center, Slipi, Jakarta. Martin meyakini dunia desain interior membutuhkan produk-produk terbaik sebagaimana dalam dunia fashion ada butik ternama seperti LV, Coach, Hermes dan Gucci. “Kebanyakan yang datang ke sini ingin memasukkan produk interior seperti lampu yang sesuai dengan rumahnya. Kami yang akan mematutkan dan memberi saran. Di Serip, lampu yang dipilih bisa di-custom mulai dari bahan, warna juga ukuran,” kata pria yang pernah menempuh pendidikan college di Australia ini.

Produk Serip bukan hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga sudah mengadopsi IoT (Internet of things). “Lampu ini bisa ditambah dan dikurangi cahayanya melalui ponsel pemilik dari jarak jauh, juga untuk mematikan dan menyalakannya,” ujar Martin seraya berpromosi. Dalam mengelola bisnis, Martin bukan lagi bak menjual produk, tetapi gaya hidup. Untuk memudahkan pembeli, dia juga sudah bekerja sama dengan beberapa bank untuk menawarkan pembelian cicilan. Maklum, harga produk di butiknya memang banyak yang hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Misalnya, ada lampu yang di dalam gelasnya ada serbuk emas (24 karat) seharga Rp 338 juta.

Untuk pengembangan bisnis di 2017, putra pengusaha sukses, Lim Arianto Cayadi, ini akan membuka butik Serip di Singapura dan Surabaya karena memang memegang lisensi butik-butik Serip untuk Asia Tenggara. Selain Serip, Martin pun sedang menyiapkan butik-butik untuk produk interior lain dengan merek sendiri. Ada enam yang sedang disiapkan; empat di antaranya menggunakan merek milik sendiri. Salah satu merek sendiri digunakan khusus untuk wall paneling dan furnitur, menggunakan merek Javier. Pihaknya tahun lalu mengakuisisi pabrik furnitur di Filipina dan produknya akan dijual di Eropa, Amerika dan Asia.

Yang jelas, selain mengelola bisnis sendiri melalui Joop, Martin juga tetap memiliki tanggung jawab mengurus bisnis keluarga sebagai direktur pengembangan bisnis. Dua di antaranya, bersama kakaknya dia mengembangkan bisnis resor di Labuan Bajo. Selain itu, ada bisnis pembuatan yacht mewah di bawah PT Jalesveva Jayamahe dengan pusat workshop-nya di Kendari. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan: membuat yacht super mewah dengan bentuk kapal pinisi, sepanjang 70 meter. Untuk mengerjakan proyek ini, dia menggunakan ahli perahu dari Spanyol dan Italia. Ya, mumpung masih muda, horison kesempatan untuk mengembangkan usaha masih luas. Dan, Martin tak mau menyia-nyiakan ini.(*)

 

Editor : Kusnan Djawahir

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Menghakimi Tanpa Menghukum

Paulus Bambang WS Namanya sederhana, seperti kebanyakan orang biasa, Edi. Namun, pribadinya tidak biasa, kalau tidak mau dibilang luar biasa....

Close