Yasha Chatab

Setelah menjalani berbagai karier, Yasha Chatab akhirnya berlabuh di The Brand Union (TBU), perusahaan branding global, tahun 2006. Dan, pada Maret 2010, ia diangkat sebagai direktur pengelola. Posisi yang diraihnya saat ia berusia 34 tahun itu menjadikannya salah satu direktur pengelola termuda di TBU. Kariernya cepat melejit berkat sukses timnya menangani branding klien kakap seperti PT Telkom, Grup Sosro, Grup Aerowisata, PLN Batam, Gudang Garam, Rumah Zakat, Perhutani dan Bank Permata.

Kini, lulusan University of Houston, Texas, AS, dengan studi mayor Pemasaran dan studi minor Studi Asia ini bertanggung jawab memimpin operasional TBU Jakarta. “Developing new business, oversee dan juga bertanggung jawab terhadap semua department seperti consultancy, creative, dan client service,” tuturnya perihal tanggung jawabnya. Ia bertekad membangun tim di Jakarta menjadi salah satu tim branding terbesar di Asia Tenggara, sekaligus merambah pengerjaan proyek di Malaysia dan Brunei. “Saya juga perlu terus memberikan seminar branding kepada berbagai komunitas maupun menjadi dosen tamu di kampus-kampus,”’ papar suami pebiola Maylaffayza itu.

Yasha mengaku telanjur cinta pada dunia branding. Pasalnya, proses rebranding setiap proyek merupakan hal menarik. “Branding is about finding out the truth of the brand. Jadi, saat membawa klien ke dalam proses tersebut diperlukan trust yang sangat tinggi. A great relationship with the client is very crucial,” ujar penggemar olah raga lari yang tengah menempuh S-2 Komunikasi di Universitas Indonesia ini.

Di luar target bisnisnya, Yasha punya hasrat pribadi untuk membantu merek asli Indonesia berkembang dan berkompetisi di dunia internasional. “Banyak sekali brand yang perlu digarap, jangan sampai punah atau tergeser oleh brand dari luar,” katanya penuh semangat.

Eddy Dwinanto Iskandar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)