Ferry Tenka dan Misi Bilna Jadi Pemain E-commerce Regional

Sudah empat tahun Ferry Tenka dan tim membesarkan Bilna.com, situs belanja online moms & baby. Dalam perjalananannya situs tersebut bisa dibilang memiliki kinerja baik dengan pencapain 30 ribu sampai 40 ribu pengunjung per hari dengan estimasi basket size sekitar Rp 500.000.

Namun hal tersebut nampaknya belum membuat mantan Founder Disdus.com tersebut puas. Ia baru saja mencatatkan sejarah baru dengan ekspansi ke pasar regional melakukan merger dengan Moxy, situs e-commerce asal Thailand yang memfokuskan diri ke produk-produk wanita.

Dalam enam bulan ke depan, baik Bilna dan Moxy akan melakukan rebranding dengan nama baru yaitu Orami. Penggabungan keduanya diklaim menghasilkan platform toko online wanita terbesar se- Asia Tenggara dengan estimasi  jumlah produk sebanyak 90.000 barang ditawarkan. “Kerja sama ini dilakukan untuk menciptakan sebuah destinasi pasar online yang luas dan besar bagi para wanita,” ujarnya.

Asia Tenggara, ia nilai punya potensi besar, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN telah berada di depan mata.  Situs Orami ia yakin bisa ambil bagian dalam mengambil pertumbuhan ekonomi di pasar regional. “Produk-produk di Asia Tenggara ini kan beragam, dengan adanya pasar bebas di Asia Tenggara kami yakin setiap produk dapat dijual cross country karena biaya pengiriman akan lebih murah,” ujar Ferry.

Dengan adanya penggabungan dua perusahaan tersebut ia mengakui memang ada perubahan baik dari sisi operasional maupun manajemen. Dari segi produk misalnya, ia mengatakan Orami Indonesia akan menjual beberapa produk asal negeri Thailand. Begitu juga dengan Orami Thailand yang akan menjual beberapa produk asal Indonesia. Namun kedua negara tidak akan seragam dalam situs, melainkan dua situs yang berbeda, orami.co.id dan orami.co.th. “Jadi sifatnya tidak seragam, jadi tetap ada unsur lokalnya,” ujarnya.

IMG-20151208-WA0011 Ferry Tenka, CEO Orami Indonesia

Sejauh ini baik Bilna dan Moxy masih dalam masa transisi untuk mengubah situs lama masing-masing untuk di-rebranding menjadi Orami. Mereka sengaja memberikan jeda waktu sekitar 6 bulan agar para pelanggan dan suplier tidak dibingungkan dengan perubahan tersebut. “Sejauh ini Bilna.com masih aktif, tapi ada tulisan Bilna by Orami.”

Ke depan seluruh kegiatan Orami akan berkantor pusat di Jakarta. Sebagai Co-Founder Bilna ia akan memegang jabatan sebagai CEO Orami Indonesia, dengan Group CEO dipegang oleh Jerey Fichet dan CEO Orami Thailand Anne Bevaze. “Keseluruhan tim akan berjumlah hampir 500-an orang, 370-an dari Bilna, dan sisanya Moxy, ” ujarnya.

Merger yang berbuah pendanaan

Penggabungan Bilna dan Moxy bisa dibilang berbuah manis. Orami pada awal tahun ini tercatat memperoleh pendanaan dari berbagai investor sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 200 miliar.  Para investor ini melibatkan nama-nama besar, seperti: Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), Gobi Partners, Ardent Capital, Velos Ventures dan co-founder dari Facebook Eduardo Saverin. Dana tersebut rencananya akan lebih banyak digunakan untuk pengembangan bisnis di Indonesia seperti untuk mengoptimalkan strategi mobile dan teknologi, memperluas end to end user experience, dan juga menambah jumlah warehouse Orami Indonesia (Bilna), yang saat ini hanya ada satu di Bekasi. “Rencananya akan kami tambah beberapa lagi di kota-kota lain seperti Surabaya, karena setelah Jakarta, Surabaya itu marketnya besar,” ujar Ferry.

Foto MoxyBilna

Penggabungan antara Bilna dan Moxy menjadi Orami sedikit banyak telah menggeser fokus Bilna yang tadinya berada di pasar ibu anak, menjadi pasar yang lebih luas yaitu para wanita. Ferry mengatakan, pada dasarya perubahan tersebut tidak terlalu ekstrim. Ia dan tim hanya berusaha memperpanjang  lifecycle para konsumen dari yang biasanya ibu ibu yang memiliki bayi, menjadi ibu-ibu secara keseluruhan.

Hal ini dilakukan untuk menekan biaya akuisisi konsumen baru yang bisa dibilang tidak murah. “Kami sebenarnya tidak perluas target market, akuisisi klien  masih ibu-ibu. Cuma kalau ibu-ibu yang punya bayi saja kan paling lifecyclenya hanya 4 tahun, habis itu dia tiak datang lagi, nah maka itu produknya kami perluas untuk kebutuhan wanita agar walaupun anaknya misal sudah besar, mereka tetap bisa jadi pelanggan kami,” ujarnya menjelaskan.

Dari segi komposisi produk misalnya, setelah menjadi Orami akan terjadi perubahan komposisi produk. Bila dulunya Bilna punya komposisi 50% produk kebutuhan ibu dan bayi,dan sisanya kebutuhan wanita umumnya, kini akan terjadi pergeseran. “Nanti kami mau lebih agresif ke produk dan personal care," ungkapnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)