Gula Kelapa Organik Banyumas Ini Kesohor di Amerika dan Eropa

CV Inagro Jinawi tak sembarangan menerima mitra untuk menjadi pemasok bahan baku gula kelapa organik yang diproduksinya. Hanya mitra yang sudah terdaftar yang bisa memasok ke CV Inagro Jinawi. Hal itu dilakukan demi menjaga kualitas produk gula kelapa organik yang dihasilkan. Saat ini, CV Inagro telah menggandeng 1.974 petani sebagai mitra pemasok bahan baku gula kelapa tersebut.

Direktur CV Inagro Jinawi, Setya Widiastuti, mengatakan, pihaknya fokus pada produksi gula kelapa organik yang 100% berbahan baku lokal dengan tujuan pasar ekspor. Untuk memenuhi bahan baku tersebut, Inagro menggandeng petani sebagai mitra pemasok.

gula-kelapa-organik

“Namun karena kami mengedepankan kualitas dan keorganikan produk, maka hanya petani yang sudah terdaftra sebagai mitra yang bisa menyuplai bahan baku. Sebenarnya, banyak yang ingin suplai, tapi kami tidak bisa. Karena kami punya standar organik sendiri,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk kualitas gula kelapa organik, Inagro memiliki standar organik tersendiri, bahkan Inagro telah memiliki Internal Control System (ICS). Inagro terus melakukan sosialisasi atas standar tersebut kepaada para petani, mengingat perusahaan sangata tergantung pada bahan baku lokal.

“Kami sekarang telah menggandeng 1.974 petani yang tersebar di empat desa di wilayah Banyumas. Kami dukung mereka dengan peralatan produsi dan kelancaran pembayaran. Para petani yang terdaftar itu terdokumentasi dengan jelas, standar kualitas juga selalu kami sosialisasikan terus menerus ke mereka,” ujar dia.

CV Inagro Jinawi berdiri sejak 2010 dengan visi menjadi perusahaan agribisis yang tangguh dan berkontribusi pada terwujudnya pertanian Indonesia yang makmur dan sejahtera. Inagro mulai mengekspor produk gula kelapa organik pada Juni 2011 dengan tujuan utama Amerika Serikat 60% dan Eropa 40%. Inagro kini memiliki dua pabrik dengan luas masing-masing 800 dan 2.000 meter persegi.

Setya meyakini pasar ekspor untuk gula kelapa organik masih menjanjikan. Meskipun saat ini terjadi krisis di pasar global, Indonesia masih menjadi pemimpin di pasar ekspor untuk gula kelapa organik. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Inagro terus melengkapi produk dengan berbagai sertifikat, di antaranya yang sedang dikejar adalah FSSS22000 dan ISO.

“Kami juga berupaya untuk melakukan peningkatan sarana dan prasarana produksi di tingkat petani dan Inagro guna meningkatkan kualitas produk. Harapannya, ada dukungan dari pemerintah dan stakeholder lain terutama untuk sarana dan prasarana petani,” kata dia. (Reportase: Nerissa Arviana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)