Indonesia Power Targetkan Pendapatan Rp 42 Triliun

Pemerintah tengah menggenjot megaproyek listrik 35.000 MW. Indonesia Power turut aktif membantu membangun instalasi pembangkit tenaga listrik dengan skema swadaya maupun kemitraan strategis. Tahun 2017, anak usaha PT PLN (Persero) ini mengincar pendapatan usaha sebesar Rp 42 triliun. “Tahun 2016, pendapatan usaha Indonesia Power mencapai Rp 36 triliun,” kata Sripeni Inten Cahyani, President Director PT Indonesia Power.

Menurut dia, rasio konsumsi listrik per kapita yang pada 2014 sebesar 0,8 MWH per kapita. Angka itu masih di bawah negara lain, misalnya Korea Selatan yang mencapai 10,5 MWH per kapita dan Thailand yang mencapai 2,2 MWH per kapita. Perseroan berencana menambah kapasitas pembangkit hingga 6.000 MW selama 5 tahun ke depan. Pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2017, Indonesia Power menyiapkan anggaran investasi hingga Rp 22 triliun sementara kebutuhan cash sebesar Rp 7 triliun.

Sripeni Inten Cahyani, Presiden Direktur PT Indonesia Power

“Revenue kami berasal dari dua hal, yaitu listrik yang kami jual kepada PLN yang berasal dari pembangkit kami sendiri yang berkapasitas 8600 MW. Kemudian, listrik yang dihasilkan dari mesin-mesin PLN itu revenuenya masuk ke neraca PLN, sehingga kami mendapatkan bayaran jasa saja,” kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia Power mengelola paling banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebanyak 53%. Disusul, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) sebesar 30% dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 10% dari kapasitas 8600 MW yang milik sendiri. Kemudian tambahannya yang hampir 5000 MW itu merupakan pembangkit PLN yang didominasi oleh PLTU tetapi kami mengoperasikan dan memeliharanya.

Pada laporan keuangan tahun 2015, aset total IP setelah direvaluasi mencapai Rp 226 triliun, naik Rp 325,34% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 53,25 triliun. Pada 2015 pendapatan usaha IP mencapai Rp 32,02 triliun; setahun kemudian (2016) tembus Rp 36 triliun. Targetnya, akhir tahun ini mencapai Rp 42 trilliun. Adapun laba bersih IP tahun 2015 setelah revaluasi aset tetap mencapai Rp 4,68 triliun, meningkat 184,08% dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp 1,65 triliun.

(Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Langkah Nekad Vincentius Lianto Berbuah Manis

Sangat jarang terdapat orang yang bersedia meninggalkan kemapanan di daerah asalnya untuk bertaruh nasib di tempat baru. Vicentius Lianto (kini...

Close