Inilah Posisi Pekerjaan yang Paling Banyak Diburu Tahun 2012

Naiknya peringkat investasi Indonesia (invesment grade), menyebabkan semakin derasnya arus investasi yang masuk ke Tanah Air. Kondisi tersebut menuntut daya saing dari tenaga profesional untuk menempati posisi strategis karena persaingan yang kian ketat. Kelly Services, lembaga konsultan tenaga kerja, memaparkan posisi-posisi yang paling banyak diburu tahun 2012. Apa saja?

Untuk industri perbankan, dan jasa keuangan, posisi yang paling banyak dicari antara lain: head of risk management, head of product development, actuaries, dan relations manager. Selain itu, untuk bagian penjualan, pemasaran dan sumber daya, posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah head of marketing, brand&channel manager, sales&business development manager, head talent management, HR Specialist.

Perang talent (talent war) di industri perbankan memang masih tinggi karena sektor ini tumbuh cukup pesat di Indonesia, sehingga membutuhkan talent-talent yang kompetitif. Banyak perusahaan melakukan berbagai cara agar bisa menarik orang terbaik untuk bisa bergabung diperusahaannya,” ujar Bernadette Themas, Managing Director Kelly Indonesia.

Kursi yang paling banyak dicari disektor engineering seperti minyak dan pertambangan antara lain : mining engineer, project manager, geologist, HSE, civil engineer, contruction manager. “Sektor ini masih banyak kekurangan sumber daya di level atas, sehingga perputaran dan tarik menarik talentnya sangat jelas terlihat. Bahkan, sebagian dari perusahaan mencari talent dari luar negeri,”katanya.

Di sektor otomotif, posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah head of marketing, sales manager, parts manager, brand manager, production engineer, dan after sales service manager. Sedangkan di industri fast moving consumer goods (FMCG) yang paling getol dicari seperti; head talent management dan HR Specialist. “Tingginyainvestasi bukan hanya menguntungkan industri utama saja, tetapi juga industri lain seperti media, hiburan dan manufaktur yang kian terdongkrak,” Bernadette menambahkan.

Meski begitu, talent war akan berdampak pada stabilitas sehingga memperlambat laju pertumbuhan bisnis perusahaan. Untuk itu ia menyarankan, agar setiap perusahaan mampu menciptakan dan mempersiapkan talent internal ketimbang merekrut talent dari luar. “Jika dalam satu tim ada yang keluar, maka akan terjadi kepincangan sehingga sistem akan berjalan lebih lambat. Meskipun kalau beberapa personil bisa multitasking, tapi kinerjanya tidak akan cukup maksimal. Perusahaan hendaknya bisa melahirkan talent dari dalam perusahaan sendiri,” dia menguraikan. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)