Pelindo III Siapkan Labuan Bajo Sebagai Hub

Industri pariwisata masih menjadi andalan di Kawasan Timur Indonesia. Untuk itulah dibutuhkan pelabuhan untuk kapal pesiar. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menjadikan Labuan Bajo sebagai hub pelabuhan kapal pesiar.

“Dari Labuan Bajo, wisatawan bisa naik kapal ke sebelah timur ke Ende, Waingapu, Kalabahi, Kupang, Maumere. Kalau ke barat bisa ke Lombok, Bali, Sumbawa, hingga Probolinggo,” kata Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak.

Menurut dia, fokus perseroan saat ini adalah merapihkan pelabuhan di tempat-tempat tersebut. Untuk mempercepat pelaksanaannya dibutuhkan kerjasama yang intensif dengan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan paket wisata menarik dengan mengusung kekhasan daerah.

Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak

Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak

Yang paling dibutuhkan adalah pola pikir untuk membangun industri pariwisata di Tanah Air. Bali bisa menjadi contoh untuk para pemangku kepentingan di berbagai wilayah yang ingin potensi wisatanya berkembang lebih maju.

“Jangan sampai juga orang sudah pergi ke sana bersama kapal pesiarnya, setelah merapat tidak ada yang bisa dilihat karena tiadanya paket wisata. Di Bali sudah jelas karena telah terbiasa dengan wisata,” kata mantan CFO Pelindo II ini.

Untuk merapihkan pelabuhan-pelabuhan tersebut, lanjut dia, dana yang dibutuhkan untuk satu pelabuhan sekitar Rp 100 miliar. Pelindo III membawahi 43 pelabuhan yang tersebar di 7 propinsi dan banyak diantaranya yang berukuran kecil.

“Tapi, tidak semuanya Rp 100 miliar. Mungkin ada yang hanya membutuhkan Rp 10-20 miliar untuk renovasi. Semuanya tergantung besarnya pelabuhan. Saya sudah teken perjanjian kredit dengan BNI, BRI, dan Bank Mandiri sebesar Rp 3 triliun,” ujar dia.

Ia berharap proyek ini berjalan lancar setelah proses tendernya dimulai Juli 2016 lalu. Ia menginstruksikan jajarannya untuk mengumpulkan apa saja hambatan perizinan dalam megaproyek ini. Orias sendiri melakukan safari ke pemda satu dengan yang lain, serta kementerian terkait untuk mendorong percepatan proyek ini. Pasalnya, investasi di pelabuhan akan menciptakan dampak bagus terhadap perekonomian daerah.

“Multiplier effect-nya 3 sampai 5 kali. Kalau kami spend Rp 30 miliar, dampaknya di daerah sampai Rp 90-150 miliar. Seperti itulah dampak pembangunan infrastruktur,” katanya. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Mantan Kurir Menjadi Pengusaha Konsultan

Perjalanan Awan Setiawan cukup berliku sebelum mendirikan MSI Consultant, perusahaan biro jasa dan konsultan  bagi perusahaan lokal dan multinasional.  Dia...

Close