Rumah Zakat Targetkan Donasi Rp1 Triliun di 2017

Sejak didirikan tahun 2003 sampai sekarang, Rumah zakat telah berhasil menghimpun 1.200.000 penerima dana manfaat. Menurut Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, tren kenaikan performa program meningkat 20% dari tahun sebelumnya dengan menghimpun 1.200.000 penerima dana manfaat dan 800 desa terberdayakan di Indonesia.

    CEO Rumah Zakat, Nur Efendi (kiri) bersama tim.

Model kegiatan berbasis pemberdayaan dilakukan guna menghasilkan desa-desa mandiri, melalui program kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. “Kami ingin memberikan perubahan dalam memberdayakan satu desa dengan menyeluruh, mulai dari beasiswa, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan. Sehingga proses pemberdayaan satu sistem keluarga ini sempurna,"ungkapnya.

Dalam melakukan pemberdayaan ekonomi, Rumah Zakat menyasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan memberikan training dan insentif guna meningkatkan kualitas produksi. Tercatat 800 desa telah diberdayakan di seluruh Indonesia dan ditargetkan akan mencapai 1.080 desa pada tahun ini. Tidak hanya menyasar UKM, Rumah Zakat juga menyasar kelompok-kelompok usaha potensial serta melakukan pendampingan secara intens mulai dari penggalian potensi sampai proses pemasaran. “rata-rata kita memiliki 2 sampai 3 kelompok usaha dalam satu desa," jelasnya.

Di bidang kesehatan, Rumah Zakat berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Tercatat terdapat 8 rumah sakit gratis yang melayani kesehatan ibu dan anak yang bersinergi dengan program BPJS pemerintah. Kini Rumah Zakat telah memiliki 20 unit mobil klinik keliling dan direncanakan akan mengoperasikan klinik kesehatan terapung bagi desa-desa yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.

Sementara itu di bidang ekonomi, Rumah Zakat berkomitmen untuk melakukan advokasi kepada pemerintah untuk membuat regulasi yang pro terhadap pemberdayaan sektor agraria. Komitmen ini juga diiringi dengan pendampingan kepada para petani, dan telah dilakukan di beberapa titik desa pemberdayaan.

Rumah Zakat juga tengah mengembangkan inovasi yang berbasis lingkungan, dimana pengelolaan sampah nantinya menjadi ujung tombak dalam proses pembayaran. “Inovasi bank sampah akan terus kami kembangkan, nantinya masyarakat yang mau berobat dan sekolah tidak menggunakan uang tetapi menukarkannya dengan sampah. Bisa dibayangkan sehari berapa juta atau miliar ton sampah yang kita produksi, dan ini potensi yang luar biasa sekali," ungkapnya.

Saat ini Rumah Zakat tengah menguatkan platform offline to online dengan memusatkan pada fasilitas teknologi informasi, strategi ini diharapkan akan menambah jumlah donatur yang masuk dan ditargetkan penerimaan donasi mencapai Rp1 triliun tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)