Cara BlackXperience Melahirkan Inovator-Inovator Muda | SWA.co.id

Cara BlackXperience Melahirkan Inovator-Inovator Muda

Tahun ini untuk kedua kalinya BlackXperience.com menggelar BlackInnovation 2016, di Jakarta. Ajang ini mulai dibuka sejak 25 Agustus 2016, telah menyelesaikan tahap final.

Menurut Gege Dirgantara, General Manager BlackXperience, tujuan diadakan ajang ini sebagai wadah untuk anak-anak muda yang kreatif berinovasi, sehingga inovasinya dikenal dan bermanfaat untuk orang banyak, baik di Indonesia dan mancanegara.

Diakui Gege, jumlah peserta yang mendaftar mengalami peningkatan, tahun 2015, sekitar 800 peserta, tahun 2016, jumlah perserta mencapai 2.800 peserta. Bila tahun lalu, kategorinya hanya produk disain, maka tahun ini ada katagori baru yaitu IoT (Internet of Things).

Tujuh juri BlackInnovation 2016 yakni Budi Suwarna dari Kompas Muda, Yukka Herlanda dari Brodo, Surya Darmadi dari Qlue, Svasti Manggalia dari Svas Living, Aulia Faqih dari Dirakit, Achmad Fadillah dari Bukatana Studio, dan Irsan Suryadi Saputra dari IBM, telah sukses menyaring 30 semi finalis BlackInnovation 2016.

Dari 30 semifinalis tersebut untuk menetapkan 15 finalis BlackInnovation 2016 yang terpilih akan mendapatkan mentoring online selama sebulan.

Mentor teknis dalam proses ini dilakukan juri-juri yang berpengalaman dalam bidang disain yaitu Asyraaf Ahmadi, Freddy Chrisswantra, dan Mufti Alem. Sedangkan untuk mentor IoT yakni Irsan Suryadi Saputra dari IBM Indonesia serta Monalisa Arcellia dan Habibi Mustafa dari Dirakit.com.

Proses mentoring berlangsung melalui Concept Board System, sehingga para peserta bisa berkomunikasi secara langsung dengan para mentor dan juri untuk berdiskusi melalui karyanya. Bahkan melalui mentoring online para finalis juga akan diberi masukan dalam proses pembuatan mock-up dan prototype karya mereka masing-masing.

Selesai proses mentoring, para finalis ditantang untuk mempresentasikan hasil karyanya di hadapan juri-juri BlackInnovation dengan didukung prototype/mockup produk yang sudah jadi.

Para juri kemudian memilih 3 (tiga) innovator terbaik BlackInnovation 2016. Guna menjadi tiga inovator terbaik dalam BlackInnovation 2016, 15 finalis harus bisa menunjukkan karya terbaiknya dihadapan 8 (delapan) juri profesional dibidangnya masing-masing.

Ketiga inovator terbaik BlackInnovation 2016 tersebut yakni dr. Ketut Gede Budhi Riyanta dengan karyanya “Fungiplast”, lalu ada Ignatius Ario Noegroho dengan inovasinya bertajuk “Ranginas”, ketiga yakni Ratu Aghnia Fadillah & Rogers Dwiputra Setiady dengan inovasinya berupa “Lemuria”.

Masing-masing berhak mendapatkan total hadiah uang tunai Rp 30 juta ditambah Innovation Journey ke Jepang untuk melihat tempat-tempat inovatif yang menarik untuk dipelajari.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Bagaimana Prospek Motor Adventure Tourer?

PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan dua produk baru di pasar adventure tourer, yaitu Honda CRF1000L Africa Twin dan Honda...

Close