Cat Asal Jerman Ini Garap Pasar Premium di Indonesia

Bangunan bersejarah harus dijaga agar keberadaannya terus bisa dilihat meski berganti generasi. Salah satu upaya merawat bangunan bersejarah adalah dengan mengecat ulang bangunan tersebut. Di Indonesia terdapat banyak bangunan bersejarah. Museum Bank Indonesia (BI) di Jakarta salah satunya. Museum ini pernah dilakukan pengecatan ulang pada 2008 dengan menggunakan Keim, cat dari Jerman. Selain Museum BI, bangunan bersejarah lain yang menggunakan Keim adalah Museum Fatahillah.

Sejak 2014 cat Keim secara serius menggarap pasar Indonesia melalui distributor tunggalnya PT Romulo Nusantara Perkasa. “Saya tertarik membawa Keim dan dipasarkan di sini karena produk cat ini terbukti berkualitas sangat bagus beda dengan cat yang ada di Indonesia saat ini. Saya mulai tahu Keim waktu ke Belanda, banyak bangunan di sana menggunakan cat ini dan tidak perlu sering-sering mencat kalau pakai ini,” kata Suhaidi K. Samallo, SE, MM, MBA, pendiri perusahaan ini. Ia mengakui harga cat ini memang di atas rata-rata pasar cat yang sudah ada di sini.

Ditambahkan Dicky Fardian, SE, MBA, Direktur Pemasaran PT Romulo Nusantara Perkasa, Keim merupakan merek cat dan plaster asal Jerman yang sudah berdiri sejak 1878. Bahan yang digunakan cat ini tidak mengandung plastik seperti bahan cat yang ada di pasar, tapi menggunakan larutan potasium silikat dengan pigmen warna inorganik yang menembus lapisan dinding dan bereaksi secara kimia dengan permukaan dinding. “Cat umumnya itu hanya membentuk kulit atau lapisan pada dinding sedangkan cat Keim memnjadi bagian integral dari permukaan sehingga membuat cat lebih tahan lama, tidak mudah pudar, ramah lingkungan dan tidak mengantung bahan berbahaya dan tahan terhadap cuaca,” jelas Dicky.

Faktor unik lainnya dari Keim dibanding cat yang ada di sini adalah cat ini breathable, very low VOC, Non Flammable, UV Resistance dan Durable. Menurut Roland Perriot, Authorised Officer Head of Export Department Keim Jerman, cat ini banyak digunakan di berbagai landmark di setiap negara dimana Keim dipasarkan. “White House di Washington DC juga menggunakan Keim, selain itu Marina Bay Sands Hotel Singapura,” imbuhnya.

Ia memandang pasar Indonesia merupakan pasar penting di Asia saat ini, maka itu pihaknya serius menggarap pasar ini saat ini. Menurutnya Keim belum banyak dikenal di sini, meskipun sudah digunakan sejak lama oleh beberapa gedung besar di sini. Waktu itu pembelian melalui kantor regional di Singapura, kini dengan adanya distributor tunggal di sini, Keim bisa dibeli melalui partner-partner Romulo.

“Memang Keim lebih mahal dari cat yang ada di sini dari segi harga, bisa 3 kali lipatnya untuk cat eksterior dan 20 persen lebih mahal untuk yang cat interior. Tapi dari segi kualitas cat Keim jauh diatasnya. Cat biasa umumnya paling lama 3 tahun, Keim durabilitasnya lebih panjang,” kata Roland.

Dicky menimpali Vila New Elang Unilever di Mega Mendung salah satu contohnya, sebelum menggunakan Keim mereka harus mencat ulang setiap 8 bulan sekali karena lokasi vila tersebut sangat lembab. Tapi sejak menggunakan cat Keim pada 2015, vila itu tidak bolak-balik dicat seperti sebelumnya. “Cat ini 40 persen bahannya bebatuan, sedangkan cat di sini kebanyakan bahannya ada kandungan plastiknya. Sedangkan bangunan tua dan bangunan yang dekat pantai harus menggunakan cat yang dapat melepaskan kandungan air ketika menguap, jadi Keim ini cat yang bernafas,” ujar Lina, Konsultan Properti Edelweis yang membantu konsultansi pengecatan ulang Museum Fatahillah

Selain bangunan bersejarah, Keim juga sudah digunakan berbagai bangunan modern lain. Beberapa diantaranya Ecoloft Green Resident, Jababeka Golf Cikarang; Laboratorium Siliwangi Plant Unilever Cikarang, Gedung Rotterdam Jakarta Kota, Gedung Olveh, Kedai Seni Djakarte, Hotel Omah24, Paradise Resort Pamulang. “Bahan Keim yang khusus sangat tepat digunakan untuk rumah sakit dan laboraturium,” katanya.

Dicky mengatakan Keim untuk saat ini tidak dijual secara ritel. Penjualan melalui konsultan pembangunan properti dan arsitek. Karena pengecatan Keim harus mengikuti aturan untuk mendapatkan hasil maksimal, dikhawatirkan jika dijual ritel ada step yang terlewati. Misalnya, jika sebelumnya menggunakan cat dengan bahan akrilik, harus dikupas dulu baru dilakukan pengecatan. “Kami memberi warranty 10 tahun jika cat memudar sebelum warranty kami cat ulang,” katanya.

Harga cat ini memang cukup mahal sekitar Rp 120 ribu per m2 untuk cat eksterior. Sedangkan cat interior harganya Rp 35 ribu per m2. Dengan upaya edukasi serta mengikuti berbagai pameran perumahan pertumbuhan penjualan Keim di Indonesia sejak 2014 sekitar 5-10 persen per tahun. Makanya pihaknya fokus menggarap pasar segmen atas pasar cat di sini. Ia berharap angka itu bisa lebih tinggi tahun ini dengan makin meningkatnya awareness konsultan properti dan arsitektur di sini tentang cat ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)