Jadi Market Leader, Whiskas Belum Puas

Meskipun Mars Petcare Indonesia telah meraup pangsa pasar tertinggi untuk makanan kucing dan anjing lewat mereknya Whiskas dan Pedigree, perusahaan asal Amerika Serikat itu belum puas atas kinerja tersebut. Country Director Marspetcare Indonesia, Saurabh Skekhar, mengatakan, pasar makanan hewan kesayangan di Indonesia masih memiliki ruang cukup tinggi untuk berkembang.

Menurut data, populasi kucing dan anjing di indonesia diprediksi mencapai angka 9.700 dan 3.300 jiwa. Namun, hanya sebagian yang saat ini memberikan hewan kesayangannya makanan hewan khusus. “Kami tidak begitu bangga dengan market share, fokus kami ke depan adalah bagaimana mengedukasi rumah tangga yang memiliki hewan kesayangan nutrisi yang terkandung di dalam petfood,” ungkapnya.

Kebanyakan rumah tangga di Indonesia, ia sebutkan, masih memberikan sisa makanan manusia atau makanan yang dimasak khusus untuk hewan kesayangannya. Kebanyakan menganggap bahwa harga petfood mahal. “Padahal tidak,” ungkapnya.

Sebagai pembanding, ia mencontohkan rumah tangga yang memberikan makanan khusus bagi hewan kesayangannya seperti ikan cue yang harganya bisa diatas Rp 15.000. Dilain pihak Whiskas memiliki produk kemasan kecil yang harganya Rp 5.000 bisa untuk 3 kali makan. “Lebih terjangkau, dengan nutrisi yang lebih lengkap,” ungkapnya.

Maka itu Mars Petcare Indonesia secara terus menerus melakukan strategi edukasi dan digital marketing. Sebanyak 90 persen budget iklan perusahaan disalurkan lewat iklan-iklan televisi untuk membentuk awarness terlebih dahulu atas brand Whiskas dan Pedigree. Baru lah sisanya disalurkan ke pemasaran dibidang digital melalu media sosial atau aktivitas-aktivitas bersama komunitas. “Pasar makanan kucing di Indonesia lebih besar dibanding negara ASEAN lain,” ungkapnya.

Secra khusus, ia menceritakan beberapa tantangan yang dirasakan dalam petfood di Indonesia. Salah satunya adalah fluktuasi mata uang, infrastruktur dan logistik, serta belum adanya aturan mengenai impor makan hewan kesayangan layaknya di Malaysia, Filipina, Thailand yang sudah terlebih dahulu ada. “Kami dengar Kementerian Pertanian sedang membuat rancangannya, dan kami telah memberikan masukan-masukan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)