Prasmul Bikin iGloos, Hunian Darurat Multifungsi

Indonesia kerap dilanda bencana alam. Hunian untuk pengungsi kerap menjadi masalah. Dari data BNPB, jumlah pengungsi internal di Indonesia hingga Januari 2017 telah mencapai 9,8 juta jiwa. Ada 3 masalah utama yang dihadapi terkait penanganan pengungsi.

Pertama, rancangan tempat pengungsian yang belum sesuai standar. Kedua, perawatan pengungsian belum menjadi aktifitas yang penting. Ketiga, penutupan tempat pengungsian belum disertai adanya solusi tepat dan berkelanjutan.

Inilah yang membuat Universitas Prasetiya Mulya (School of Business and Economics) membuat iGloos, inovasi hunian sementara yang manusiawi, bekerjasama dengan Local Cooperative Fund Kedutaan Besar Finlandia. Inspirasinya datang dari salah satu mahasiswa S2 Universitas Prasetiya Mulya.

Kini, iGloos sudah dalam tahap komersialisasi. Project Leader, Nico Fernando Samad menuturkan, iGloos menganut empat filosofi utama, yaitu cepat dalam instalasi, dilengkapi sumber energi independen, mudah dalam proses bongkar pasang dan dapat dimodifikasi.

Hunian darurat multi-fungsi yang mengedepankan aspek humanis ini terwujud atas dukungan penuh Kedutaan Besar Finlandia melalui program Local Cooperative Fund (LCF). Suntikan dana sebesar € 51000 dialirkan LCF untuk pembangunan 2 prototipe hunian inovatif ini.

“Berdirinya iGLOOS Modular House merupakan pendekatan nyata yang mampu menggerakan semangat korban untuk bangkit kembali. Efektivitas dan efisiensi terlihat jelas dalam inovasi yang diusung,” kata Tapani Kivela,
Perwakilan dari Kedubes Finlandia.

LCF adalah program inisiatif Kedubes Finlandia dalam mengentaskan berbagai isu sosial yang dituangkan melalui kegiatan inovatif untuk memberdayakan masyarakat. Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak mengatakan, pebisnis harus bisa menyuguhkan solusi bagi masyarakat, termasuk korban bencana.

“Upaya Prasetiya Mulya memberdayakan sumber daya intelektual diharapkan mampu memberi kontribusi bagi pemajuan siklus hidup manusia,” kata dia dalam rilisnya.

Universitas Prasetiya Mulya sejak lama aktif dalam aktivitas kewirausahaan sosial. Salah satu alasannya adalah karena hal tersebut terkait langsung dengan misi dan misi yayasan yang menaungi universitas tersebut.

Kegiatan dalam meningkatkan kapasitas pengusaha mikro dan kesejahteraan warga pedesaan dilakukan melalui pembentukan usaha mikro dan pendampingan usaha. Proyek iGLOOS ini membawa pengalaman baru bagi universitas
dalam membantu meringankan beban dan trauma masyarakat yang terdampak bencana.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
ADEI Dipercaya Beri Rekomendasi Program Ekonomi Digital Pemerintah

Asosiasi Digital Entreprenuer Indonesia (ADEI) hari ini genap berusia 1 tahun. Meski asosiasi ini masih baru, tapi diklaim sudah banyak...

Close