Sensasi Premium San Miguel Cerveza Negra | SWA.co.id

Sensasi Premium San Miguel Cerveza Negra

PT Delta Djakarta Tbk menggebrak industri bir di Indonesia dengan merilis produk terbaru San Miguel Cerveza Negra. Seperti apa keistimewaan bir premiu ini?

Suasana di Satoo Garden, Shangri-La Hotel Jakarta, Jum’at malam (24/2/2017) berbeda dengan hari-hari biasanya. Red carpet digelar untuk para tamu RSVP sekitar 229 orang yang mengenakan cocktail dress, tremasuk Chef Puput Carolina. Beberapa ornamen bergambar botol bir San Miguel Cerveza Negra menghiasi ruangan yang diramaikan dengan iringan musik Tiyo Alibasjah and friends band. Sejumlah minuman botol bir Cerveza Negra juga disajikan untuk tamu. Ya, acara meriah itu adalah night party peluncuran produk terbaru San Miguel Brands Family bernama Cerveza Negra.

(paling kiri) Ronny Titiheruw, Direktur Marketing PT Delta Djakarta Tbk. dan Jaka Sebastian, Brand Manager San Miguel (paling kanan).

Selain San Miguel Brands Family, PT Delta Djakarta Tbk juga memproduksi bir dengan brand Anker Beer, Anker Stout, Kuda Putih, Carlsberg Beer. Juga ada minuman Soda Ice dan Sodaku.

Perlu diketahui, San Miguel Cerveza Negra bukanlah bir jenis Stout. Tampilan unik San Miguel Cerveza Negra berwarna gelap dengan aroma khas yang manis dari sebuket malt hitam yang memberikan cita rasa menakjubkan. Sebab, disajikan dengan foam lembut, merepresentasikan bir bermutu tinggi.

San Miguel Cerveza Negra memberi sensasi cita rasa karamel dan kopi yang misterius, dengan sentuhan butterscotch. Inilah yang membuat tamu-tamu yang meneguknya terbuai dengan sensasi premium Cerveza Negra yang eksklusif.

“Cita rasa baru San Miguel Cerveza Negra merupkan sentuhan kualitas terbaik yang luar biasa. Bir Lager hitam berbusa lembut, menyegarkan dengan keseimbangan sensasi rasa agak pahit dan manis dari racikan malt hitam yang memberikan pengalaman tak terlupakan,” klaim Jaka Sebastian, Brand Manager San Miguel.

Menurut Jaka, kualitas premium San Miguel Cerveza Negra didapat lantaran menggunakan bahan baku pilihan. “Bahan baku kami impor dan di-brew atau diolah secara khusus di Indonesia. Ada gandum dan bunga hops yang berasal dari Amerika Serikat, Eropa dan China. Bunga hops ini memberikan aroma yang khas,” ujarnya.

Sesuai dengan positioning bir premium, tentu saja San Miguel Cerveza Negra hanya menggunakan bahan bahan berkulitas. Bandingkan dengan bahan baku bir murahan yang menggunakan tambahan jagung ataupun bahan pengawet, sehingga saat diminum malah bikin pusing.

Kualitas air yang digunakan San Miguel Cerveza Negra juga diperhatikan. Sebab, 95% kandungan bir adalah air, maka air yang digunakan berpengaruh langsung terhadap kualitas bir. Jadi, air langsung dari sumber mata air yang jernih dan hygienis.

Sementara itu, Ronny Titiheruw, Direktur Marketing PT Delta Djakarta Tbk., mengatakan, saat minum San Miguel Cerveza Negra akan lebih nikmat jika dipadukan dengan makanan bercita rasa dan aroma kuat, baik itu menu utama atau camilan. Contohnya, makan yang dipanggang, meat steak, atau brownies.

Dengan kandungan alkohol 4,9%, bir San Miguel Cerveza Negra membidik segmen pasar premium, khususnya untuk peminum bir berkelas. Golongan ini tidak sensitif terhadap harga, karena harga San Miguel Cerveza Negra masuk daftar bir elit yang tidak pasaran. Meski begitu, peminum bir ini dengan catatan usia di atas 21 tahun sesuai persyaratan dari Pemerintah.

Pemerintah menggolongkan minuman beralkohol dalam tiga kategori: A dengan kandungan alkohol 1%-5%; B, 5%-20% dan C, 20%-55%. Sesuai dengan regulasi, golongan A — termasuk bir — bukan produk minuman beralkohol yang diawasi khusus distribusinya. Namun, karena beberapa daerah juga mengatur pelarangan peredaran minuman beralkohol, ada pula yang mengenakan restribusi, pemain industri bir tidak bisa berbuat banyak.

Hingga kini, distribusi produk San Miguel Cerveza Negra sudah dipasarkan di kota-kota besar Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, dan Bali. Baik dalam kemasan botol, kaleng, maupun draught beer yang dijual ke kafe, hotel, retoran, supermarket atau private club yang menjadi bagian life style orang-orang modern.

“Rasa San Miguel Cerveza Negra sangat menyegarkan diminum dalam kondisi dingin dan khas. Bikin ketagihan, apalagi kalau minumnya malam, tambah asyik,” ujar Primus Nainggolan, karyawan di perusahaan yang berkantor di Jakarta Pusat, yang suka meminum bir di waktu senggang atau saat party itu.

Dijelaskan Ronny, saat ini market share Delta Djakarta di industri bir nasional sekitar 23%, sisanya diramaikan oleh Multi Bintang dan perusahaan-perusahaan lain, seperti Orang Tua Group dan Bali Hai.

“Ke depan, pemasaran San Miguel Cerveza Negra akan tetap fokus di channel premium,” tegas Ronny.

Prospek Bisnis Bir Premium

PT Delta Djakarta Tbk selaku produsen brand Anker Bir, Anker Stout, Kuda Putih, San Miguel dan Carlsberg, melihat prospek bisnis bir ke depan, akan tetap optimis. Diprediksikan pertumbuhan dua digit tiap tahun sebagai produsen bir besar di Indonesia.

“Didukung oleh kondisi ekonomi yang kuat dan dibantu oleh konsumsi dalam negeri yang tinggi serta kenaikan jumlah konsumen kelas menengah, hal ini menyebabkan pasar bir domestik mencatat pertumbuhan dua digit,” kata Ronny.

(Ki-ka) Ronny Titiheruw, Direktur Marketing PT Delta Djakarta Tbk. dan Jaka Sebastian, Brand Manager San Miguel

Kendati pertumbuhan industri bir diperkirakan masih tetap ciamik, tapi diberlakukananya peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 6/2015 tentang larangan penjualan bir di minimarket, akan berpengaruh. Belum lagi aturan distribusi minuman beralkohol dan pembatasan perluasan kapasitas produksi masih akan jadi penghambat prospek industri ini. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Delta Djakarta terus memperbarui portofolio produk dengan meluncurkan sejumlah produk anyar dan inovatif.

Penambahan produk baru diyakini manajemen Delta Djakarta akan mampu mengejar pertumbuhan. Sebagai gambaran penjualan tahun 2015 tercatat Rp1,57 triliun dan tahun 2016 ditargetkan sekitari Rp1,73 triliun. Penjualan tinggi ini harus dipotong oleh cukai bir.

Juga, upaya memperkenalkan desain label baru, bentuk botol baru yang lebih menarik sesuai dengan kemasan standar internasional, melakukan optimalisasi produksi, peningkatan rantai pasokan dan penyesuaian harga guna mengurangi kenaikan beban produksi. Selain itu, jurus mengincar celah pasar ekspor, terutaa di wilayah Asia.

Di mata pengamat pemasaran kreatif, Yoris Sebastian, potensi pasar bir premium masih terbuka lebar. Ini tak terlepas dari meningkatnya pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia. “Peluang masih banyak, karena adanya stronger middle class. Dan, di Indonesia ini, gelombang konsumen 3.000 yang memiliki penghasilan di atas US$ 3.000/bulan sudah semakin growing. Bagi mereka, untuk membeli bir yang benar-benar kelas premium dari luar negeri itu masih cukup kemahalan, sehingga cocok sekali dengan mengeluarkan bir premium lokal,” Yoris menjelaskan.

Menurut Yoris, yang terpenting adalah menjual bir premium di tempat-tempat yang cocok, tidak perlu terlalu jorjoran. Small, tetapi memperkuat posisinya. Konsistensi juga sangat penting. Konsistensi terus dijalankan sambil terus melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan pasar.”

Pendapat Sumardi menguatkan Yoris. “Ke depan, pasar bir masih saja tetap menjanjikan meski tidak akan berkembang seperti kategori minuman lain yang bisa tumbuh per tahun sampai 40%. Apalagi, jumlah pemain yang menggeluti kategori ini secara nasional terbilang sedikit. Dengan kondisi negara Indonesiamayoritas Muslim, keberadaan merek-merek bir yang tetap dapat dijual sudah merupakan sebuah keberhasilan tersendiri,” kata pengamat marketing dari Octobrand ini.

Yang jelas, Indonesia memang bukan Jerman, negara yang punya tradisi minum bir dan dedengkotnya bir di dunia. Namun, bir bukan produk terlarang layaknya narkoba. Meski dibatasi, bir masih menjadi produk legal layaknya rokok atau produk-produk lain. Apalagi pertumbuhan kelas menengah terus menigkat dan sebagian menjadikan bir sebagai gaya hidup. Juga, wilayah Indonesia Timur memiliki tradisi minum bir. Pasar inilah yang menjanjikan prospek kinclong bagi pemain bir premium, termasuk produk San Miguel Cerveza Negra. (SWA).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Hari Musik, Momentum Kebangkitan Industri Musik Nasional

Peringatan Hari Musik setiap tanggal 9 Maret bertepatan dengan kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, tahun 2017 ini...

Close