<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; ATM BCA</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/atm-bca/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>ATM Jaringan PRIMA dan Bank Mandiri Segera Terhubung</title>
		<link>http://swa.co.id/business-update/bca/atm-jaringan-prima-dan-bank-mandiri-segera-terhubung</link>
		<comments>http://swa.co.id/business-update/bca/atm-jaringan-prima-dan-bank-mandiri-segera-terhubung#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 10:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BCA</dc:creator>
				<category><![CDATA[BCA]]></category>
		<category><![CDATA[Business Update]]></category>
		<category><![CDATA[ATM]]></category>
		<category><![CDATA[ATM Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[ATM BCA]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[Good Industry Governance]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[PRIMA]]></category>
		<category><![CDATA[PT Rintis Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[Visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24215</guid>
		<description><![CDATA[Ada kabar baik yang ditunggu-tunggu nasabah dan masyarakat sejak lama. Anjungan tunai mandiri atau mesin ATM PT Bank Mandiri Tbk akan segera terkoneksi dengan jaringan PRIMA yang dikelola oleh PT Rintis Sejahtera. Hal tersebut merupakan hasil dari nota kesepahaman kerja sama jaringan ATM Bank Mandiri dengan Rintis Sejahtera yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dengan Direktur Utama Rintis Sejahtera, Iwan Setiawan dan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi Mitroatmodjo, dan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://swa.co.id/wp-content/uploads//2011/11/ATM-Jaringan-PRIMA-dan-Bank-Mandiri-Segera-Terhubung.jpg"><img class="size-full wp-image-24217 alignleft" title="ATM Jaringan PRIMA dan Bank Mandiri Segera Terhubung" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads//2011/11/ATM-Jaringan-PRIMA-dan-Bank-Mandiri-Segera-Terhubung.jpg" alt="ATM Jaringan PRIMA dan Bank Mandiri Segera Terhubung" width="437" height="358" /></a></p>
<p>Ada kabar baik yang ditunggu-tunggu nasabah dan masyarakat sejak lama. Anjungan tunai mandiri atau mesin ATM PT Bank Mandiri Tbk akan segera terkoneksi dengan jaringan PRIMA yang dikelola oleh PT Rintis Sejahtera. Hal tersebut merupakan hasil dari nota kesepahaman kerja sama jaringan ATM Bank Mandiri dengan Rintis Sejahtera yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dengan Direktur Utama Rintis Sejahtera, Iwan Setiawan dan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ardhayadi Mitroatmodjo, dan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, nasabah Bank Mandiri nantinya akan dapat bertransaksi tarik tunai, cek saldo, dan transfer antarbank di lebih dari 22.000 ATM yang terhubung melalui jaringan ATM PRIMA, termasuk di lebih dari 7.000 ATM BCA. Dengan bergabungnya Bank Mandiri, maka bank peserta Jaringan ATM PRIMA akan bertambah menjadi 49 bank. Sementara jumlah ATM yang terhubung juga akan bertambah menjadi lebih dari 31.000 ATM.</p>
<p>Ardhayadi menjelaskan, kerja sama ini merupakan peristiwa penting dalam industri sistem pembayaran di Indonesia. “Kerja sama ini merupakan potensi yang besar karena Bank Mandiri dan BCA merupakan dua bank yang memiliki jaringan terbesar di Indonesia,” ujarnya. Ke depan, lanjutnya, kerja sama ini diharapkan memberikan kontribusi untuk kecepatan perputaran uang yang ujungnya adalah peningkatan aktivitas ekonomi di masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Jahja menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi awal kerja sama yang baik. “Kerja sama ini tentu akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah,” katanya.</p>
<p>Sampai akhir September 2011, jaringan ATM Bank Mandiri telah mencapai 8.993 unit, yang terkoneksi ke lebih dari 21.000 jaringan ATM Link, 30.000 jaringan ATM Bersama, dan lebih dari 1,7 juta ATM VISA Internasional seluruh dunia. Penambahan jaringan ATM yang terus dilakukan Bank Mandiri telah mampu meningkatkan transaksi hingga 454 juta transaksi hingga Agustus 2011 atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Penguatan jaringan ini akan mendorong pertumbuhan transaksi nasabah melalui jaringan elektronik mandiri dan dapat pula meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi,” ujar Zulkifli. Setelah penandatangan nota kesepahaman, kedua institusi akan melanjutkan pada perjanjian kerja sama untuk mengimplementasikan kerjasama kedua jaringan ATM tersebut.</p>
<p>Biaya yang dibebankan kepada nasabah Bank Mandiri untuk melakukan transaksi dengan jaringan PRIMA sama seperti dengan bank lain yang menjadi anggota. Contoh, biaya transfer dana dari rekening Bank Mandiri ke BCA dikenakan biaya Rp 5.000 per transaksi.</p>
<p>“Kerja sama ini dapat menciptakan sinergi daya saing perbankan nasional, back-up pelaku sistem pembayaran yang berlapis, dan mendorong kemitraan yang kuat dalam menghadapi persaingan, baik regional maupun global. “Salah satu faktor penting landasan kolaborasi para pemangku kepentingan sistem pembayaran adalah pentingnya konsensus untuk menjaga iklim persaingan yang sehat antar pelaku industri sistem pembayaran berdasarkan tata kelola industri (Good Industry Governance) dan UU Persaingan yang berlaku,” jelas Iwan Setiawan, Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/business-update/bca/atm-jaringan-prima-dan-bank-mandiri-segera-terhubung/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keamanan Perbankan, Dahulukan Prosedur Ketimbang Teknologi</title>
		<link>http://swa.co.id/technology/keamanan-perbankan-dahulukan-prosedur-ketimbang-teknologi</link>
		<comments>http://swa.co.id/technology/keamanan-perbankan-dahulukan-prosedur-ketimbang-teknologi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 03:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Mohammad BS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[ATM BCA]]></category>
		<category><![CDATA[ATM CIMB Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[ATM skimming]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffrey Sukardi]]></category>
		<category><![CDATA[Paul S. Hasjim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=11883</guid>
		<description><![CDATA[Para nasabah belakangan dihantui kekhawatiran yang tinggi atas nasib simpanannya di bank menyusul peristiwa pembobolan rekening via ATM di beberapa  <a href="http://swa.co.id/technology/keamanan-perbankan-dahulukan-prosedur-ketimbang-teknologi">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin-left: 1.25in; margin-right: 1.25in; margin-top: 1in; margin-bottom: 1in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Para nasabah belakangan dihantui kekhawatiran yang tinggi atas nasib simpanannya di bank menyusul peristiwa pembobolan rekening via ATM di beberapa kota. Pihak perbankan tampaknya kini mulai memperbaiki standar dan prosedur keamanannya. Namun, nasabah pun dituntut lebih hati-hati..</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Pada pertengahan hingga akhir Januari 2010, Indonesia dihebohkan pembobolan banyak rekening nasabah bank, khususnya via mesin ATM (anjungan tunai mandiri). Hampir semua berita di berbagai media menurunkan <em>headline</em> kasus ini. Kasus bermula di Bali. Bank Indonesia (BI) mencatat ada 13 ATM milik enam bank yang rekening nasabahnya dibobol, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata dan BII. Bahkan, di salah satu bank, ada 236 rekening yang dibobol dengan kerugian mencapai Rp 4,1 miliar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Belakangan, kasus pembobolan dana nasabah melalui ATM itu tidak hanya terjadi di Bali, melainkan juga di beberapa daerah, seperti Mataram, Medan, Yogyakarta, dan Jakarta. Diperkirakan total kerugian nasabah dari beberapa bank di sejumlah wilayah di Indonesia hingga tulisan ini dibuat telah mencapai lebih dari Rp 17,4 miliar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Menurut Ruby Alamsyah, analis forensik digital, modus operandi yang dilakukan para pembobol ATM ini adalah dengan teknik <em>skimming</em> atau pencurian data <em>magnetic stripe</em> kartu ATM yang dikombinasikan dengan <em>PIN</em> <em>capture</em> (pengintipan PINâ€”<em>personal identity number</em>). Pelaku menyiapkan satu set alat <em>skimmer </em>yang dipasang di mulut ATM untuk mengopi data kartu ATM. Adapun untuk mencuri PIN nasabah, pelaku memasang <em>spy cam</em> yang diarahkan ke <em>keypad</em>. â€œAda juga yang menggunakan <em>keypad </em>palsu, sehingga meskipun ditutup tangan tetap terekam,â€ ungkap Ruby. â€œJadi, ini bukan <em>cyber crime</em>, tetapi lebih ke <em>physical crime</em>. Pelaku tidak perlu mengerti TI. Kalau <em>cyber crime</em> sudah menyentuh sistem, sedangkan pelaku pada kasus pembobolan ATM tidak menyentuh sistem, <em>skimmer </em>berada di luar (sistem).â€</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Apa pun bentuk kejahatannya, tentu saja kondisi itu cukup mengkhawatirkan, karena bisa menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap masalah keamanan (<em>security) </em>perbankan nasional<em>.</em> Betulkah <em>banking security </em>nasional begitu rentan terhadap upaya pembobolan? &#8220;<em>Overall</em>, sistem keamanan perbankan Indonesia sudah bagus, tetapi celah keamanannya belum dipreventifkan secara sempurna,&#8221; kata Ruby. â€œSebenarnya teknologi atau sistem keamanan transaksi yang digunakan perbankan di Indonesia sudah cukup bagus,â€ Aswin Wirjadi, mantan Wakil Presdir BCA, mengimbuhi dalam kesempatan lain.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Bahkan, untuk <em>mobile </em>dan <em>Internet banking</em>, menurut Ruby dan Aswin, sistem teknologi yang diadopsi perbankan nasional sudah lebih canggih. <em>Internet banking </em>di Indonesia menggunakan sistem autentikasi yang jauh lebih bagus.<em> &#8220;End to end </em>dari PC atau<em> handphone</em> sampai ke servernya, dijaga <em>full</em>. Jika ada yang meng-<em>crack</em> di tengah-tengahnya, tidak bisa membaca datanya secara penuh,&#8221; ujar Ruby.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Sistem keamanan transaksi via Internet<em> </em>di perbankan Indonesia menggunakan <em>token</em>, yakni alat verifikasi transaksi. Dengan <em>token</em> ini relatif aman, karena menggunakan <em>dynamic password</em>. Faktor variabelnya yaitu tanggal dan berapa kali melakukan transaksi, sehingga akan berubah terus. &#8220;Sejak ada <em>token</em> ini, belum pernah dengar ada pembobolan,&#8221; kata Aswin. Untuk <em>mobile banking, </em>lebih sulit lagi dibobol, karena autentikasinya menggunakan nomor ponsel yang didaftarkan ke <em>provider </em>dan perbankan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Salah satu bank yang cukup masif dalam pemanfaatan teknologi informasi adalah BCA. Diklaim Jeffrey Sukardi, <em>Head of IT Security Group</em> BCA, sistem pengamanan transaksi melalui ATM di BCA sudah sesuai dengan standar perbankan internasional, yaitu dengan menggunakan kartu magnetik dan PIN. Karena itu, kartu ATM BCA dapat digunakan di mesin ATM bank lain, termasuk di luar negeri. Adapun pada <em>Internet banking</em>, BCA merupakan salah satu pelopor penggunaan <em>dynamic password</em> dengan KeyBCA (<em>token</em>) sejak 2002. â€œPada saat sebagian besar bank-bank lain di dunia masih menggunakan <em>password </em>statis untuk sistem <em>Internet banking</em>, BCA telah menggunakan <em>dynamic password</em>,â€ ujarnya bangga.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Ironisnya, BCA termasuk bank yang paling banyak menderita pembobolan dana nasabah di ATM. Jeffrey menjelaskan, dari hasil analisis <em>database </em>menunjukkan bahwa pada kasus <em>ATM skimming</em> Januari lalu, PIN semua korban direkam di Bali pada akhir 2008. Jadi, pelaku kejahatan mengumpulkan PIN dan data kartu para korban pada akhir 2008. â€œDan pada Januari 2010 barulah mereka memakainya untuk menarik dana dari rekening korban.â€</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Sebenarnya, lanjut Jeffrey, pihaknya telah melakukan antisipasi sejak awal 2009 dengan memasang <em>PIN pad cover</em> dan alat pengaman lainnya. â€œKini semua ATM BCA sudah dilengkapi dengan <em>PIN pad cover</em>, anti<em>-skimmer</em> dan <em>jitter</em> untuk menjamin keamanan nasabah,â€ ujarnya. Selain itu, kini pihaknya gencar melakukan edukasi cara bertransaksi yang aman. Ia berharap, nasabah bank di Indonesia lebih sadar bahwa PIN adalah kunci rekeningnya. Jadi, PIN mereka harus dilindungi dan tidak boleh diberitahukan kepada siapa pun. â€œKalau bisa bobol, berarti ada orang lain yang mengetahui PIN nasabah,â€ tambahnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Selain masalah PIN yang bisa diintip, pembobolan dana nasabah melalui ATM juga dimungkinkan karena sarananya (kartu) yang bisa dibobol. Menurut Paul S. Hasjim, Direktur Operasi &amp; Ti Bank CIMB Niaga, suatu transaksi melalui kartu tidak bisa mengandalkan teknologi magnetik. Sebab, kelemahan menggunakan teknologi magnetik ini datanya bisa dikopi. â€œPIN dari (pihak) bank tidak bisa diambil (dicuri informasinya). Tetapi kalau diambil dengan video (<em>candid camera</em>), tentu bisa,â€ ucap Paul.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Diakui Paul, keamanan di <em>booth</em> ATM CIMB Niaga sudah dilakukan. Namun, alat pengaman untuk mencegah modus <em>skimmer</em> itu belum bisa diimplementasi di seluruh ATM milik Bank CIMB Niaga. Ini berkaitan dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan, sehingga mesti dilakukan secara bertahap. Saat ini, prioritasnya di lokasi-lokasi terpencil, yang memungkinkan ATM itu dipasangi alat <em>skimmer</em>.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Untuk transaksi <em>mobile</em> dan <em>Internet banking</em>, Paul mengklaim tingkat keamanannya terjamin. Menurutnya, untuk keamanan transaksi melalui <em>mobile</em> dan <em>Internet banking</em>, banknya sudah menggunakan teknologi <em>Secure Sockets Layer </em>(SSL). Selain itu, supaya lebih aman, pihaknya juga telah menggunakan <em>soft token</em> lewat M-Pin, yang akan dikirimkan via SMS. Tambahan M-Pin tersebut hanya bisa dipakai sekali dan berlaku selama seminggu. &#8220;Ada <em>user ID</em> dan <em>password</em> yang statis dan ada juga yang dinamis, yaitu M-Pin. Jadi, kombinasi,&#8221; ujarnya. Jadi, untuk keamanan transaksi <em>mobile</em> dan <em>Internet banking</em> di CIMB Niaga ini ada tiga lapis, yakni<em> user ID </em>dan <em>password</em>, <em>individual keyword</em>â€”yaitu pertanyaan seputar nasabah dan hanya dia yang tahu (misalnya, apa hobinya)â€”dan M-Pin.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Menurut Ruby, dalam sistem keamanan perbankan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu celah keamanan, ancaman dan solusi. Untuk ATM, celah keamanannya yaitu kartu ATM yang masih magnetik sehingga mudah dikopi datanya. Adapun ancamannya: <em>skimmer </em>yang dipasang di ATM. Dengan begitu, solusi sederhananya adalah minimal memasang anti<em>-skimming</em> sebagai antisipasi untuk menghindari kejahatan ATM. â€œUntuk penyedia jaringan ATM seperti Artajasa dan Rintis, mereka tidak bisa bertanggung jawab, mereka hanya menyediakan jasa <em>networkinng</em>,â€ Ruby menjelaskan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Pernyataan Ruby tentu diiyakan Iwan Setiawan, Presiden Direktur PT Rintis Sejahteraâ€”penyedia jaringan ATM dan Debit Prima (Prima EFT Switching). Ia menyebutkan posisi perusahaannya lebih sebagai perantara/intermediasi yang melaksanakan pengelolaan jaringan transaksi elektronik antar-anggota (bank peserta) dan penyelesaian transaksinya. â€œJadi adanya pembobolan uang melalui ATM, itu terjadi di ranah operasional, bukan di ranah sistem kami. Sebab, secara sistem sama sekali tidak ada kebocoran,â€ kata Iwan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Dijelaskan Iwan, setiap tahap kerja transaksi dalam jaringan sangat aman karena data yang dikirimkan dalam keadaan terenkripsi. Siklus transaksi melalui Prima EFT Switching sebagai prinsipal meliputi lima tahap. Pertama, kartu ATM milik Bank Peserta Prima A (<em>issuing bank</em>) digunakan di mesin ATM milik Bank Peserta Prima B (<em>acquiring bank</em>). Kedua, <em>acquiring bank</em> akan memverifikasi BIN <em>(bank identification number)</em>. Ketiga, dari BIN tersebut <em>acquiring bank</em> selanjutnya mengidentifikasi ke mana mereka harus mengarahkan transaksi tersebut. Dalam hal ini, <em>acquiring bank</em> akan me-<em>routing</em> transaksi ke Prima dengan cara mengirim data transaksi kartu (nomor kartu dan PIN) dan jenis transaksi ke Prima. Data yang dikirim itu dalam keadaan terenkripsi. Keempat, data yang diterima dari <em>acquiring bank</em> oleh Prima akan diverifikasi dan diteruskan ke <em>issuing</em> <em>bank</em> untuk mendapatkan <em>approval</em> dan <em>authorization</em>. Kelima, <em>approval </em>dan <em>authorization</em> dari <em>issuing bank</em> dikirim ke Prima dan selanjutnya diteruskan ke <em>acquiring bank</em>. â€œJadi, semuanya sangat aman karena dalam keadaan terenkripsi,â€ ujar Iwan menegaskan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, sebagai <em>switcher,</em> Prima selalu menekankan aspek <em>security</em>. Dari segi infrastruktur jaringan komunikasi, jaringan yang menghubungkan <em>host </em>Prima dengan <em>issuing</em> dan <em>acquiring</em> bank menggunakan jaringan <em>private</em> yang tertutup. Data PIN yang dikirim juga dalam keadaan terenkripsi. Sementara indentifikasi dan otorisasi transaksi nasabah tetap dilaksanakan <em>issuing bank</em> dan setiap bank peserta diwajibkan menggunakan sistem pengamanan dari Prima, regulator, dan <em>international benchmarking</em>, seperti <em>firewall</em> dan <em>hardware security module (HSM)</em>. Termasuk, melakukan uji coba dengan bank peserta sebelum menjalankan fitur transaksi Prima. â€œSebenarnya, sejak tahun lalu kami sudah mengingatkan pihak bank peserta Prima untuk mengantisipasi masalah yang muncul dengan memasang <em>PIN cover </em>dan anti<em>-skiming </em>di mesin ATM. Tetapi kadang perbankan membutuhkan waktu untuk menerapkan ini,â€ kata Iwan.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Lantas, bagaimana solusinya agar pembobolan dana nasabah melalui ATM tidak terjadi lagi di waktu mendatang? Selain langkah pragmatis melengkapi ATM dengan perangkat anti<em>-skimmer</em>, <em>pad cover</em> dan kamera CCTV, semua pihak pun sepakat teknologi yang digunakan untuk kartu ATM ini harus sudah diganti. Jadi, bukan lagi <em>magnetic stripe,</em> tetapi sudah harus beralih ke <em>chip card</em> &#8211;seperti halnya untuk kartu kredit yang sudah menggunakan teknologi <em>chip</em>. Namun, untuk kartu debit seperti kartu ATM, pihak perbankan masih menunggu regulasi dan standar yang ditetapkan BI. &#8220;Kuncinya mesti pindah ke <em>chip</em>. Dengan adanya kejadian di Bali, diharapkan BI bisa segera mengeluarkan standarnya untuk penggunaan <em>chip</em>,&#8221; ujar Paul.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Akan tetapi, tentu saja, beralih ke teknologi <em>chip card</em> ini tidak mudah dan tidak murah. Pasalnya, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 60 juta kartu. Jika masing-masing kartu harganya US$ 2, dana yang dibutuhkan mencapai US$ 120 juta, alias lebih dari Rp 1 triliun. Selain harus mengganti kartu, semua ATM pun harus dilengkapi <em>chip card reader</em> yang harganya minimum US$ 400. Padahal, di Indonesia ada lebih dari 30 ribu ATM. Jadi, untuk ATM pun butuh investasi sekitar Rp 1 trilun.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Selain butuh biaya yang besar, konversi dari <em>magnetic stripe</em> ke <em>chip card</em> ini pun butuh waktu yang lama. Ketika kartu kredit diwajibkan menggunakan <em>chip card</em> butuh waktu tiga tahun, dengan jumlah kartu sekitar 12 juta. Dan ketika masa transisi tersebut sistem tetap terbuka, sehingga kemungkinan munculnya kejahatan-kejahatan itu tetap masih ada. â€œUntuk itu, harus ada strategi jangka pendek, menengah dan panjang, Tidak bisa cuma satu solusi,â€ kata Aswin.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Aswin menyarankan, pihak bank harus lebih awas. Maksudnya, pihak bank harus memiliki konsep <em>monitoring</em> yang kuat. Transaksi-transaksi yang mencurigakan, seperti selalu mengambil uang dan transfer dalam jumlah maksimum yang ditentukan, harus diperhatikan. &#8220;Pengamanan tidak hanya dari sisi teknologi, tapi juga dalam prosedur,&#8221; ujarnya tegas. Selain itu, ATM juga harus sering diperiksa: apakah ada pemasangan alat-alat tertentu, seperti <em>skimmer </em>atau kamera. Juga, perlu ada <em>reminder</em> kepada nasabah untuk melakukan pergantian PIN secara berkala, 2-3 bulan sekali diganti. &#8220;Dengan ini bisa lebih aman tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.&#8221;</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Nasabah sendiri, imbuh Ruby, dalam melakukan transaksi harus berhati-hati. Misalnya,</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">melihat apakah ada mesin <em>skimmer</em>, atau kamera tersembunyi. Termasuk dalam menjaga kerahasiaan PIN. Selain itu, diupayakan bisa melakukan transaksi di ATM yang ada di dalam bank, atau paling tidak di tempat keramaian. â€œRegulator, dalam hal ini BI, harus sudah menerapkan aturan di mana ada waktunya pihak bank untuk diaudit sistem keamanannya, sesuai dengan standar internasional. Regulator harus meningkatkan kontrol dan menjaga hasil audit, jangan sampai bocor,â€ kata Ruby mengimbau.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Tentu saja, jika fasilitas transaksi perbankan seperti ATM &#8212; yang sekarang sudah menjadi bagian dari hajat hidup orang banyak &#8212; terjamin keamanannya, nasabah pun bisa kembali tenang. (*)</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in; page-break-after: avoid;"><em><strong>Reportase: Moh. Husni Mubarak &amp; Sigit A. Nugroho/Riset: Siti Sumariyati</strong></em></p>
<p style="margin-bottom: 0in; page-break-after: avoid;"><span style="color: #0000ff;"><span style="font-size: medium;"><strong>Solusi Meningkatkan Keamanan Transaksi Perbankan</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pihak 	Bank</strong> :</span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Melengkapi 		ATM dengan pengaman tambahan seperti anti-<em>skimmer</em>, <em>pad 		cover</em> dan kamera CCTV</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Mengganti 		teknologi kartu dari <em>magnetic stripe </em>ke <em>chip card</em></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Memeriksa 		mesin ATM secara berkala, terutama adanya pemasangan alat-alat 		penyadap PIN</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Meningkatkan 		<em>monitoring </em>terhadap transaksi-transaksi yang mencurigakan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Mengaudit 		sistem keamanan secara rutin</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Mengedukasi 		dan mengingatkan nasabah akan pentingnya menjaga keamanan PIN</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Menyiapkan 		strategi keamanan jangka pendek, menengah dan panjang</span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pihak 	Nasabah</strong> :</span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Selalu 		waspada ketika bertransaksi di ATM untuk memperhatikan apakah ada 		alat <em>skimmer </em>ataupun penyadap lainnya</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Selalu 		menjaga kerahasiaan nomor PIN</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Mengupayakan 		bertransaksi di ATM yang ada di dalam cabang bank</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Secara 		berkala, misalnya 2-3 bulan sekali, mengganti PIN</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Memindahkan 		cara transaksi ke <em>Internet banking </em>yang menggunakan <em>token</em>, 		yang jelas lebih aman</span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pihak 	Bank Indonesia</strong> :</span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;">
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Menyiapkan 		standar penggunaan teknologi <em>chip card </em>untuk kartu ATM</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Mewajibkan 		bank mengaudit sistem keamanan secara berkala</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Menjaga 		hasil audit dari kebocoran</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Melakukan 		edukasi pada masyarakat</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0000ff;">Menyiapkan 		strategi keamanan perbankan nasional dalam jangka pendek, menengah 		dan panjang</span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-left: 0.75in; margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/technology/keamanan-perbankan-dahulukan-prosedur-ketimbang-teknologi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

