<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; BP</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/bp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Exxon Temukan Dua &#8216;Lumbung&#8217; Minyak Raksasa</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/exxon-temukan-dua-lumbung-minyak-raksasa</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/exxon-temukan-dua-lumbung-minyak-raksasa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 01:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[BP]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Meksiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=19990</guid>
		<description><![CDATA[Exxon Mobil Corp berhasil membuat tiga penemuan besar yaitu dua lahan berisi minyak dan satu situs gas alam di bawah  <a href="http://swa.co.id/updates/exxon-temukan-dua-lumbung-minyak-raksasa">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Exxon Mobil Corp berhasil membuat tiga penemuan besar yaitu dua lahan berisi minyak dan satu situs gas alam di bawah laut Teluk Meksiko. Ini menjadi kabar yang semakin menggarisbawahi pentingnya &#8216;lahan baru&#8217; untuk mendukung permintaan minyak mentah Amerika Serikat.</span></span></p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Eksplorasi gas dan minyak di Teluk Meksiko memang dihentikan oleh pemerintah AS tahun lalu setelah ledakan BP di kawasan itu. Aktivitas di teluk sangat jauh berkurang dibandingkan sebelum peristiwa tumpahan minyak itu. Di lain pihak, Exxon mengklaim penemuan baru mereka bisa menghasilkan sekitar 700 juta <em>barrels of oil equivalent </em><span style="font-style: normal;">(BOE). “Tujuh ratus juta barel minyak bukanlah sesuatu yang sering kita temui,” kata analis Triple Double Advisors, John White. “Ini adalah jumlah minyak yang sangat banyak.”</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;">Formasi geologi rendah tersier yang membentang di kawasan teluk diperkirakan menyimpan sekitar 15 miliar barel minyak. Penemuan terbaru dilakukan oleh PB Plc Kaskida diperkirakan mencapai 3 miliar barel minyak. Irving, Exxon yang berbasis di Texas, memiliki cadangan minyak sekitar 24,8 BOE hingga akhir tahun. Saham Exxon sempat naik 1% karena perusahaan menjadi pihak pertama yang &#8216;bergerak&#8217; di teluk setelah pemerintah mencabut pelarangan aktivitas. </span></span></span></p>
<p>“<span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style: normal;">Penemuan itu menjadi bukti adanya sumber daya di Teluk. Jika kita memiliki pajak dan pengaturan lingkungan yang memungkinkan kita menemukan serta memproduksi minyak domestik sendiri, industri tentu akan menanggapi hal ini,” kata konsultan industri energi di KBC Advanced Technologies, Mark Routt. Exxon memang belum menyelesaikan pengembangan situs itu karena membutuhkan beberapa pengeboran lanjutan untuk menilai secara pasti kuantitas minyak disana. Produksi diperkirakan baru berjalan beberapa tahun mendatang.</span></span></span></p>
<p id="yui_3_2_0_3_1307668692191221"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span id="yui_3_2_0_3_1307668692191212" style="font-style: normal;">Situs baru itu terletak di Keathley Canyon dengan kedalaman 7 ribu kakai, 250 mil sebelah barat daya New Orleans. Operator lain di kawasan itu adalah Anadarko Petroleum Corp dan Chevron Corp. Bulan lalu, Noble Energy Inc mengatakan telah menemukan situs minyak di Santiago, bawah air Teluk Meksiko. Noble merupakan perusahaan pertama yang menerima izin pengeboran minyak dari regulator AS setelah pelarangan pengeboran dicabut. Exxon memegang 50% lahan di tiga situs itu, sisanya untuk Eni Petroleum US, Eni SpA asal Italia dan Petrobras dari Brazil.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/exxon-temukan-dua-lumbung-minyak-raksasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Sama Mitsui Bikin BP Untung US$ 1,1 Miliar</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/kerja-sama-mitsui-bikin-bp-untung-us-11-miliar</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/kerja-sama-mitsui-bikin-bp-untung-us-11-miliar#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 13:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[BP]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=19535</guid>
		<description><![CDATA[British Petroleum (BP) merasa diuntungkan karena &#8216;beban di pundak&#8217; terkait biaya tumpahan minyak di Teluk Meksiko, setidaknya berkurang. Ini terkait  <a href="http://swa.co.id/updates/kerja-sama-mitsui-bikin-bp-untung-us-11-miliar">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>British Petroleum (BP) merasa diuntungkan karena &#8216;beban di pundak&#8217; terkait biaya tumpahan minyak di Teluk Meksiko, setidaknya berkurang. Ini terkait keputusan Mitsui &amp; Co yang bersedia membayar US$1,1 miliar terhadap tagihan pembersihan dan denda kasus Teluk Meksiko.</p>
<p>Mitsui asal Jepang yang mengeksplorasi unit Moex, pemilik 10% saham Marcondo, awalnya menolak membayar pembiayaan dalam menangani Teluk Meksiko. Mereka mengklaim BP telah lalai dan seharusnya Moex dibebaskan dalam kewajiban pembayaran. Namun kini, Mitsui bersedia bertanggung jawab.</p>
<p>“Kesepakatan tersebut tampaknya menjadi bagian pertama dalam serangkaian kerja sama BP dan mitra sebelum persidangan Februari 2012 terkait ratusan tuntutan hukum atas tumpahnya minyak,” ujar David A. Logon, dekan Roger Williams University School of Law, Rhode Island. “Ini tampaknya menjadi sinyal bahwa beberapa pihak tidak bisa begitu saja lepas dari tuntutan hukum.”</p>
<p>Byron Stier, profesor litigasi massa di Southwestern Law School, Los Angeles, mengatakan bahwa kesepakatan Moex bisa menjadi pelopor untuk penyelesaian BP dengan Anadarko Petroleum Corp, yang juga pemilik dari beberapa perangkat yang berhubungan dengan tumpahnya minyak di Teluk Meksiko.</p>
<p>Saham BP ditutup 2,7% lebih tinggi di London, dibandingkan kenaikan o,5% di STOXX Europe 600 Oil and Gas Index. Di sisi lain, saham Anadarko meningkat 4,1% pada kisaran US$74,58 di New York Stock Exchange. Kesepakatan Mitsui-BP memang tampak menghapus beberapa ketidakpastian atas kewajiban Andarko.</p>
<p>Analis Societe Generale, Irele Himona, mengatakan bahwa kesepakatan Mitsui menunjukkan bahwa mitra BP telah sepakatan untuk berbagi biaya atas ledakan rig minyak yang terjadi April 2010. “Hal ini sangat penting karena jelas sekali terlihat bahwa BP mencoba memastikan bahwa semua orang yang terlibat juga memenuhi kewajiban mereka.”</p>
<p>BP memperkirakan biaya pembatasan sumur, pembersihan kerusakan dari tumpahan minyak terbesar di lepas pantai Amerika serta kompensasi bagi warga yang terkena dampak berkisal lebih dari US$ 41 miliar, Analis sendiri memperkirakan denda yang perlu dibayar sekitar US$ 4 miliar sampai US$ 5 miliar.</p>
<p>Uang yang digelontorkan Mitsui diperkirakan mencakup biaya pembatasan sumur dan pembersihan minyak. Karena itu, perusahan Jepang ini membayar kurang dari sepertiga kewajiban potensial terkait elemen-element ersebut. Di sisi lain, Andarko diperkirakan bertanggung jawab atas kerugian sekitar US$ 2,7 miliar. Meskipun, pihak BP menyebutkan angka US$ 5 miliar sebagai kewajiban yang harus dibayarkan Andarko.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/kerja-sama-mitsui-bikin-bp-untung-us-11-miliar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara BP dan Black Swan</title>
		<link>http://swa.co.id/my-article/antara-bp-dan-black-swan</link>
		<comments>http://swa.co.id/my-article/antara-bp-dan-black-swan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 18:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edison Lestari</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Article]]></category>
		<category><![CDATA[Beyond Petroleum]]></category>
		<category><![CDATA[Black Swan]]></category>
		<category><![CDATA[BP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=14339</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dekade terakhir ini, banyak peristiwa besar yang tidak diduga sebelumnya terjadi dengan dampak yang luar biasa besar. Gedung World  <a href="http://swa.co.id/my-article/antara-bp-dan-black-swan">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Dalam dekade terakhir ini, banyak peristiwa besar yang tidak diduga sebelumnya terjadi dengan dampak yang luar biasa besar. Gedung World Trade Center ditabrak pesawat yang dikendalikan teroris pada 11 September 2001, krisis finansial global terparah (sesudah Great Depression 1929) terjadi pada 2008-09, dan kebocoran minyak terbesar terjadi di Teluk Meksiko pada 20 April 2010. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Karena sulit dibayangkan akan terjadi atau belum pernah terjadi sebelumnya, manusia beranggapan sebuah peristiwa tidak akan terjadi. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Karena dalam sejarah belum pernah pesawat dipakai untuk menabrak pencakar langit, tidak ada pihak yang memperkirakannya dan tidak ada rencana untuk mencegahnya. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Karena harga properti naik terus, perbankan Amerika Serikat tidak menganggap akan terjadi krisis karena kredit properti. Pada saat harga rumah di AS terus naik, pemerintah dan rakyatnya berpendapat bahwa harga rumah tidak mungkin turun karena belum pernah terjadi dalam sejarah. Dengan dasar anggapan ini, Wall Street dengan gampang memberikan kredit properti bahkan untuk golongan yang secara teori keuangan dianggap tidak layak. Pembeli rumah juga dengan gampangnya membeli properti, padahal sebetulnya mereka tidak mampu. Mereka berani mengajukan kredit dengan keyakinan nilai rumahnya akan meningkat terus karena belum pernah terjadi harga properti jatuh. Begitu harga properti turun, Wall Street dan seluruh warga langsung menjadi korban krisis. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Karena sangat jarang sekali </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blowout</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"> dalam pengeboran minyak, BP beranggapan bahwa kecil sekali kemungkinan itu akan terjadi. Sampai akhirnya, pada Selasa, 20 April 2010, rig pengeboran Deepwater Horizon di Macondo 252 di Teluk Meksiko mengalami </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blowout.</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"> Pada 22 April, rig tersebut tenggelam ke dasar laut. Minyak mentah keluar ribuan barel setiap hari mencemari Teluk Meksiko. Tidak kurang dari 2.500 orang dan sejumlah kapal berusaha mengatasi pencemaran tersebut. Hingga saat ini, BP diperkirakan telah menghabiskan sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 12 triliun) untuk mengatasi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blowout</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"> tersebut dan dampaknya.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Peristiwa yang tidak terduga sebelumnya itu yang dipopulerkan Nassim Nicholas Taleb sebagai </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>“black swan” </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">dalam bukunya dengan judul yang sama. Teori ini menjelaskan peristiwa yang kemungkinannya kecil, tetapi bisa berdampak besar. Walaupun bisa berdampak besar, biasanya manusia tidak memperhatikan kemungkinan ini karena kemungkinan terjadinya kecil alias langka. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Awalnya, angsa hitam dipakai untuk melukiskan sesuatu yang diduga tidak mungkin ada. Dulu semua angsa dianggap pasti putih karena dalam sejarah belum pernah ditemukan adanya angsa hitam. Angsa hitam dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin ada karena belum pernah dilaporkan terjadi sebelumnya. Setelah ditemukan adanya angsa hitam di Australia pada 1697, istilah angsa hitam dipakai untuk melukiskan sesuatu yang sebelumnya dipersepsikan tidak mungkin terjadi tetapi di kemudian hari terjadi. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Demikian pula halnya dengan BP. Sebagai salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, BP telah sukses melakukan ribuan pengeboran lepas pantai. Karena belum pernah terjadi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blowout</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">, mereka mengira hal itu tidak mungkin terjadi. Dalam wawancara pada 3 Mei 2010, CEO Tony Hayward mengatakan bahwa kegagalan BOP (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blow out preventer </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">– katup yang akan menutup sumur secara otomatis apabila terjadi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>blowout </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">minyak atau gas pada saat pengeboran) merupakan hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>unprecedented</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">). Banyak pihak yang mengkritik bahwa teknologi industri perminyakan telah mengalami teknologi yang sangat maju dalam hal eksplorasi, pengeboran dan pengolahan minyak, tetapi tidak mengalami kemajuan yang berarti dalam mengatasi kecelakaan. Sesudah hampir dua bulan, kebocoran minyak di Teluk Meksiko tersebut masih belum bisa diatasi.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;">Sejak kejadian di Teluk Meksiko tersebut, harga saham BP telah jatuh sekitar 50%. Saham BP diperdagangkan di New York Stock Exchange dari puncak sekitar US$ 60 di April 2010 menjadi sekitar US$ 29 pada 10 Juni. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Singkat kata, suatu peristiwa disebut sebagai angsa hitam bila merupakan hal yang luar biasa yang di masa lalu dikatakan tidak mungkin terjadi (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>rarity</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">), memberikan dampak luar biasa (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>extreme impact</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">), dan setelah terjadi, analisis akan membuktikan bahwa hal itu mungkin terjadi (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>retrospective predictability</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">).</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Untuk menghadapi angsa hitam</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">, semua bisnis harus membangun </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>robustness</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"> terhadap yang hal-hal negatif yang mungkin terjadi. Risiko merupakan fungsi dari pengalian kemungkinan dengan konsekuensi. Sekalipun kemungkinannya kecil, risiko akan menjadi (sangat) besar apabila faktor konsekuensinya (sangat) besar. Itu berarti, ketahuilah hal apa saja yang akan membawa konsekuensi besar bila terjadi dalam bisnis Anda. Walaupun kemungkinan terjadinya kecil, antisipasilah sejak awal. Ingat, walaupun kemungkinannya kecil, konsekuensinya bisa besar sekali di kemudian hari.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Satu hal yang penting, pandangan terhadap angsa hitam sangat dipengaruhi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>observer-</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">nya. Apa yang menjadi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>black swan </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">untuk seekor ayam bukanlah </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>black swan </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">bagi tukang jagalnya. Pelajarannya: jangan berada di posisi ayam dan identifikasikanlah titik rawan (</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>vulnerability</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">) yang dapat menjadi angsa hitam. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Karena banyak peristiwa angsa hitam </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">yang sebelumnya tidak pernah terjadi, memperkirakannya merupakan hal yang tidak gampang. Untuk mengidentifikasi faktor risiko ini, </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>counterfactual reasoning </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">dapat menjadi </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>tool </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">yang membantu. </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>Counterfactual reasoning</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"> berarti menjawab pertanyaan “</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>what if</em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">”. Seandainya saja BP dengan serius dan cermat mempertanyakan </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>“what if” </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">BOP-nya gagal, mungkin mereka telah mempersiapkan semua hal untuk mencegah hal itu terjadi. Atau sekalipun terjadi, mereka telah siap mengatasinya dalam waktu segera. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Sekali lagi, peristiwa </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>black swan </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">merupakan peristiwa langka yang sulit diduga sebelumnya, tetapi dampaknya akan luar biasa besarnya begitu terjadi. Apakah bisnis Anda memiliki </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US"><em>business plan </em></span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">untuk menghadapi angsa hitam?</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><em><strong>*) Penulis adalah Pemerhati bidang manajemen dan pemasaran. </strong></em></span></span></span><span><span><span style="color: #000080;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="mailto:Edison.Lestari@gmail.com" target="_blank"><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: small;"><span lang="en-US">Edison.Lestari@gmail.com</span></span></span></a></span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US" align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/my-article/antara-bp-dan-black-swan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

