<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; hsbc</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/hsbc/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>HSBC: &#8216;Ikatan&#8217; Perdagangan Indonesia-Meksiko Potensial</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/hsbc-ikatan-perdagangan-indonesia-meksiko-potensial</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/hsbc-ikatan-perdagangan-indonesia-meksiko-potensial#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 12:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[Nick Gandolf]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24823</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai negara dengan perekonomian kedua terbesar di Amerika Latin, Meksiko memiliki potensi untuk menjadi negara partner dagang utama bagi Indonesia.  <a href="http://swa.co.id/updates/hsbc-ikatan-perdagangan-indonesia-meksiko-potensial">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Sebagai negara dengan perekonomian kedua terbesar di Amerika Latin, Meksiko memiliki potensi untuk menjadi negara partner dagang utama bagi Indonesia. Sepanjang tahun 2010-2011, pertumbuhan perdagangan antara Indonesia dan Meksiko telah mengalami peningkatan sebesar 53%. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">HSBC Trade Connection juga melihat potensi perdagangan antara Indonesia Meksiko. Dalam prediksi perdagangan tersebut, Meksiko termasuk ke dalam salah satu dari sepuluh negara dengan tingkat pertumbuhan perdagangan tertinggi dengan Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><em>Head of International Business </em>HSBC Indonesia, Nick Gandolfo mengatakan, “HSBC telah lama melihat potensi perdagangan antara kedua negara dalam kaitannya dengan koridor perdagangan baru yang kami sebut koridor perdagangan Selatan.” Indonesia dan Meksiko merupakan pasar berkembang baru yang memiliki keterkaitan perdagangan regional yang kuat di wilayah masing-masing, komposisi demografis kedua negara pun kurang lebih serupa.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1323940384917465"><span id="yui_3_2_0_1_1323940384917462" style="font-family: ARial,sans-serif;">HSBC Trade Connection memprediksi bahwa perdadangan antara kedua negara memiliki potensi untuk terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan 11.3% per tahun. Angka perdagangan Indonesia dengan Meksiko sampai saat ini juga masih mengalami surplus dari sisi Indonesia. “Untuk itu, sebagai institusi perbankan internasional, kami percaya dengan potensi perdagangan antara kedua negara. HSBC siap untuk mendukung minat pengusaha Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya ke Meksiko dan sebaliknya.&#8221;</p>
<p>H.E. Amb Melba Pria, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, mengatakan, saat ini angka perdagangan Meksiko mencapai total US$ 600 miliar, sekitar US$ 1 miliar diserap oleh perdagangan Meksiko dengan Indonesia. Angka tersebut cukup rendah. Namun bila dilihat dari kacamata positif, hal itu berarti potensi hubungan bisnis kedua negara masih terbuka lebar. “Meksiko merupakan negara yang terbuka untuk bisnis, dan kami sangat terbuka bagi pengusaha Indonesia yang beminat untuk mengembangkan bisnisnya di Meksiko,” kata Pria lagi.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/hsbc-ikatan-perdagangan-indonesia-meksiko-potensial/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beramal Sambil Belanja Bersama HSBC dan MAP</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/beramal-sambil-belanja-bersama-hsbc-dan-map</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/beramal-sambil-belanja-bersama-hsbc-dan-map#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 01:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[MAP]]></category>
		<category><![CDATA[Maya S. Rizano]]></category>
		<category><![CDATA[Mitra Adiperkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ritel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24602</guid>
		<description><![CDATA[HSBC bekerjasama dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) menggelar Charity Bazaar yang diberi tema &#8216;Shop and Donate Experience&#8217;. Pada program  <a href="http://swa.co.id/updates/beramal-sambil-belanja-bersama-hsbc-dan-map">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">HSBC bekerjasama dengan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) menggelar Charity Bazaar yang diberi tema <em>&#8216;Shop and Donate Experience&#8217;</em>. Pada program ini, nasabah dan pecinta produk MAP akan mendapat penawaran spesial berupa penawaran potongan harga sampai dengan 80% untuk produk-produk dari sejumlah merek fashion yang dikelola MAP. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Program HSBC – PT Mitra Adiperkasa Tbk &#8216;Shop and Donate Experience&#8217; ini akan berlangsung di Plaza Bapindo lantai 8 dari tanggal 7 sampai 9 Desember 2011. Khusus pada hari pertama, HSBC memberi kesempatan pertama bagi para nasabah kartu kredit HSBC untuk menikmati tambahan diskon sebesar 25%.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Program <em>charity bazaar</em> ini juga turut mengajak konsumen untuk berbelanja sambil beramal, dengan mekanisme trade-in pada hari pertama pembukaan bazaar. HSBC dan MAP berkomitmen untuk mengajak nasabah dan pecinta produk MAP untuk beramal dengan mendonasikan baju bekas layak pakainya. Pada hari pertama pembukaan bazar, 200 orang pertama berkesempatan menukarkan baju bekas layak pakai mereka dengan voucher MAP sebesar Rp 50,000. Baju–baju bekas layak pakai ini nantinya akan didonasikan melalui lembaga amal yang telah ditunjuk oleh HSBC melalui suatu kampanye HSBC Toy Drive.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Program HSBC Toy Drive sendiri merupakan program rutin tahunan. HSBC selalu mengajak keterlibatan staf dan nasabah melalui berbagai jalur untuk mendonasikan pakaian, mainan, buku, sepatu dan lainnya untuk disumbangkan ke berbagai yayasan amal yang merupakan partner HSBC.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">&#8220;Melalui program HSBC PT Mitra Adiperkasa Tbk. Shop and Donate Experience ini, kami berharap dapat menularkan rasa kepedulian terhadap sesama dengan mengajak nasabah kami untuk mendonasikan baju bekas layak pakai. Dengan demikian, program ini dapat menggabungkan dua unsur yang sangat penting bagi kami, yaitu kepuasan pelanggan dan dedikasi kami untuk CSR di Indonesia,” kata Maya S Rizano,<em> Head of Group Communication and Corporate Sustainability</em> HSBC. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1323392828167441"><span id="yui_3_2_0_1_1323392828167438" style="font-family: ARial,sans-serif;">Irawati, Direktur MAP mengatakan, “<em>Charity Bazaar</em> MAP dan HSBC ini berbeda dengan bazaar kami lainnya. Kami memberikan penawaran diskon sampai dengan 70% untuk merek- merek terkemuka, seperti Nautica, Next, Massimo Dutti, Topman, Topshop dan Zara, agar dapat menarik minat konsumen untuk berbelanja sambil beramal. Dengan demikian keinginan konsumen kami untuk tampil modis terpenuhi, sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk turut membantu masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.”<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/beramal-sambil-belanja-bersama-hsbc-dan-map/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yakub Bobat: HSBC Syariah Akan Berkembang di Sini</title>
		<link>http://swa.co.id/profile/yakub-bobat-hsbc-syariah-akan-berkembang-di-sini</link>
		<comments>http://swa.co.id/profile/yakub-bobat-hsbc-syariah-akan-berkembang-di-sini#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 11:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radita Aulia Wicaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Yakub Bobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24422</guid>
		<description><![CDATA[Hongkong Shanghai Bank Corp. (HSBC) termasuk bank asing yang agresif menggarap perbankan syariah. Dengan kondisi bisnis ini yang masih dalam  <a href="http://swa.co.id/profile/yakub-bobat-hsbc-syariah-akan-berkembang-di-sini">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hongkong Shanghai Bank Corp. (HSBC) termasuk bank asing yang agresif menggarap perbankan syariah. Dengan kondisi bisnis ini yang masih dalam taraf pertumbuhan, potensi pasarnya mereka nilai sangat besar. Seperti apa optimisme mereka terhadap perbankan syariah di Indonesia, berikut ini pertikan wawancara SWA Radito A. Wicaksono dengan Yakub Bobat, <em>Global Head of Commercial Banking</em> HSBC Syariah:</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Bagaimana potensi pasar perbankan syariah di Indonesia?</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi perbankan syariah. Sebab, negeri ini memiliki jumlah populasi muslim terbesar di dunia.</p>
<div id="attachment_28688" class="wp-caption alignright" style="width: 347px"><img class="size-full wp-image-28688" title="Yakub-Bobat, HSBC" src="http://swa.co.id/wp-content/uploads/2011/11/Yakub-Bobat_HSBC_square.jpg" alt="Yakub-Bobat, HSBC" width="337" height="337" /><p class="wp-caption-text">Yakub-Bobat, HSBC</p></div>
<p align="JUSTIFY">Secara demografi, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan perbankan syariah. Selain karena jumlah populasi masyarakat muslimnya, juga pasar perbankan syariah di sini masih muda, sehingga masih bisa berkembang lebih jauh. Saat ini, pasar perbankan syariah di Indonesia sedang tumbuh dan berkembang. Berkembangnya sistem keuangan Islam atau syariah ini disebabkan oleh sedikit banyak karena dari hari ke hari nilai-nilai Islami di dalam kehidupan masyarakat Indonesia semakin bertumbuh.</p>
<p align="JUSTIFY">Terlebih, Pemerintah Indonesia di sini sangat mendukung akan sistem perbankan syariah ini. Melalui Bank Indonesia, pemerintah mengeluarkan regulasi yang sangat berpihak kepada pelaku perbankan syariah.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Mengapa porsinya di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan bisnis perbankan secara umum?</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Pasar perbankan syariah di Indonesia dapat dikatakan sebagai pasar perbankan syariah yang masih “muda”, sehingga saat ini terlihai porsinya belum terlalu besar. Akan tetapi, di satu sisi perbankan syariah di Indonesia masih akan terus tumbuh dan berkembang. Saya melihat sendiri, semakin hari, pasar perbankan syariah di Indonesia terus tumbuh dan berkembang secara pesat.</p>
<p align="JUSTIFY">Apabila dibandingkan dengan kondisi perbankan syariah di negara lain yang sudah lebih lama menerapkan sistem perbankan Islam, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Banglades, dan Malaysia, memang Indonesia masih tergolong muda dan memiliki porsi yang lebih kecil. Itu disebabkan adanya perbedaaan karakter pasar perbankan syariah di negara-negara tersebut dengan di Indonesia. Tingkat kepeduliaan atau <em>awareness</em> masyarakat mereka terhadap perbankan syariah sudah lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Selain itu, hal utama yang membedakan karakter di negara-negara tersebut dengan di Indonesia adalah masalah kesiapan atau <em>readyness</em>. Indonesia jelas belum sesiap negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Banglades, dan Malaysia.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Apa yang harus dilakukan oleh para pemain di bisnis perbankan syariah?</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Beberapa hal yang semestinya dilakukan oleh para pemain bisnis perbankan syariah untuk meningkatkan dan mengembangkan pasarnya adalah dengan membangun tingkat kepedulian atau <em>awareness</em> dan memberikan pengetahuan akan sistem perbankan syariah kepada masyarakat. Selain itu, juga diharapkan agar para pemaindi bisnis ini melakukan hal yang sama, dengan saling memberikan informasi dan pengetahuan tentang perbankan syariah. Para pemain di bisnis ini juga harus memiliki solusi produk yang ditawarkan secara komprehensif, atau bisa disebut sebagai <em>end to end product solutions</em>. Selain itu, kolaborasi antara pemainnya dengan para <em>stakeholder</em> sangat-sangat diharapkan berjalan sebaik mungkin.</p>
<p align="JUSTIFY">Terakhir, perlunya peran pemerintah atau para regulator untuk membantu dalam meningkatkan pasar perbankan syariah dan peraturan yang sedikit berpihak kepada para pemain di bisnis ini dalam rangka mengembangkan perbankan syariah ini sendiri.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Apakah Anda optimis bisnis HSBC Syariah akan berkembang bagus di Indonesia?</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Ya, saya sangat yakin dan optimis bahwa HSBC Syariah akan terus berkembang di Indonesia. Selain karena faktor demografi dan kondisi perbankan syariah di Indonesia yang mencerminkan pertumbuhan yang sangat baik, juga pengalaman yang dimiliki oleh HSBC di bisnis ini di Indonesia. Apalagi, untuk saat ini, tidak banyak bank asing yang memiliki perbankan syariah di Indonesia yang juga memiliki pengalaman selama HSBC. Dengan <em>expertise </em>seperti itulah, saya yakin HSBC syariah akan terus berkembang.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Apa yang dilakukan HSBC untuk meningkatkan pasarnya di perbankan syariah di Indonesia?</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Seperti yang sudah disebutkan di atas, di antaranya membangun kepedulian atau <em>awareness</em> dan memberikan pengetahuan akan sistem perbankan syariah kepada masyarakat, serta memberikan produk solusi bagi para pelanggan.</p>
<p align="JUSTIFY">HSBC Amanah juga membuka keran pembiayaan lebih luas. HSBC Amanah saat ini memang lebih masuk ke dalam pasar ritel dan korporasi. Selain itu, HSBC Amanah juga mulai mengeluarkan produk pembiayaan baru seperti <em>warehouse financing,</em> kredit pemilikian rumah (KPR), serta sejumlah produk berbasis akad <em>murabahah </em>dan <em>mudharabah</em>.</p>
<p align="JUSTIFY">Untuk pasar ritel, HSBC Amanah juga masuk ke pasar yang berbeda dengan bank syariah lainnya. Segmen pasar yang dibidik HSBC Amanah adalah kalangan menengah ke atas dan terfokus di beberapa kota besar. Selain itu HSBC Amanah juga memanfaatkan banyaknya jaringan yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada para nasabah. Sementara itu, perluasan jaringan dakan mengikuti rencana bank induk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/profile/yakub-bobat-hsbc-syariah-akan-berkembang-di-sini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia &#8216;Tahan Banting&#8217; Gejolak Ekonomi Global</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/indonesia-tahan-banting-gejolak-ekonomi-global</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/indonesia-tahan-banting-gejolak-ekonomi-global#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 12:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Leif Eskesen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24193</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi Amerika Serikat dan Eropa yang terbelit utang memang menghantui perekonomian global. Apalagi, risiko utama muncul berupa global double-dip. Namun,  <a href="http://swa.co.id/updates/indonesia-tahan-banting-gejolak-ekonomi-global">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Kondisi Amerika Serikat dan Eropa yang terbelit utang memang menghantui perekonomian global. Apalagi, risiko utama muncul berupa <em>global double-dip. </em>Namun, perekonomian Indonesia diperkirakan tak akan ikut suram. Pasalnya, pertumbuhan konsumsi domestik mampu &#8216;menyingkirkan&#8217; ketergantungan Indonesia akan kondisi global.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Pernyataan tersebut diungkapkan <em>Chief Economist </em>HSBC untuk kawasan ASEAN dan India, Leif Eskesen. Saat ini, perekonoian global berada dalam dua kecepatan yang berbeda. Pertama, kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang tengah lemah akibat hutang dan kawasan Asia yang sedang &#8216;berpesta&#8217; karena pertumbuhan ekonomi yang melesat. “Namun tak bisa dipungkiri, Asia merasakan terpaan ekonomi Eropa dan AS dari sektor ekspor. Karena itu, konsumsi domestik diharapkan menjadi penyelamat,” kata Leif.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Kuartal ketiga 2011, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di kisaran 6,5% dan diproyeksikan GDP 2012 mencapai 6,7%. konsumen Indonesia masih memiliki tingkat pembelanjaan yang tinggi. Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh faktor struktural dan kebijakan yang akomodatif. “Indonesia lebih <em>less vulnerable </em>dalam menghadapi kondisi global,” kata Leif. Potensi risiko eksternal memang mungkin meningkat melalui jalur finansial (pasar modal, saham dan lainnya). Namun risiko ini diminimalisir dengan tingginya cadangan devisa Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<span style="font-family: ARial,sans-serif;">Indonesia merupakan negara yang berorientasi pada ekonomi domestik. Hal inilah yang melindungi Indonesia dari efek krisis global,” tegas Leif.  Jika berbicara soal kondisi Amerika Serikat, negara adidaya itu kini masih jauh dari &#8216;rasa aman&#8217; mengingat sektor perumahan masih mengalami penurunan harga sehingga menyulitkan proses pemulihan hutang. Selain itu, gangguan <em>supply chain </em>akibat bencana jepang, <em>inventory corection </em>dan tingginya harga minyak memperlambat pemuihan ekonomi AS.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1321864556680147">“<span id="yui_3_2_0_1_1321864556680144" style="font-family: ARial,sans-serif;">Proses negosiasi politik yang panjang dan berlarut-larut untuk menaikkan pagu hutang pemerintah AS serta diturunkannya peringkat S&amp;P bagi obligasi pemerintah juga memicu pelemahan sentimen pasar AS,” kata Leif lagi. Keadaan kelam pun dirasakan Eropa. Uni Eropa saat ini dituntut untuk segera merumuskan solusi ekonomi yang cermat, komprehensif dan berkelanjutan untuk menyelesaikan krisis utang. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi Eropa sangat lemah yaitu 0,6% di 2012 dan Amerika Serikat sebesar 1,8% di 2012,” kata Leif.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Di sisi lain, wajah ekonomi Asia, khususnya Indonesia, masih sumringah. Perbaikan ekonomi yang cepat di kawasan Asia menurunkan tingkat pengangguran ke level yang hampir sama sebelum krisis. Ini pun berdampak pada peningkatan angka <em>customer confidence. </em>Ditambah, kuatnya produktivitas dan pengetatan pasar tenaga kerja di beberapa negara telah meningkatkan pendapatan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/indonesia-tahan-banting-gejolak-ekonomi-global/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangka Panjang, Nilai Rupiah Masih Menguat</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/jangka-panjang-nilai-rupiah-masih-menguat</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/jangka-panjang-nilai-rupiah-masih-menguat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 12:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=24191</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun ekonomi global masih &#8216;gelap&#8217; dan dikhawatirkan mengguncang ekonomi Indonesia, terutama dalam kacamata ekspor, nilai mata uang rupiah terhadap dolar,  <a href="http://swa.co.id/updates/jangka-panjang-nilai-rupiah-masih-menguat">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun ekonomi global masih &#8216;gelap&#8217; dan dikhawatirkan mengguncang ekonomi Indonesia, terutama dalam kacamata ekspor, nilai mata uang rupiah terhadap dolar, tidak akan terlalu terganggu. Namun dalam jangka pendek, volatilitas nilai tukar cukup tinggi.</p>
<p>Indonesia masih menjadi tempat investasi yang menarik mengingat jumlah dana dari pihak asing yang mengalir disini pun masih tinggi. Asset loan growth berkisar 30% hingga 35%. Tidak hanya itu, sekitar 65% dana di bursa saham berasal dari investor luar. Bunga pun masih dirasa tinggi dengan rasio 5% sampai 6%. “Uang (dari luar) masih mengalir. Tidak hanya itu, investor lokal pun memiliki kemungkinan besar untuk tumbuh,” ujar <em>Co Head of Global Markets</em> HSBC Indonesia, Ali Setiawan.</p>
<p>Meskipun, harus diakui, keberadaan dana asing cukup riskan. Dalam jangka pendek misalnya, volatilitas dirasa cukup tinggi. “Pasalnya, jika ekonomi global bermasalah, pihak asing banyak yang menarik uang mereka dari <em>capital market</em>. Fluktuasi mata uang pun tinggi. Meskipun begitu, dalam jangka menengah, uang mereka pun akan kembali ke Indonesia,” tegas Ali.</p>
<p>Menurut pandangan Ali, pihak asing bagaimanapun juga akan kembali menanamkan uang di Indonesia. “<em>It is very choppy market</em>. Namun, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih menggiurkan pihak asing. GDP masih di kisaran 6,5%. kemungkinan untuk naik di masa depan pun sangat besar. Selain itu, kebijakan moneter pemerintah masih kondusif. Dengan kondisi investasi di Eropa dan Amerika Serikat yang melemah, dana pun mengalir pula ke Indonesia,” kata Ali.</p>
<p>HSBC memperkirkan nilai mata uang rupiah dengan dolar masih berkisar Rp 8.400-Rp 8.500 hingga 2012. Meskipun, angka Rp 8.700-Rp 8.800 per dolar masih menggiurkan bagi investor asing, kata Ali lagi. Ali juga menyarankan pemerintah Indonesia untuk membuat beberapa kebijakan moneter yang mampu menstabilkan nilai mata uang.</p>
<p>Berbicara soal suku bunga, Ali menilai beberapa pelaku perbankan Indonesia sudah menaati aturan Bank Indonesia. “Beberapa bank di Indonesia sudah melakukan penurunan suku bunga mengingat Bank Indonesia sudah membuat kebijakan soal itu. Namun, suku bunga pinjaman kredit diperkirakan belum turun. Meskipun, ada beberapa penyesuaian di masa depan,” kata Ali.</p>
<p>Penurunan suku bunga saat ini belum menjadi prioritas perbankan karena masih melihat kondisi ekonomi. Kami masih fokus dengan kemungkinan untuk inflasi. Apalagi, dengan tingginya inflasi, ruang untuk menurunkan suku bunga pun menyempit, kata Ali lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/jangka-panjang-nilai-rupiah-masih-menguat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cina &#8216;Siap&#8217; Jual Saham Perusahaan Asing</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/cina-siap-jual-saham-perusahaan-asing</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/cina-siap-jual-saham-perusahaan-asing#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 07:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=23981</guid>
		<description><![CDATA[Bursa Saham Shanghai mengaku siap membiarkan emiten asing menjual saham dan &#8216;bertempur&#8217; dengan perusahaan lokal. Ini semakin membuka jalan bagi  <a href="http://swa.co.id/updates/cina-siap-jual-saham-perusahaan-asing">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bursa Saham Shanghai mengaku siap membiarkan emiten asing menjual saham dan &#8216;bertempur&#8217; dengan perusahaan lokal. Ini semakin membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan raksasa seperti HSBC Holdings Plc dan Coca Cola Co untuk terdaftar di pasar ekuitas terbesar kedua di dunia itu.</p>
<p>“Perdagangan dapat dimulai sesegera mungkin ketika waktunya tepat,” kata Xu Ming, wakil presiden eksekutif yang bertanggung jawab atas saham inernasional, berdasarkan keterangan Bloomberg. “Meskipun belum ada jadwal rinci, Bursa Saham Shanghai sudah menyelesaikan persyaratan teknologi dan aturan.”</p>
<p>“Kebijakan ini menarik bagi investor domestik Cina karena mereka memiliki kebih banyak keragaman jenis perusahaan untuk berinvestasi,” kata Arjuna Mahendran dari HSBC Private Bank.</p>
<p>Perdagangan ekuitas asing menandai perubahan terbesar untuk pasar saham Cina dalam kurun lima tahun terakhir. Ini menjadi semacam pendorong bagi negara itu untuk menjadi pusat keuangan global di 2020. Kebijakan tersebut turut pula memperluas pilihan bagi sekitar 85 juta investor individu di Cina yang saat ini, masih dibatasi aturan untuk membeli saham di luar negeri. HSBC, Coca Cola dan NYSE Euronext menjadi beberapa nama yang tertarik menjual saham di Shanghai.</p>
<p>“Internasionalisasi pasar sekuritas akan menguntungkan seluruh bangsa (Cina) dan memotivasi berbagai perusahaan asing,” kata Xu lagi. Mendaftarkan perusahaan di bursa Cina memungkinkan keuntungan dari valuasi yang lebih tinggi dan memberikan kesempatan bagi perusahaan asing untuk mendapatkan akses ke mata uang Cina. Selanjutnya, uang tersebut dapat dipakai dalam mendanai ekspansi mereka di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.</p>
<p>Nilai tukar yuan sempat mencapai 6,3370 per dolar pada 4 November lalu. Ini merupakan level terkuat sejak akhir 1993. Mata uang Cina yang menjadi gambaran perekonomian negara itu telah tumbuh 10,4% dibandingkan tahun lalu.</p>
<p>Cina tampaknya mencari cara dalam menghidupkan kembali minat investor di pasar saham yang merosot dua tahun terakhir. Pasalnya, pemerintah menaikkan suku bunga dan melakukan pembatasan dalam transaksi properti untuk &#8216;menjinakkan&#8217; inflasi serta mencegah asset bubbles. Perusahaan asing dilarang menjual saham di Cina, meskipun diperbolehkan untuk melakukannya di Hong Kong, daerah bekas jajahan Inggris yang menjadi bagian dari Cina sejak 1997.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/cina-siap-jual-saham-perusahaan-asing/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak SD Kenal Uang dari HSBC dan Prestasi Junior</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/anak-sd-kenal-uang-dari-hsbc-dan-prestasi-junior</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/anak-sd-kenal-uang-dari-hsbc-dan-prestasi-junior#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 12:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddy Dwinanto Iskandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=23914</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa bermaksud menjadikan mereka matre (doyan uang) namun anak-anak nampaknya harus diperkenalkan dengan konsep pengelolaan uang sejak dini. Itu lah  <a href="http://swa.co.id/updates/anak-sd-kenal-uang-dari-hsbc-dan-prestasi-junior">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Tanpa bermaksud menjadikan mereka </span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><em>matre (doyan uang)</em></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"> namun anak-anak nampaknya harus diperkenalkan dengan konsep pengelolaan uang sejak dini. Itu lah salah satu alasan HSBC Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI; anggota dari Junior Achievement Worldwide) meluncurkan sebuah program edukasi Uangku Usahaku. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Program ini terdiri dari kurikulum khusus yang</span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"> mengajarkan para siswa nilai uang dan menggunakan uang secara bijaksana</span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><em>,</em></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;">yang akan dilaksanakan di sepuluh Sekolah Dasar di Jakarta. Hadir dalam peluncuran program yang diselenggarakan kemarin (9/11) di Sekolah Dasar Adik Irma adalah Maya Rizano, </span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><em>Head of Group Communications and Corporate Sustainability HSBC Indonesia</em></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;">, Sarwono Kusumaatmadja, </span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><em>Anggota Dewan Nasional PJI</em></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"> dan </span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Abdul Hamid, Departemen Pendidikan Nasional &#8211; DKI Jakarta</span></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;">. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Uangku Usahaku bersifat interaktif dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa siswi SD tentang pentingnya menabung dan nilai uang. Bersama dengan PJI, HSBC telah mengembangkan program CSR sendiri yang unik dan pertama kalinya untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya bekerja dan menabung dengan menggunakan kurikulum yang dikembangkan oleh tim Junior Achievement Worldwide di Colorado, USA.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p id="yui_3_2_0_1_1320925832420511">Selain materi yang inovatif dan dirancang khusus, cara penyampaian program Uangku Usahaku juga dirancang untuk memastikan efektifitasnya. Program ini akan disampaikan melalui <em>storytelling</em> dan pertunjukan boneka yang interaktif dan menyenangkan oleh pendongeng ternama Agus Nur Amal atau PM Toh dan dibantu oleh relawan HSBC. Program ini awalnya akan dijalankan di sepuluh SD, yaitu SD Adik Irma, SD Tarakanita 2, SD Islam Tugasku, SD Dwi Matra, SDIT Al-Azhar Kelapa Gading, SD Asisi, SD Bina Gita Gemilang, SDIT Al-Azhar 12 dan SD At-Taubah, SD Al-Ikhlas mencakup hampir seribu siswa.</p>
<p>“ <em>Financial literacy</em> atau pemahaman finansial merupakan satu materi pembelajaran yang sering dilupakan. Sebagai institusi finansial, merupakan tanggung jawab kami untuk mulai memperkenalkan hal ini kepada siswa dengan sedini mungkin. Hal ini juga sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Bank Indonesia bagi semua pemangku kepentingan agar turut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, dan dalam hal ini siswa siswi sekolah dasar dalam masalah pemahaman keuangan,” ujar <span style="font-family: Times New Roman,serif;">Maya Rizano. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/anak-sd-kenal-uang-dari-hsbc-dan-prestasi-junior/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HSBC: Perusahaan Penginspirasi Bumi di IGA 2011</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/hsbc-perusahaan-penginspirasi-bumi-di-iga-2011</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/hsbc-perusahaan-penginspirasi-bumi-di-iga-2011#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 13:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Green]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Maya Rizano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=22687</guid>
		<description><![CDATA[HSBC meraih penghargaan sebagai Perusahaan Penginspirasi Bumi yang diserahkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta dalam acara Indonesia Green  <a href="http://swa.co.id/updates/hsbc-perusahaan-penginspirasi-bumi-di-iga-2011">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0in;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">HSBC meraih penghargaan sebagai Perusahaan Penginspirasi Bumi yang diserahkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta dalam acara <em>I</em><span style="font-style:normal;">ndonesia Green Awards (IGA) 2011. </span>Penghargaan<em> Indonesia Green Awards </em>ini merupakan yang kedua kalinya diraih oleh HSBC karena dinilai sebagai institusi perbankan yang menginspirasi publik untuk bertindak ramah lingkungan melalui praktek perbankan yang bertanggung jawab.</p>
<p>Maya Rizano, <em>Head of Group Communication and Corporate Sustainability </em><span style="font-style:normal;">HSBC Indonesia, </span>mengatakan, “Semangat <em>Corporate Sustainability</em> merupakan komitmen HSBC secara global karena kami menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan dengan selalu mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan dari setiap proyek yang dibiayai. Dengan demikian, kami dapat menularkan semangat keberlanjutan bisnis kepada nasabah kami. Selain menerapkan semangat ini ke dalam bisnis utama kami, HSBC juga aktif melaksanakan berbagai program pelestarian lingkungan dengan melibatkan karyawan dan berbagai pemangku kepentingan di setiap negara dimana HSBC beroperasi”. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;font-weight:normal;">
<p id="yui_3_2_0_1_1317284045424755" style="margin-bottom:0in;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Penghargaan <em>I</em><span style="font-style:normal;">ndonesia Green Awards</span> ini merupakan yang kedua kali diterima HSBC karena perusahaan, di 2010, menerima Indonesia Green Awards untuk kategori Green CSR dan Green Banking. Pada tahun ini, HSBC Indonesia mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai mampu mengintegrasikan konsep bisnis berkelanjutan ke dalam konsep bisnis utama. Dalam memberikan pinjaman kepada perusahaan atau mendanai suatu proyek tertentu HSBC mengacu kepada <em id="yui_3_2_0_1_1317284045424746">Equator Principles</em>, pedoman yang memperhitungan dampak sosial dan lingkungan dari pembiayaan suatu proyek, serta menempatkan kelestarian sebagai inti dari pembangunan ekonomi.</p>
<p>Indonesia Green Awards merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Bisnis &amp; CSR dan The La Tofi School of CSR. Tujuan Indonesia Green Awards adalah mendorong terwujudnya praktik-praktik bisnis yang ramah lingkungan serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pihak yang telah memberi inspirasi kuat kepada publik.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/hsbc-perusahaan-penginspirasi-bumi-di-iga-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allianz Lirik Bisnis Asuransi Umum HSBC</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/allianz-lirik-bisnis-asuransi-umum-hsbc</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/allianz-lirik-bisnis-asuransi-umum-hsbc#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 13:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Akuisisi]]></category>
		<category><![CDATA[Alianz]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=22679</guid>
		<description><![CDATA[Penyedia asuransi asal Eropa, Allianz dan AXA, merupakan beberapa nama potensial yang berniat membeli bisnis asuransi umum HSBC Holdings Plc  <a href="http://swa.co.id/updates/allianz-lirik-bisnis-asuransi-umum-hsbc">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0in;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style:normal;">Penyedia asuransi asal Eropa, Allianz dan AXA, merupakan beberapa nama potensial yang berniat membeli bisnis asuransi umum HSBC Holdings Plc yang bernilai lebih dari US$ 1 miliar. Bank terbesar di Eropa, HSVC, telah mengirim nota informasi kepada penawar potensial untuk kenjualan bisnis </span><em>non-life insurance. </em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;font-weight:normal;">
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Keputusan ini merupakan bagian dari keputusan CEO Stuart Gulliver untuk memotong biaya perusahaan setidaknya US$ 3,5 miliar. QBE Insurance Group Ltd asal Australia, PICC Property &amp; Casualty Co Ltd asal Cina, Tokio Marine Holdings dan beberapa perusahaan turut pula tertarik dengan unit bisnis HSBS, berdasarkan keterangan pihak yang tidak disebutkan namanya oleh <em>Reuters. </em>Di sisi lain, HSBC menolak berikan komentar. Putaran penawaran pertama diharapkan berupa pelelangan kompetitif yang hadir pada pertengahan Oktober.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;">
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sebelumnya, surat kabar <em>South China Morning Post </em>menyebutkan bahwa Prudential, asuransi medis Bupa, Allianz, AXA, Zurich Financial dan Mitsubishi Insurance Group, sudah melakukan pendekatan untuk membeli unit HSBC. Meskipun begitu, sumber tersebut menyebutkan Prudential berniat memanfaatkan unit HSBC tersebut untuk memperluas produk asuransi jiwa mereka.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;">
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Mei lalu, HSBC mengumumkan akan menjual bisnis <em>non-core </em>yang termasuk jaringan 475 kantor cabang di Amerika Serikat yang berfoks pada bisnis internasional klien AS serta penjualan beberapa bisnis perbankan ritel Eropa. HSBC sedang menjual bisnis asuransi nonjiwa di Hong Kong, Singapura, beberapa negara Amerika Latin dan Prancis. Perusahaan juga sudah menjual bisnis nonjiwa mereka di Inggris. Bisnis asuransi <em>non-life </em>tersebut memperoleh laba sebelum pajak sekitar US$ 1 miliar pada 2010 dan US$ 750 juta di 2009.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;">
<p id="yui_3_2_0_1_1317284045424497" style="margin-bottom:0in;font-style:normal;font-weight:normal;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Berdasarkan data neraca HSBC, premi asuransi nonjiwa perusahaan sekitar US$ 1,3 miliar. Beberapa sumber juga menyebutkan perusahaan asuransi asal Italia, Generali SpA tertarik dengan tawaran HSBC. Panama, Honduras, El Salvador, Argentina, Prancis dan Meksiko merupakan wilayah yang menjadi pasar HSBC untuk produk asuransi umum. Namun, porsi premium paling besar hadir di Hong Kong dan Singapura yang keduanya menyumbang US$ 300 juta.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/allianz-lirik-bisnis-asuransi-umum-hsbc/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HSBC Pangkas 3 Ribu Pegawai di Hong Kong</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/hsbc-pangkas-3-ribu-pegawai-di-hong-kong</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/hsbc-pangkas-3-ribu-pegawai-di-hong-kong#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 10:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellizar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Hongkong]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=22050</guid>
		<description><![CDATA[HSBC Holdings Plc, bank terbesar di Eropa, berencana untuk memecat 3 ribu pegawai, setara dengan 13% total pegawai, di Hong  <a href="http://swa.co.id/updates/hsbc-pangkas-3-ribu-pegawai-di-hong-kong">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">HSBC Holdings Plc, bank terbesar di Eropa, berencana untuk memecat 3 ribu pegawai, setara dengan 13% total pegawai, di Hong Kong dalam kurun tiga tahun mendatang. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya global untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;">
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Bank yang berbasis di London ini berusaha untuk menjadi lebih efisien dengan melakukan perubahan komposisi pegawai seefektif mungkin, ujar juru bicara HSBC yang menolak disebutkan namanya kepada <em>Bloomberg. </em><span style="font-style:normal;">Saat ini, HSBC memiliki 23 ribu pegawai di Hong Kong. HSBC, bulan lalu, sempat menyebutkan akan memecat 30 ribu pegawai di seluruh dunia hingga akhir 2013, sebagai cara mengurangi biaya perusahaan setidaknya US$ 3,5 miliar. Perusahaan memang tengah mempersiapkan diri menghadapi kehadiran aturan permodalan yang makin ketat.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;">
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style:normal;">Pesaing HSBC seperti Standard Chartered Plc dan Citigroup Inc, di sisi lain, tidak memiliki rencana untuk mengurangi pegawai di Hong Kong, bahkan menambah lebih dari 80 ribu pegawai di seluruh dunia. “Perbankan Hong Kong telah memperluas pasar bisnis yuan dalam dua tahun terakhir. Inilaha rea baru bagi perkembangan bank,” ujar analis BNP Paribas SA, Dominic Chan. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;">
<p id="yui_3_2_0_1_1315460289392713" style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span id="yui_3_2_0_1_1315460289392704" style="font-style:normal;">Standard Chartered, bank yang berbasis di London dan memperoleh sebagian besar keuntungan dari pasar Asia, terus tumbuh dan berinvestasi, ujar Gabriel Kwan, juru bicara Standard Chartered. Bahkan, untuk mengantisipasi penambahan keuntungan, hingga akhir tahun 2011, perusahaan akan merekrut 1.000 pegawai baru. BOC Hong Kong Ltd, Bank of East Asia Ltd dan Hang Seng Bank Ltd, juga berencana untuk mempertahankan pegawai mereka di Hong Kong. Di lain pihak, Citigroup melebarkan sayap dari 25 kantor cabang menjadi 49 kantor cabang di Hong Kong, dalam kurun dua tahun. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;">
<p style="margin-bottom:0in;">“<span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style:normal;">Hong Kong merupakan pasar prioritas bagi Citi secara global dan kami berharap dapat terus berinvestasi di </span><em>franchise </em><span style="font-style:normal;">Hong Kong untuk mendukung klien kami,” ujar juru bicara Citigroup, James Griffiths. Krisis utang Eropa memang mendorong para pemberi pinjaman di seluruh dunia untuk memotong gaji pegawai. Bank global seperti UBS AG dan Royal Bank of Scotland Group Plc mengumumkan lebih dari 80 ribu pegawai kehilangan pekerjaan, tahun ini. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0in;">
<p style="margin-bottom:0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-size: small;"><span style="font-style:normal;">Saham HSBC sempat turun 0,3% menjadi HK$ 64,80 di Bursa Saham Hong Kong pada pukul 11:14 siang, waktu setempat, hari ini. Saham Chartered naik 1,8% menjadi HK$ 168,30. </span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/hsbc-pangkas-3-ribu-pegawai-di-hong-kong/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

