<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; istijanto</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/istijanto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tren Perilaku Belanja di Mal</title>
		<link>http://swa.co.id/my-article/tren-perilaku-belanja-di-mal</link>
		<comments>http://swa.co.id/my-article/tren-perilaku-belanja-di-mal#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 08:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istijanto Oei</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Article]]></category>
		<category><![CDATA[Belanja]]></category>
		<category><![CDATA[istijanto]]></category>
		<category><![CDATA[Mal]]></category>
		<category><![CDATA[Survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=12425</guid>
		<description><![CDATA[Pusat pembelanjaan atau mal banyak bertaburan di kota-kota besar, terutama di Jakarta. Mal-mal baru terus bermunculan. Bagi konsumen atau penikmat  <a href="http://swa.co.id/my-article/tren-perilaku-belanja-di-mal">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Pusat pembelanjaan atau mal banyak bertaburan di kota-kota besar, terutama di Jakarta. Mal-mal baru terus bermunculan. Bagi konsumen atau penikmat jalan-jalan, tentu ini kabar menggembirakan. Mereka memiliki banyak pilihan. Namun, di sisi lain, terjadi persaingan antarmal memperebutkan pengunjung. Tak ayal, pengelola mal berkepentingan menarik pengunjung menjejali malnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span>Bagaimana perilaku para pengunjung di mal? Ini juga perlu diketahui. Dalam rangka itu, sebuah survei dilakukan dengan melibatkan 512 responden yang tinggal di berbagai perumahan di Jakarta dan sekitarnya. Pengambilan sampel memakai metode </span><span><em>cluster</em></span><span>. Survei dilakukan sebulan penuh pada Februari 2010 oleh Consumer Survey Indonesia (CSI).</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Beberapa temuan menarik dapat dikemukakan di sini. Pertama, rata-rata frekuensi kunjungan orang ke mal adalah 6,5 hari sekali dengan variasi wanita tiap 6,1 hari sekali dan pria 7,1 hari sekali. Ini mengindikasikan wanita lebih doyan ke mal dan akhir pekan menjadi waktu yang pas untuk jalan-jalan. Temuan kedua mengenai durasi di dalam mal. Hasil riset menunjukkan rata-rata tiap orang menghabiskan 3,5 jam sekali kunjungan. Angka ini kalau dikonversikan ke satu tahun menghasilkan lama kunjungan 197 jam. Artinya, selama setahun orang mengisi hidupnya selama 197 jam di mal.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="color: #0070c0;">â€œâ€¦ <span style="font-size: medium;"><strong>uang yang diraup mal di Jakarta dari saku seorang pengunjung adalah Rp 10.921.000 per tahunâ€</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Temuan berikutnya yang menarik adalah uang yang dibelanjakan. Dalam sekali kunjungan, orang menghabiskan rata-rata Rp 194.500. Ini berarti uang yang diraup mal di Jakarta dari saku seorang pengunjung adalah Rp 10.921.000 per tahun. Kalau angka ini dikalikan dengan jumlah pengunjung mal, akan menghasilkan ukuran pasar yang fantastis. Jangan heran, di dalam mal terjadi perputaran uang yang demikian besar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span>Pengelola mal sendiri selalu menampilkan keunikannya supaya menjadi daya tarik pengunjung. Demikian juga dengan keberadaan konter. Pengelola mal berkepentingan menempatkan konter-konter yang memiliki magnet atau jangkar penarik pengunjung </span><span><em>(anchor)</em></span><span>. Urutan 10 besar konter yang berfungsi sebagai </span><span><em>anchor </em></span><span>dengan</span><span><em> </em></span><span>jawaban</span><span><em> multiple response</em></span><span> adalah pusat jajan atau </span><span><em>foodcourt </em></span><span>(60%), baju atau </span><span><em>fashion</em></span><span> (49%), </span><span><em>supermarket</em></span><span> (42%), toko buku (33%), bioskop (22%), resto atau cafÃ© (20%), toserba atau </span><span><em>department store</em></span><span> (11%), aksesori (8%), arena bermain atau </span><span><em>game</em></span><span> (8%) dan musik (7%). Di konter-konter inilah perputaran uang yang besar terjadi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Dari segi uang yang dibelanjakan, terdapat perbedaan mencolok dari segi usia. Mereka yang masih di usia sekolah menghabiskan Rp 160.000 sekali kunjungan. Kelompok usia yang paling berani membelanjakan uangnya adalah usia 36-40 tahun, yaitu sebesar Rp 337.000. Di atas usia 40 tahun, pengeluaran menurun di kisaran Rp 177.000.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Temuan berikutnya yang juga tak kalah menarik: pengunjung mal kebanyakan tidak sendirian. Selama berkunjung ke mal, orang paling banyak pergi bersama temannya (51%), lalu dengan keluarga (39%) dan terakhir sendirian (10%). Hasil ini mengukuhkan bahwa fungsi mal bukan lagi sekadar tempat membeli. Mal sudah menjelma sebagai tempat bergaya, mencari hiburan, bersantai dan bersosialisasi. Mal memang telah menjadi gaya hidup yang sulit dipisahkan dari kaum urban dan di sini pulalah peluang bisnis dapat dikail.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><strong>Fakta Perilaku Belanja di Mal di Jakarta Tahun 2010</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<dl>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="504" bordercolor="#000000">
<col width="38"></col>
<col width="158"></col>
<col width="264"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="38"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>No.</strong></span></span></td>
<td width="158"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Deskripsi</strong></span></span></td>
<td width="264"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Fakta</strong></span></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="38"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">1</span></span></td>
<td width="158"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Frekuensi 					kunjungan</span></span></td>
<td width="264"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">6,5 					hari sekali</span></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="38"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">2</span></span></td>
<td width="158"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Lama 					per kunjungan</span></span></td>
<td width="264"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">3,5 					jam</span></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="38"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">3</span></span></td>
<td width="158"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Uang 					yang dibelanjakan</span></span></td>
<td width="264"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Rp 					194.500/orang/kunjungan</span></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="38"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">4</span></span></td>
<td width="158"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Anchor</em></span></span></td>
<td width="264"><span style="font-family: Arial Narrow,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>foodcourt, 					fashion, supermarket, </em>buku, bioskop, resto, <em>department 					store</em>, aksesori, <em>game</em>, musik</span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
</dl>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Hasil riset: Consumer Survey Indonesia, 2010</p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em>*Penulis adalah <strong>Eksekutif Riset Consumer Survey Indonesia, www.istijanto.com</strong></em></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/my-article/tren-perilaku-belanja-di-mal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana meningkatkan omzet penjualan</title>
		<link>http://swa.co.id/consultation/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan</link>
		<comments>http://swa.co.id/consultation/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istijanto Oei</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consultation]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing Consultation]]></category>
		<category><![CDATA[istijanto]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://122.200.48.77/swa_baru/?p=10985</guid>
		<description><![CDATA[Saya memiliki usaha apotik yang sudah berjalan hampir 5 tahun. Selama ini omzet penjualan ya hanya segitu-gitu saja. Saya juga  <a href="http://swa.co.id/consultation/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memiliki usaha apotik yang sudah berjalan hampir 5 tahun. Selama ini omzet penjualan ya hanya segitu-gitu saja. Saya juga sudah menerapkan strategi sebagai berikut : harga murah, free konsultasi, good service. Yang ingin saya tanyakan bagaimana meningkatkan omzet penjualan? Sekedar informasi, di kota kami ada 1 apotik yang terkenal murah, setiap konsumen selalu membandingkan harga. Intinya, meski saya memberikan harga yang sama dengan apotik tersebut tetap saja tidak bisa mendongrak omzet penjualan kami. Demikian terima kasih.</p>
<p>Ita Andajani</p>
<p>ita@gitamulia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/consultation/bagaimana-meningkatkan-omzet-penjualan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

