<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWA.co.id &#187; Obligasi</title>
	<atom:link href="http://swa.co.id/tag/obligasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swa.co.id</link>
	<description>SWA Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:50:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Outlook Stabil, Bank International Indonesia Raih &#8216;AAA&#8217;</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/outlook-stabil-bank-international-indonesia-raih-aaa</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/outlook-stabil-bank-international-indonesia-raih-aaa#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 14:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Bank International Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BII]]></category>
		<category><![CDATA[Fitch Ratings]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[rating]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=22014</guid>
		<description><![CDATA[Fitch Ratings menetapkan Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang PT Bank International Indonesia Tbk (BII) di posisi &#8216;BB+&#8217; dengan outlook  <a href="http://swa.co.id/updates/outlook-stabil-bank-international-indonesia-raih-aaa">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv930013259"><!-- _filtered #yiv930013259 { margin: 0.79in; }#yiv930013259 p { margin-bottom: 0.08in; } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;">Fitch Ratings menetapkan <em>Issuer Default Rating </em><span style="font-style: normal;">(IDR) jangka panjang PT Bank International Indonesia Tbk (BII) di posisi &#8216;BB+&#8217; dengan outlook positif. Selain itu, peringkat </span><em>national long-term </em><span style="font-style: normal;">meraih nilai &#8216;AAA&#8217; dengan outlook stabil.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-style: normal;">IDR dan peringkat </span><em>national long-term </em><span style="font-style: normal;">milik BII itu merefleksikan dukungan yang kuat dari induk bank mereka yang juga mendapatkan peringkat tinggi, Malayan Banking Berhard (Maybank) yaitu &#8216;A-&#8217;. Rating viabilitas itu merefleksikan posisi keuangan moderat bank dalam lingkup kualitas aset, profitabilitas dan modal. Apalagi, rencana jangka panjang Maybank adalah mengembangkan BII menjadi salah satu platform kunci pertumbuhan regional mengingat tingginya potensi pertumbuhan Indonesia.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-style: normal;">Di sisi lain, Maybank kini memang sedang dalam proses mengirim ahli manajemen risiko dan IT ke BII. Kedua bank tengah bersinergi bisnis dalam lingkup pasar global / </span><em>treasury, </em><span style="font-style: normal;">aktivitas perbankan korporat, perbankan syariah, </span><em>human capital </em><span style="font-style: normal;">dan manajemen risiko. Keberadaan kebijakan kredit yang ketat, manajemen risiko yang kuat dan pemantauan ketat atas portofolio utang membuat kualitas aset menguat. Ini terlihat dari angka NPL menurun menjadi 2,4% dari total pinjaman, sebelumnya di 2010 berada di posisi 3,1%.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span style="font-style: normal;">Namun, BII tetap menghadapi tantangan untuk mengelola kualitas aset di anak perusahaan mereka, WIM Finance yang mendapat peringkat &#8216;AA&#8217;. Net Interest Margin (NIM) BII menurun jadi 5,1% dalam laporan terakhir, dari 5,5% di 2010. hal ini disebabkan persaingan yang ketat di ranah deposito dan pinjaman. Keuntungan dari bisnis </span><em>automobile </em><span style="font-style: normal;">dan </span><em>core banking </em><span style="font-style: normal;">di bawah cakupan BII Finance pun meingkat. <em>Return on assets </em>(ROA) sedikit meningkat menjadi 0,9%, sebelumnya 0,7%. ROA milik BII tergolong kecil dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 3%.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p id="yui_3_2_0_1_1315406436378242" style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: ARial,sans-serif;"><span id="yui_3_2_0_1_1315406436378236" style="font-style: normal;">Maybank telah mendukung BII  melalui terbitan sub-utang di kuartal kedua 2011 sehingga meningkatkan total modal terakir dengan CAR sebesar 13,06% di semester pertama 2011, berbanding dengan 12,5% di 2010. Dengan pertumbuhan kredit yang diperkirakan meningkat pesat dalam kurun tiga tahun ke depan sehingga memberikan tekanan cukup besar bagi modal bank, Fitch mengharapkan BII dapat bertahan dengan CAR sesuai persyaratan minimum Bank Indonesia.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/outlook-stabil-bank-international-indonesia-raih-aaa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SURVEI WOM 2011: INGIN MEREK ANDA MENJADI &#8216;BUAH BIBIR&#8217;? (SWA EDISI 12/2011)</title>
		<link>http://swa.co.id/edition/survei-wom-2011-ingin-merek-anda-menjadi-buah-bibir-swa-edisi-122011</link>
		<comments>http://swa.co.id/edition/survei-wom-2011-ingin-merek-anda-menjadi-buah-bibir-swa-edisi-122011#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 07:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edition]]></category>
		<category><![CDATA[Auto Risk]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Brands]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Bibir]]></category>
		<category><![CDATA[Debitor]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Generali]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Intelek]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Merek]]></category>
		<category><![CDATA[Meroket]]></category>
		<category><![CDATA[Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Musica]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Rujukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Studio]]></category>
		<category><![CDATA[System]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tune]]></category>
		<category><![CDATA[Utang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swastartup.com/swabaru2011/?p=25381</guid>
		<description><![CDATA[SURVEI WOM 2011: INGIN MEREK ANDA MENJADI &#8216;BUAH BIBIR&#8217;? (SWA EDISI 12/2011) SURVEI WOM 2011 INGIN MEREK ANDA MENJADI &#8216;BUAH  <a href="http://swa.co.id/edition/survei-wom-2011-ingin-merek-anda-menjadi-buah-bibir-swa-edisi-122011">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center">
<div class="mceTemp" style="text-align: left;">
<dl id="" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://facebook.com/photo.php?fbid=10150272932606499&amp;set=a.33949381498.57165.33941551498"><img title="SURVEI WOM 2011: INGIN MEREK ANDA MENJADI 'BUAH BIBIR'? (SWA EDISI 12/2011)" src="http://swamediainc.com/newsletter/email/1106/swa1112.jpg" alt="SURVEI WOM 2011: INGIN MEREK ANDA MENJADI 'BUAH BIBIR'? (SWA EDISI 12/2011)" width="320" height="424" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">SURVEI WOM 2011: INGIN MEREK ANDA MENJADI &#8216;BUAH BIBIR&#8217;? (SWA EDISI 12/2011)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: left;"><strong>SURVEI WOM 2011<br />
INGIN MEREK ANDA MENJADI &#8216;BUAH BIBIR&#8217;?</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>110 MOST RECOMMENDED BRANDS</strong></p>
<p style="text-align: left;">Guyub, arisan, kongko-kongko, bergunjing dan merebaknya media sosial membuat word of mouth marketing kian perkasa. WOM sarana efektif mendongkrak penjualan dan sejumlah merek telah membuktikannya. Bagaimana memanfaatkan kebiasaan ini secara bijak dan menguntungkan? Bagaimana pula memanfaatkan kontroversi untuk mendongkrak penyebaran pesan, tetapi tak kebablasan?</p>
<p style="text-align: left;"><strong>SWA EDISI 12/2011</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>SAJIAN UTAMA</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Menunggangi Keperkasaan Rujukan Orang&#8221;<br />
</strong>Menunggangi Keperkasaan Rujukan Orang Kebiasaan guyub, arisan, kongko-kongko dan bergunjing, ditambah merebaknya media sosial membuat word of mouth marketing semakin perkasa. Namun, bagaimana memanfaatkan kebiasaan ini secara bijak dan menguntungkan? Bagaimana pula memanfaatkan kontroversi untuk mendongkrak penyebaran pesan, tetapi tak kebablasan?</p>
<p style="text-align: left;"><strong>ENTREPRENEUR</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Bila Pak Guru Berbisnis&#8221;</strong><br />
Prihatin atas mutu lulusan SMK, guru SMK Negeri 4 Jakarta ini pun membuat alat peraga pendidikan sendiri. Belakangan, SMK-SMK dari berbagai kota memesannya. Maklum, harganya cuma setengah, bahkan sepertiga, dari produk serupa yang selama ini diimpor.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>SOSOK</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Perjalanan Sang Pengemis Intelek&#8221;</strong><br />
Pengusaha low profi le ini sukses membesarkan Musica Studio, Air Asia dan kini Tune Hotels di Indonesia. Bagaimana kisah dan prinsip bisnisnya?</p>
<p style="text-align: left;"><strong>EKONOMI &amp; BISNIS</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>MANAJEMEN</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Mengelola Ancaman Krisis, Menggenjot Kinerja&#8221;</strong><br />
Di tengah tuduhan tak ramah lingkungan dan boikot beberapa pembeli global kelas kakap, kinerjanya justru meroket. Apa strateginya mengelola krisis yang berpotensi meluas ini?</p>
<p style="text-align: left;"><strong>PEMASARAN</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Laju Kencang Kawasaki di Trek Lurus&#8221;</strong><br />
Lama menyandang status penggembira, Kawasaki melejit dan menjadi pemimpin pasar di segmen sepeda motor sport cc besar. Keberhasilannya mengusik jawara industri untuk ikut bertarung. Mampukah Kawasaki mempertahankan top speed-nya</p>
<p style="text-align: left;"><strong>TEKNOLOGI INFORMASI<br />
&#8220;Investasi Juga Butuh Rem dan Persneling&#8221;</strong><br />
Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>ENTREPRENEUR</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Titik Balik Mantan Debitor Kakap&#8221;</strong><br />
Kebangkrutan bisnis alat berat yang menyisakan utang Rp 62 miliar justru menjadi titik balik kebangkitan Heppy Trenggono merintis bisnis baru dengan 12 perusahaan dan 3.000 karyawan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>INVESTASI</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Memilih Surat Utang Jempolan&#8221; </strong><br />
Hingga akhir 2011 emisi obligasi korporasidiperkirakan analis akan naik 15%-30% dari pencapaian tahun 2010 sebesar Rp 35,40 triliun. Bagaimana strategi memilih obligasi yang ciamik?</p>
<p style="text-align: left;"><strong>SIAPA DIA</strong><br />
Ellen Brigitta<br />
Westin Yanny Tjokro<br />
Aris Sudewo<br />
Rininta Heruwanto<br />
Indrawan Nugroho</p>
<hr size="1" />
<p><a href="http://www.wayangforce.com/index.php/indexme/bookdetail/book_id/424" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" src="http://www.wayangforce.com/wayangcover/424.jpg" alt="" width="150" height="199" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: left;">SWA EDISI 12/2011<br />
<strong>SURVEI WOM 2011<br />
INGIN MEREK ANDA MENJADI ‘BUAH BIBIR’?<br />
</strong><a href="../2011/06/survei-wom-2011-ingin-merek-anda-menjadi-buah-bibir-swa-edisi-122011/" target="_blank">110 MOST RECOMMENDED BRANDS</a></p>
<p style="text-align: left;">Harga: <strong>Rp. 30.000</strong></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.wayangforce.com/wayangforce/viewer.php?id=424" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/b_preview.png" alt="" width="62" height="26" border="0" /></a> <a href="http://www.wayangforce.com/index.php/indexme/bookdetail/book_id/424" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/b_buy.png" alt="" width="62" height="26" border="0" /></a></p>
<hr size="1" />
<p align="center"><strong style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/subscribe/" target="_blank">SWA Magazine</a></strong><span style="font-size: xx-small;"> Subscription &amp; </span><strong style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine" target="_blank">SWA Digital Magazine</a></strong><span style="font-size: xx-small;"> Downloads</span></p>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="10">
<tbody>
<tr align="center" valign="top">
<td width="33%"><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#wayangforce" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/logo_wayangforce.png" alt="SWA Digital Magasine Powered by Wayang Force" width="120" height="120" border="0" /></a><br />
<a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#wayangforce" target="_blank">SWA Digital Magazine<br />
Powered byWayang Force</a></span></td>
<td width="33%"><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/subscribe/" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/logo_swa.png" alt="SWA Magazine Subscription / Berlangganan Majalah SWA" width="120" height="120" border="0" /></a><br />
<a href="http://swamediainc.com/subscribe/" target="_blank">SWA Magazine Subscription<br />
Berlangganan Majalah SWA</a></span></td>
<td width="33%"><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#scoop" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/logo_scoop.png" alt="SWA Digital Magasine Powered by SCOOP Newsstand" width="120" height="120" border="0" /></a><br />
<a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#scoop" target="_blank">SWA Digital Magazine<br />
Powered by SCOOP Newsstand</a></span></td>
</tr>
<tr align="center" valign="top">
<td>
<p align="center"><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#wayangforce" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/button_download_now.png" alt="" width="180" height="49" border="0" /></a><br />
+ </span><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://itunes.apple.com/app/id407692192" target="_blank">Download Wayang Force Apps for iPad</a><br />
+ </span><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.wayangforce.com/download/wayangforce.apk" target="_blank">Download Wayang Force Apps for Android</a></span></p>
</td>
<td></td>
<td><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://swamediainc.com/digitalmagazine#scoop" target="_blank"><img src="http://swamediainc.com/digitalmagazine/img/button_download_now.png" alt="" width="180" height="49" border="0" /></a><br />
+ <a href="http://itunes.apple.com/id/app/scoop-magazine-reader/id402166944" target="_blank">Download SCOOP Apps for iPhone &amp; iPad</a></span><span style="font-size: xx-small;"><br />
+ <a href="http://www.samsungapps.com/topApps/topAppsDetail.as?productId=G00002513473" target="_blank">Download eReading Apps for Samsung Android</a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/edition/survei-wom-2011-ingin-merek-anda-menjadi-buah-bibir-swa-edisi-122011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permata Terbitkan Obligasi Subordinasi Rp 1 Triliun</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/permata-terbitkan-obligasi-subordinasi-rp-1-triliun</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/permata-terbitkan-obligasi-subordinasi-rp-1-triliun#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 11:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ellyzar Zachra P.B</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Herwidayatmo]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Permata Bank]]></category>
		<category><![CDATA[subordinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=19569</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai cara mengembangkan diri di ranah perbankan dan merangkul banyak investor, PT Bank Permata Tbk akan menerbitkan Obligasi Subordinasi II  <a href="http://swa.co.id/updates/permata-terbitkan-obligasi-subordinasi-rp-1-triliun">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="font-style: normal;"><a name="yui_3_2_0_3_1306228292849138"></a><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;">Sebagai cara mengembangkan diri di ranah perbankan dan merangkul banyak investor, PT Bank Permata Tbk akan menerbitkan Obligasi Subordinasi II tahun 2011 yang ditawarkan kepada masyarakat dengan penawaran awal sebesar Rp 1 triliun. Yang menarik, indikasi kupon yang ditawarkan sebesar 10,25% sampai 11,25%.</span></p>
<p style="font-style: normal;"><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><br />
</span></p>
<p style="font-style: normal;"><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;">Obligasi yang memiliki tingkat bunga tetap hingga saat jatuh temponya ini diharapkan dapat memberikan peluang investasi yang menguntungkan bagi para investor. Obligasi suboordinasi ini berjangka waktu 7 tahun dengan jumlah awal sebesar 1 triliun. Meskipun begitu pihak Permata Bank tidak menutup kemungkinan meningkatkan jumlah tersebut jika permintaan investor bertambah.</span></p>
<p><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><span style="font-style: normal;">Proses pembentukan harga (</span><em>book building</em><span style="font-style: normal;">) Obligasi Subordinasi tersebut direncanakan dimulai pada 24 Mei-6 Juni 2011 diikuti dengan masa penawaran umum pada 16-22 Juni 2011 lalau periode penjatahan pada 24 Juni 2011 dan pembayaran dari investor kepada penjamin emisi pada 27 Juni 2011. Terakhir, obligasi tersebut akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2011.</span></span></p>
<p style="font-style: normal;"><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;">Dengan harga sebesar 100% dari jumlah pokok, obligasi tersebut menawarkan indikasi kupon antara 10,25%-1,25% dengan pembayaran kupon dilakukan setiap tiga bulan. Penetapan final besaran kupon tersebut ditentukan setelah proses pembentukan harga. </span></p>
<p style="font-style: normal;"><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><br />
</span></p>
<p>“<span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><span style="font-style: normal;">Saat ini, Permata Bank mendapat peringkat yang cukup baik dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), terlihat dari peningkatan </span><em>rating </em><span style="font-style: normal;">bank sebanyak dua tingkat dari pemeringkatan sebelumnya. Ini terkait sinergi bank yang kuat dan dukungan para pemegang saham yang kuat,” ujar Wakil Direktur Utama Permata Bank, Herwidayatmo saat ditemui di Mandarin Oriental Hotel pada Selasa (24/5).</span></span></p>
<p><a name="yui_3_2_0_3_1306228292849142"></a><a name="yui_3_2_0_3_1306228292849145"></a> <span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><span style="font-style: normal;">Permata Bank bekerja sama dengan PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT NISP Sekuritas sebagai penjamin emisi bersama bagi penawaran obligasi serta PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai wali amanat. Dana dari hasil penawaran obligasi subordinasi ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi, akan diperlakukan sebagai modal pelengkap level bawah (</span><em>lower tier II capital</em><span style="font-style: normal;">) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Selanjutnya, dana tersebut digunakan sepenuhnya bagi ekspansi layanan kredit bagi nasabah.</span></span></p>
<p>“<span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><span style="font-style: normal;">Kami selalu terbuka dengan opsi perkembangan perusahaan, salah satunya di ranah layanan kredit. Meskipun begitu, sebagai perusahaan publik, kami harus mendapatkan izin dan batasan yang jelas dari pihak regulator yaitu Bank Indonesia,” kata Herwidayatmo lagi.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><span style="font-style: normal;">Hingga saat ini, pengguna kartu kredit Permata Bank setidaknya 250 ribu, diharapkan setelah mengakuisisi GE Finance beberapa waktu lalu, pengguna meningkat menjadi lebih dari 500 ribu. Tahun lalu, layanan kredit mencakup 26% dari total pendapatan Permata Bank. Pada 2011, mereka menargetkan kenaikan 5% sampai 8% dari </span><em>total revenue. </em><span style="font-style: normal;">Pinjaman keseluruhan </span><em>(total loan</em><span style="font-style: normal;">) Permata Bank hingga 30 Maret 2011 mencapai Rp 54 triliun dengan pertumbuhan 33%. Untuk total aset sendiri, Permata Bank memiliki Rp 73 triliun.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Bitstream Charter,serif;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/permata-terbitkan-obligasi-subordinasi-rp-1-triliun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BCA Finance Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/bca-finance-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/bca-finance-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 09:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[BCA Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Roni Haslim]]></category>
		<category><![CDATA[Rp 1 Triliun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=19409</guid>
		<description><![CDATA[BCA Finance berencana melakukan penawaran umum obligasi keempat senilai Rp 1 triliun. Obligasi ini mendapatkan peringkat id AA+ Stable Outlook  <a href="http://swa.co.id/updates/bca-finance-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- p { margin-bottom: 0.08in; } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>BCA Finance berencana melakukan penawaran umum obligasi keempat senilai Rp 1 triliun. Obligasi ini mendapatkan peringkat id AA+ Stable Outlook dari Pefindo dan Rating AA+ (idn) dari Fitch Ratings.  Dana obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan  digunakan  seluruhnya untuk pendanaan modal kerja yaitu pembiayaan konsumen.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>Direktur Utama BCA Finance, Roni Haslim mengatakan, berdasarkan pengalaman dan track record, manajemen operasi, proyeksi arus kas yang kuat dan profil pembiayaan yang baik membuat BCA Finance mendapatkan peringkat obligasi yang memuaskan. ”Kami optimistis obligasi ini akan sukses,” jelasnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>Obligasi yang ditawarkan memiliki jaminan Fidusia piutang pembiayaan sebesar 50% dengan bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">”<span>Rating yang baik, tim manajemen dan berpengalaman di industri pembiayaan, serta profitabilitas yang kuat didukung dengan kinerja dan efisiensi, menjadi dasar bagi kami, penjamin emisi untuk menjamin obligasi ini,” ujar  Andi Sidharta,  Director &#8211; Head of Investment Banking PT Bahana Securities, salah satu penjamin pelaksana emisi obligasi ini. Selain PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Standard Chartered Securities Indonesia dan PT Transasia Securities.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>Pada 2010, perusahaan yang mendapatkan berbagai macam penghargaan mulitfinance terbaik ini membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp 1,147 miliar, naik dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 800 miliar. Sementara pendapatan selama kuartal pertama 2011 (Januari – Maret) telah mencapai Rp 311 miliar. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>BCA Finance juga mencatat peningkatan laba bersih pada tahun 2010 sebesar Rp 577 miliar. Sedangkan pada 2009 dan 2008 masing-masing Rp 388 miliar dan Rp 193 miliar. Sementara laba bersih selama kuartal pertama 2011 mencapai Rp 154 miliar. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">“<span>Kami memiliki brand image yang kuat sebagai perusahaan pembiayaan yang terpercaya serta profitibilitas perseroan yang terus meningkat dengan tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah” ujar Roni mengklaim.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>Kinerja pembiayaan konsumen perusahaan  ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2010 BCA Finance  berhasil meningkatkan pembiayaan baru dan aset kelolaan masing-masing sebesar 31%. Untuk distribusi pembiayaan berdasarkan kategori masih didominasi oleh kendaraan minibus/MPV sebesar 56% yang diikuti oleh SUV dan sedan sebesar 19 % dan 14 %. Untuk distribusi pembiayaan berdasarkan wilayah geografis 39 % berada di  DKI Jakarta dan 61 % di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span>Untuk total aset dan piutang pembiayaan konsumen pada tahun 2010 masing-masing sebesar Rp 3,251 miliar dan Rp 2,973 miliar. Sedangkan 2009 masing-masing sebesar Rp 2,091 miliar dan Rp 1,905 miliar. Untuk kuartal pertama 2011 total aset dan piutang pembiayaan konsumen tercatat masing-masing sebesar Rp 3,267 miliar dan Rp 2,999 miliar.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/bca-finance-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLN Targetkan Dana Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 3 Triliun</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/pln-targetkan-dana-obligasi-dan-sukuk-ijarah-rp-3-triliun</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/pln-targetkan-dana-obligasi-dan-sukuk-ijarah-rp-3-triliun#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 12:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[Sukuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=13907</guid>
		<description><![CDATA[PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2,5 triliun dan. Selain itu,  <a href="http://swa.co.id/updates/pln-targetkan-dana-obligasi-dan-sukuk-ijarah-rp-3-triliun">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2,5 triliun dan. Selain itu, PLN juga menawarkan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Dengan demikian total dana murah PLN yang akan terkumpul sekitar Rp 3 triliun. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">â€œ<span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Setelah dikurangi biaya-biaya emisi dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan untuk kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga lisrik,â€ kata Direktur Keuangan PLN, Setyo Anggoro Dewo, dalam paparan publik PLN.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Obligasi PLN XII Tahun 2010 terdiri dari seri A dengan jangka waktu 5 tahun dan seri B dengan jangka waktu 12 tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Juli 2015 untuk seri A dan 8 Juli 2022 untuk obligasi seri B. Sementara itu, sukuk ijarah PLN V terdiri dari seri A dengan imbalan ijarah sebesar Rp 1 miliar per tahun berjangka waktu 5 tahun dan seri B dengan imbalan ijarah sebesar Rp1 miliar dengan jangka waktu 12 tahun.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Menurut Dewo, obligasi PLN ini diterbitkan tanpa warkat. Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Sementara itu, sukuk ijarah juga ditawarkan dengan nilai 100% dari sisa imbalan ijarah. Sebagaimana obligasi, imbalan ijarah juga dibayarkan setiap triwulan.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Obligasi PLN XII Tahun 2010 berperingkat idAA+ (double plus, stable outlook) dari Pefindo. Indikasi tingkat suku bunga obligasi ini untuk seri A mengacu FR0027 (100-175 bps) atau 8,15% dan seri B sebesar FR0043 (100-175 bps) atau 9,06%.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sementara untuk indikasi sukuk ijarah V-2010 seri A dan seri B akan mengikuti suku bunga obligasi. Adapun untuk besaran tingkat bunga obligasi sebesar 9,15 &#8211; 9,9% untuk seri A, dan seri B sebesar 10,06 &#8211; 10,81%.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah adalah PT Danareksa Sekuritas (terafiliasi), PT Mandiri Sekuritas (terafiliasi), dan PT Trimegah Securities Tbk. Sedangkan wali amanat ditunjuk PT Bank CIMB Niaga Tbk.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dalam kesempatan yang sama Dewo juga mengungkapkan, ternyata anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan PLNP masih kurang Rp 13 triliun lagi. Adapun capex yang ditargetkan PLN tahun ini sebesar Rp 60-70 triliun. Namun, perusahaan setrum pelat merah ini masih membutuhkan suntikan dana Rp13 triliun lagi untuk mencukupi nilai belanja modal ersebut. &#8220;Untuk Rp3 triliun kami dapatkan dari obligasi. Sedangkan yang Rp 10 triliun akan kami dapat dari perbankan,&#8221; ucap Dewo menegaskan.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Adapun dana capex tersebut akan dipergunakan untuk pendanaan distribusi jaringan seluruh Indonesia, di mana PLN menetapkan margin PSO sebesar 8%.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dewa memaparkan, hingga akhir tahun 2010 PLN menargetkan pencapaian laba bersih hampir sama dengan pencapaian tahun 2009, yakni sebesar Rp 10,5 triliun.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/pln-targetkan-dana-obligasi-dan-sukuk-ijarah-rp-3-triliun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obligasi Titan Petrokimia Nusantara Raih Rating A+</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/obligasi-titan-petrokimia-nusantara-raih-rating-a</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/obligasi-titan-petrokimia-nusantara-raih-rating-a#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 11:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Army Meidinasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Fitch Rating]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Titan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=13722</guid>
		<description><![CDATA[Fitch Ratings Indonesia mengumumkan rating final A+ untuk PT Titan Petrokimia Nusantara (TPN) dengan nilai obligasi sebesar Rp 73 miliar  <a href="http://swa.co.id/updates/obligasi-titan-petrokimia-nusantara-raih-rating-a">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fitch Ratings Indonesia mengumumkan rating final A+ untuk PT Titan Petrokimia Nusantara (TPN) dengan nilai obligasi sebesar Rp 73 miliar dan sukuk Rp 200 miliar, yang jatuh tempo pada Juni 2015 nanti. Pemberian rating final ini mengikuti penyelesaian dari penerbitan obligasi dan penerimaan dari penyesuaian dokumen yang sebelumnya telah diterima.</p>
<p>Rating final yang diberikan sama dengan ekspektasi rating yang diberikan pada 26 Maret lalu. Meskipun nilai penerbitan lebih rendah dari target awal yang sebesar Rp 500 miliar, Fitch menerangkan bahwa struktur modal, likuiditas, serta profil kredit TPN tidak berubah secara material. TPN pun dapat terus mengambil keuntungan dari induk usahanya, Titan Chemicals Corp Bhd, yang menyediakan sekitar 30%  kebutuhan ethylene dari hasil produksinya.</p>
<p>Fitch mencatat,  pada kuartal pertama tahun ini, kinerja TPN melemah. Hal tersebut ditunjukkan dengan menurunnya volume produksi polyethylene menjadi 48.309 ton dari rata-rata per kuartal tahun lalu yang mencapai 73.334 ton. M<em>argin spread</em> yang diperoleh pun menurun menjadi sebesar US$ 93-138 per ton dari yang tadinya mencapai US$ 337-345 per ton pada 2009.</p>
<p>Meskipun demikian, TPN telah melihat adanya kenaikan harga pada ethylene dan polyethylene serta meningkatnya persediaan ethylene pada kuartal II 2010. Dengan demikian, Fitch berharap perusahaan dapat mencatat peningkatan volume produksi dan <em>margin spread</em> pada kuartal ini dibandingkan dengan kuartal pertama. Meskipun demikian, Fitch memperkirakan bahwa <em>margin spread</em> ethylene dan polyethylene secara keseluruhan sepanjang 2010-2011 akan mendapat tekanan dari perubahan permintaan secara global dan hubungan ketersediaan bahan baku dari kapasitas produksi yang murah di kawasan Timur Tengah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/obligasi-titan-petrokimia-nusantara-raih-rating-a/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oto Multiartha Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/oto-multiartha-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/oto-multiartha-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 00:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Oto Multiartha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=13118</guid>
		<description><![CDATA[Â  Untuk membiayai kendaraan bermotor roda empat dan modal kerja, PT Oto Multiartha berencana menerbitkan Obligasi Oto Multiartha VII Tahun  <a href="http://swa.co.id/updates/oto-multiartha-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Â </p>
<p>Untuk membiayai kendaraan bermotor roda empat dan modal kerja, PT Oto Multiartha berencana menerbitkan Obligasi Oto Multiartha VII Tahun 2010 dengan target senilai Rp 1 triliun. â€œObligasi ini mendapat rating AA- dari lembaga pemeringkat Pefindo,â€ kata Yosuke Unigame, Presiden Direktur PT Oto Multiartha,</p>
<p>Â </p>
<p>Obligasi PT Oto Multiartha VII ini memiliki kupon bunga dengan tingkat bunga tetap terdiri dari empat seri, yaitu seri A berjangka waktu 370 hari, seri B berjangka waktu 24 bulan, seri C berjangka waktu 36 bulan dan seri D berjangka waktu 48 bulan.</p>
<p>Â </p>
<p>Tingkat kupon bunga obligasi seri A mengacu pada FR16 ditambah 110 hingga 150 basis poin atau sekitar 8,05 â€“ 8,45%; obligasi seri B mengacu FR 18 dengan premi 110 hingga 160 basis poin atau sekitar 8,4% â€“ 8,9%; obligasi seri C mengacu FR 19 dengan spread 125 hingga 250 basis poin atau sekitar 8,95 â€“ 10,2% dan FR 51 dengan spread 150 hingga 200 basis poin atau sekitar 9,62 â€“ 10,62%.</p>
<p>Â </p>
<p>Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tiga bulan. Jaminan piutang pembiayaan konsumen dengan nilai jaminan tidak kurang dari 60% dari nilai pokok obligasi yang terutang.</p>
<p>Â </p>
<p>Rencananya, obligasi ini akan ditawarkan ke sejumlah investor institusi seperti perbankan, asuransi dan dana pensiun. Dan bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia dan PT Standard Chartered Securities Indonesia.</p>
<p>Â </p>
<p>Sepanjang 2009, perusahaan yang telah memiliki 47 jaringan pemasaran di hampir seluruh kota besar di seluruh Indonesia ini mencetakÂ  kinerja keuangan positif. Per Desember tahun 2009, PT Oto Multiartha berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 7, 995 triliun atau naik hampir sebesar 10% penjualannya dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Â </p>
<p>Dengan hasil tersebut, pada tahun 2009 Oto Multiartha berhasil membukukan laba bersih Rp 464 miliar atau naik 15 % dibandingkan tahun 2008. Sementara pendapatan mencapai Rp 2,119 triliun atau naikr 36% dibanding tahun 2008. Adapun ekuitas tahun 2009 tercatat Rp 2,281 triliun atau meningkatÂ  14% dibanding tahun 2008, yaitu sebesar Rp1, 994 triliun.</p>
<p>Â </p>
<p>Tahun 2010 Oto Multiartha akan meningkatkan target pembiayaan. Langkah ini seiring dengan proyeksi pertumbuhan industri pembiayaan nasional dan penjualan mobil pada awal tahun 2010. Dengan dukunganÂ  Sumitomo Corporation Jepang sebagai pemegang saham terbesar, perseroan optimis mampu untuk mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun 2010 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/oto-multiartha-terbitkan-obligasi-rp-1-triliun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titan Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar</title>
		<link>http://swa.co.id/updates/titan-terbitkan-obligasi-rp-500-miliar</link>
		<comments>http://swa.co.id/updates/titan-terbitkan-obligasi-rp-500-miliar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 00:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eva Martha Rahayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Action]]></category>
		<category><![CDATA[Updates]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi]]></category>
		<category><![CDATA[Titan Petrokimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swa.co.id/?p=12660</guid>
		<description><![CDATA[Â  Â PT Titan Petrokimia Nusantara (TPN) melakukan penawaran umum obligasi Titan Petrokimia Nusantara I Tahun 2010. Obligasi iniÂ  dengan tingkat  <a href="http://swa.co.id/updates/titan-terbitkan-obligasi-rp-500-miliar">...More&#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Â </p>
<p>Â PT Titan Petrokimia Nusantara (TPN) melakukan penawaran umum obligasi Titan Petrokimia Nusantara I Tahun 2010. Obligasi iniÂ  dengan tingkat bunga tetap dan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar. Selain obligasi, TPN juga menawarkan sukuk ijarah Titan Petrokimia Nusantara I Tahun 2010 dengan jumlah sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp 200 miliar.</p>
<p>Â </p>
<p>Untuk kupon obligasi konvensional yang diterbitkan TPN mengacu pada surat utang negara dengan tenor 5 tahun, yaitu FR27+(325-425 basis poin), sehingga indikasi bunganya 11,35 -12,35 persen.</p>
<p>Â </p>
<p>â€œObligasi ini meraihÂ  peringkat A+idn (Single A plus, stable outlook) utang jangka panjangÂ  dari PT Fitch Rating Indonesia,â€ kata Agus Wicaksono, Direktur Utama Standard Chartered Securities.</p>
<p>Â </p>
<p>Dijelaskan Agus, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi dan sukuk Ijarah, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan berupa pembayaran hutang usaha yang berkaitan dengan pembelian bahan baku.</p>
<p>Â </p>
<p>Obligasi konvensional ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokokÂ  obligasi. Sedangkan sukuk ijarah ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah sisa imbalan ijarah. Obligasi dan sukuk Ijarah keduanya memiliki jangka waktu 5Â  tahun terhitung sejak tanggal emisi dan akan jatuh tempo pada tanggal perkiraan 18 Mei 2015.</p>
<p>Â </p>
<p>Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran pertama bunga obligasi akan dilakukan pada 18 Agustus 2010.Â  Sedangkan pembayaran terakhir bunga obligasi akan dibayar pada 18 Mei 2015. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.</p>
<p>Â </p>
<p>Sementara, sukuk ijarah yang ditawarkan berjangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal emisi dengan tingkat cicilan imbalan ijarah yang ditawarkan dengan 100 persen dari sisa jumlah imbalan hasil. Perkiraan tanggal efektif penerbitan obligasi pada 6 Mei 2010.</p>
<p>Â </p>
<p>Masa penawaran awal obligasi tersebut pada 10-12 Mei 2010. Perkiraan penjatahan 14 Mei 2010. Pencatatan di Bursa Efek IndonesiaÂ  pada 19 Mei 2010. Sementara book building akan dilangsungkan pada 14-28 April. Serta jaminan asset adalah 110 dari nilai obligasinya tersebut. Yakni berupa fix asset berupa tanah, bangunan dan mesin.</p>
<p>Â </p>
<p>Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah ini adalah PT Standard Chartered Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities, sedangkan bertindak sebagai wali amanat dan agen jaminan adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk.</p>
<p>Â </p>
<p>TPN bergerak dalam bidang industri polyethylene dan perdagangan besar (distributor utama dan impor). Produk yang dihasilkan oleh TPN adalah High <em>Density Polyethylene </em>(HDPE) dan L<em>inear Low Density Polyethylene</em> (LLDPE) yang merupakan bahan baku plastik utama yang banyak digunakan di seluruh dunia.</p>
<p>Â </p>
<p>Bahan baku utama yang dibutuhkan TPN adalah ethylene yang berasal dari naphta. Untuk memenuhi kebutuhannya TPN mendapat pasokan <em>ethylene</em> utamanya dari Titan Petchem (M) Sdn.Bhd. yang merupakan induk perusahaan TPN di Malaysia.</p>
<p>Â </p>
<p>Dalam menjalankan operasinya, TPN menggunakan fasilitas produksi yang lengkap dan modern. Saat ini TPN memiliki 3 (tiga) train produksi untuk memproduksi bijih plastik dengan jumlah kapasitas terpasang sebesar 450.000 MT (m<em>etric ton</em>) per tahun. Mesin tersebut beroperasi selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu yang terdiri dari 3 giliran (shift). Fasilitas produksi tersebut dilengkapi dengan gudang berkapasitas 30.000 MT yang terletak di dalam lingkungan pabrik beserta listrik yang tersambung ke PLN dengan kapasitas 40.000 KVA dengan voltage 150 KV, mesin uap (<em>steam generation/boiler)</em> sebanyak 3 buah dan juga mesin packing (b<em>agging machine) </em>sebanyak 4 buah.</p>
<p>Â </p>
<p>TPN juga memiliki fasilitas pelabuhan (jetty) untuk kargo <em>ethylene</em> dengan kapasitas maksimum sebesar 6.600 MT yang digunakan secara eksklusif untuk menerima dan membongkar bahan baku ethylene dan butene. Pelabuhan ini juga tersambungkan dengan pipa ke tangki penyimpanan di area pabrik.</p>
<p>Â </p>
<p>Â Hasil produksi TPN dipasarkan untuk keperluan kemasan produk yang meliputi kebutuhan sehari-hari, antara lain kantong plastik belanja, tutup botol air mineral, dan lain sebagainya. Pada dasarnya produk TPN merupakan barang yang melekat pada barang-barang konsumen sehingga produk TPN dipasarkan ke para industri pengguna (industrial user)</p>
<p>Â </p>
<p>Saham TPN dimiliki secara tidak langsung oleh Titan Chemicals Corp. Sdn. Bhd. sebesar 90,4%. Alhasil, TPN memperoleh dukungan kuat dari pemegang sahamnya yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang petrokimia. Titan Chemicals Corp. Sdn. Bhd. merupakan produsen olefin and polyolefin terintegrasi terbesar di Malaysia, dengan kapasitas produksi polyolefin terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, dan telah tercatat di Bursa Malaysia sejak tahun 2005.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swa.co.id/updates/titan-terbitkan-obligasi-rp-500-miliar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

